Cara Menggugah Semangat Masyarakat untuk Berkurban

News | Jumat, 9 Agustus 2019 08:00
Cara Menggugah Semangat Masyarakat untuk Berkurban

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Kerja sama ini diharapkan memberikan kontribusi positif pada masyarakat.

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ingin mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk berkurban. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, Baznas menggandeng platform digital dengan marketplace business to business (B2B), Ralali.com.

Ketua Panitia Kurban Nasional Baznas 2019, Mohammad Indra Hadi, berharap kerja sama tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat. " Baznas terus berinovasi dalam melayani masyarakat, termasuk dalam menjalankan ibadah kurban," ujar Indra di kantor pusat Baznas, Jakarta.

Vice President of Partnership & Monetizing Ralali.com, Alvin Aulia Akbar, mengaku punya program pembelian hewan kurban dari peternak di pedesaan. Termasuk dari para peternak binaan Baznas.

Menurut Alvin, Ralali.com memiliki tiga target utama dalam menggaet calon pembeli, yaitu masyarakat umum, pelaku UMKM, serta karyawan UMKM. Alvin menjelaskan, mitra Ralali.com 100 persen adalah pelaku UMKM.

 baznas© istimewa

Selain itu, Ralali.com akan memberikan laporan kepada para mudhohi (pekurban) mengenai penyaluran daging kurban yang dibeli. Hal ini merupakan bagian dari transparansi platform digital tersebut.

" Nanti mudhohi akan dapat laporan. Kami ingin tunjukkan bahwa ibadah perlu transparansi," kata Alvin.

Tahun ini, Baznas menargetkan menyalurkan hewan 30 ribu hewan kurban ke 50 titik seluruh pelosok Tanah Air. Pembelian hewan dilakukan langsung ke peternak dengan tujuan memotong jalur tengkulak.

2 dari 6 halaman

Baznas Gandeng Unicef Bantu Anak-Anak Miskin

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menjalin kerja sama dengan United Nation Children's Fund (Unicef). Kerja sama ini memungkinkan Baznas menyalurkan batuan kepada anak-anak miskin.

Ketua Baznas, Bambang Sudibyo, mengatakan, kerja sama ini dilakukan dengan tujuan untuk lebih banyak lagi membantu anak-anak di dunia. Khususnya Indonesia yang masuk kategori miskin.

" Bentuk bantuan terfokus pada anak-anak dan remaja yang bersifat berkelanjutan agar masa depan mereka bisa lebih baik," ujar Bambang di Kantor Baznas, Jakarta, Jumat 5 Juli 2019.

Menteri Keuangan era Presiden Abdurrahman Wahid itu berujar sebelum kerja sama ini dijalin, Baznas juga telah memiliki banyak program untuk membantu anak-anak kurang mampu. Salah satunya mendirikan Sekolah Cendekia Baznas.

Perwakilan Unicef Indonesia, Debora Comini, mengatakan, kerja sama ini berfokus pada kesehatan dan pendidikan. Dari sisi kesehatan akan berfokus pada kebutuhan mandi, cuci, kakus serta perbaikan sistem sanitasi yang merupakan masalah dasar pemicu penyakit.

Selain itu, Baznas dan Unicef juga berfokus pada kecukupan gizi, perlindungan anak dan sosial serta pemberdayaan kaum muda. " Saya berharap, kerja sama ini menjadi model untuk negara-negara lain," kata Debora.

3 dari 6 halaman

Pangkas Tengkulak, Baznas Beli Hewan Kurban Peternak dengan Harga Tinggi

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memangkas rantai pengadaan hewan kurban dengan membeli langsung pada para peternak. Cara ini dianggap lebih menguntungkan peternak karena Baznas menetapkan harga beli tinggi. 

Kepala Divisi Pendayagunaan Baznas, Randi Suwandaru, mengatakan setiap ekor kambing kurban milik peternak dibeli di kisaran harga Rp2,5 juta per ekor. Baznas berusaha tidak mengandalkan jasa para tengkulak sama sekali.

" Memang harga kita tinggi, dan harus diketahui, kampanye kita itu berdayakan desa, makanya harga tinggi," ujar Randi di kantor Baznas, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019.

Harga tinggi dipakai agar para peternak mau menjual kambingnya langsung ke Baznas. Cara tersebut diterapkan untuk memangkas jalur distribusi yang panjang jika harus melalui tengkulak.

" Tentu ini akan memotong tengkulak. Biasanya peternak cuma dapat untung sedikit," kata dia.

Nantinya, hewan kurban Baznas akan didistribusikan di 50 titik yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Baznas berharap berkah Idul Adha juga bisa dirasakan oleh 240 ribu penduduk desa.

4 dari 6 halaman

Subhanallah, Potensi Penjualan Hewan Kurban di Indonesia Rp69 Triliun

Dream - Tinggal sebulan lagi, umat Islam Muslim akan merayakan Hari Raya Idul Adha. Momen ini dimanfaatkan banyak lembaga filantropi untuk menawarkan kemudahan bagi masyarakat untuk berkurban.

Ketua Panitia Nasional Kurban Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Mohammad Indra Hadi, mengatakan potensi penjualan hewan kurban di Indonesia sangat tinggi. Ini mengingat jumlah umat Islam yang mayoritas di negeri ini.

" Berdasarkan perhitungan Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Indonesia, kurban menyimpan potensi sebesar Rp69,9 triliun," ujar Indra di kantor Baznas, Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Untuk itu, dia berharap lewat program Kurban Berdayakan Desa yang digagas Baznas, masyarakat yang berada di pedesaan turut merasakan berkah perputaran uang seputar kurban itu.

" Diharapkan potensi sebesar ini dapat dimaksimalkan untuk mengemban pemberdayaan desa," kata dia.

Tahun ini, Baznas menargetkan penjualan kambing kurban sebanyak 3.000 ekor seharga masing-masing Rp2,5 juta. Nantinya, penyaluran kambing kurban itu disebar di 50 titik di seluruh Indonesia.

Indra menjelaskan hewan kurban yang dijual diambil langsung dari peternak binaan Baznas yang tersebar di 21 titik. Selain itu juga dari para peternak di masing-masing titik penyebaran.

" Mayoritas penyaluran dari Aceh sampai Papua, tapi yang terbanyak masih di Jawa," kata dia.

5 dari 6 halaman

Yuk Berkurban di Desa, Banyak Mustadhafin Belum Tersentuh

Dream - Syariah kurban yang disunahkan bagi umat Islam tidak semata dalam bingkai ibadah. Di baliknya tersimpan potensi pemberdayaan ekonomi, terutama bagi kelompok mustadhafin atau kurang mampu.

Di Indonesia, mereka yang masuk dalam kelompok mustadhafin sebagian besar ada di desa dan kawasan terpencil. Ada sebagian dari mereka yang belum merasakan berkah Idul Adha berupa daging kurban.

Berangkat dari fakta itu, Badan Amil Zakat Nasional mengajak masyarakat untuk berkurban di desa lewat program Kurban Berdayakan Desa (KBD). Lewat program ini, hewan kurban akan disalurkan ke titik-titik krusial sehingga nikmat kurban bisa menyentuh desa.

" Inti dari program ini adalah berkurban dengan program KBD mempermudah para mudhohi (pemberi kurban) menyalurkan hewan kurbannya ke desa-desa," kata Ketua Panitia Nasional Kurban Baznas, Indra Hadi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 3 Juli 2019.

Tujuan lain dari program KBD ini adalah mengajak umat Islam untuk berpartisipasi meningkatkan kualitas ekonomi dan sosial masyarakat desa.

Indra mengatakan hewan kurban untuk program ini disediakan Baznas dengan cara membeli langsung dari peternak di desa-desa, bukan lewat pengepul atau tengkulak. Setelah itu, hewan kurban disembelih dan didistribusikan di desa yang juga ditinggali peternak itu.

Baznas menargetkan berkah Idul Adha berupa 3.000 ekor kambing dapat dirasakan oleh 60 ribu Kepala Keluarga atau 240 ribu penduduk desa di seluruh Indonesia.

Para mudhohi juga dipermudah dalam melakukan pembelian hewan kurban lewat berbagai platform. Mulai dari Kitabisa.com, Buka Lapak dan platform lain yang bekerja sama dengan Baznas.

(Sah, Laporan : Vika Novianti Umar)

6 dari 6 halaman

Strategi Baznas Perbaiki Ekonomi Anak-anak Dhuafa

Dream - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memiliki program wirausaha millienials. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak dhuafa yang masih bersekolah.

" Memang sasaran targetnya sekolah-sekolah, jadi kita ingin mendorong semangat usaha sejak dini," ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, Irfan Syauqi Beik di kantornya, Jakarta, Jumat 10 Mei 2019.

Irfan menjelaskan program ini akan memberikan pelatihan kepada para siswa, salah satunya di Sekolah Cendekia Baznas (Baznas), Bogor. Di sekolah ini, 100 persen siswa berasal dari kalangan dhuafa.

Para siswa akan dilatih bagaimana memproduksi hingga memamerkan hasil produksinya. " Rencana (pelatihan) 25 hingga 26 Mei 2019," ucap dia.

Irfan mengatakan, program ini bertujuan murni untuk memberikan pelatihan. Bukan semata memberikan modal usaha.

Sebab, kata Irfan, target pelatihan masih berusia remaja. Target peserta yang mengikuti pelatihan ini yakni 300 siswa.

" Jadi karena ini tentu lebih sifatnya pelatihan, kalau bicara pemberian modal, bukan di situ. Karena konteksnya pelatihan usaha millenials, sense of bisnisnya kita tumbuhkan," kata dia.(Sah)

Join Dream.co.id