Fiksi Adalah Definisi, Ciri-ciri, Jenis, Unsur dan Proses Pembuatan Karya Fiksi

News | Rabu, 5 Agustus 2020 06:01
Fiksi Adalah Definisi, Ciri-ciri, Jenis, Unsur dan Proses Pembuatan Karya Fiksi

Reporter : Arini Saadah

Tidak semua karya fiksi mengabaikan fakta sejarah.

Dream – Fiksi adalah bentuk prosa naratif yang bersifat imajinasi. Fiksi juga bisa disebut karangan non-ilmiah dan bukan berdasarkan realita.

Fiksi berangkat dari daya imajinatif seseorang yang melahirkan sebuah karya sastra yang disebut karangan fiksi.

Meskipun hanya imajinasi, namun fiksi tetaplah sebuah karya yang masuk akal dan mengandung nilai-nilai kebenaran di antara manusia.

Biasanya fiksi akan melahirkan karya sastra berupa cerita fiksi yang sudah sangat populer di masyarakat.

Seperti telah dikatakan, fiksi adalah prosa naratif imajiner yang berisi kebenaran dalam hal hukum, moral, agama, dan logika.

Jika kamu penyuka bacaan fiksi maka sudah pasti pikiran pembaca seakan-akan bisa masuk ke dalam tubuh cerita fiksi.

Untuk mengetahui arti sebenarnya dari fiksi, mari kita simak paparan Dream berikut ini yang akan membahas definisi, ciri-ciri, jenis, unsur dan proses pembuatan karya fiksi.

2 dari 9 halaman

Definisi Fiksi Adalah

Ilustrasi© freepik.com

Asal kata fiksi adalah fiction dari Bahasa Inggris yang artinya rekaan atau khayalan. Menurut The American College Dictionary, fiksi adalah cabang dari sastra yang menyusun karya-karya narasi imajinatif, terutama dalam bentuk prosa, seperti novel atau dongeng-dongeng, yang ceritanya diimajinasikan.

Sementara itu menurut Henry Guntur Tarigan, fiksi adalah suatu karya sastra yang berasal dari hasil imajinasi penulis. Fiksi adalah cerita naratif yang timbul dari imajinasi pengarang dan tidak memedulikan fakta sejarah.

Meskipun fiksi disebut tidak memedulikan fakta sejarah, akan tetapi banyak cerita fiksi yang berangkat dari fakta-fakta sejarah. Maka dari itu fiksi dibedakan menjadi beberapa jenis yang akan kita paparkan setelah ini.

3 dari 9 halaman

Ciri-Ciri Fiksi

Ilustrasi© freepik.com

Fiksi memiliki sifat dasar yang umum sebagai penanda bentuk karangan fiksi. Segala sesuatu yang diungkapkan alam karangan fiksi tidak dapat dibuktikan kebenarannya dalam kehidupan. Tokoh, setting, dan persoalan di dalam cerita fiksi bersifat realitas imajinatif bukan objektif.

Kebenaran yang ada di dalam karangan fiksi adalah bukan kebenaran objektif, melainkan kebenaran logis melalui penalaran. Kebenaran logis ini menyebabkan setiap karangan fiksi selalu multi penafsiran, sebab pembaca bebas menafsirkan.

Sementara itu, ciri-ciri fiksi adalah sebagai berikut:

  1. Fiksi memiliki kebenaran relatif dan tidak mutlak.
  2. Karya fiksi tidak memiliki sistematika penulisan yang baku.
  3. Sifat fiksi adalah rekaan atau berupa imajinasi pengarang.
  4. Biasanya fiksi menggunakan Bahasa yang bersifat konotatif.
  5. Fiksi menyasar emosi atau perasaan pembaca.
  6. Fiksi mengandung pesan moral atau amanat tertentu.
4 dari 9 halaman

Jenis-Jenis Fiksi

Ilustrasi© freepik.com

Menurut teori pengkajian fiksi, jenis-jenis fiksi dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu fiksi historis, fiksi biografis, dan fiksi sains.

Fiksi historis adalah fiksi yang berangkat dari fakta sejarah. Data dalam fiksi seperti latar tempat, tokoh, alur, dan elemen fiksi memiliki kesamaan dengan fakta sejarah yang ada. Fiksi jenis ini justru menjadi alternatif sumber sejarah, meskipun tidak 100 persen benar.

Fiksi biografis adalah fiksi yang berdasarkan pada fakta penulisan biografi seseorang. Contohnya buku Catatan Seorang Demonstran, Bung Tomo, dan Amien Rais.

Fiksi Sains adalah fiksi yang berangkat dari dasar penulisan ilmu pengetahuan. Contohnya Supernova karya Dewi Lestari dan Bilangan Fu karya Ayu Utami.

5 dari 9 halaman

Jenis-Jenis Fiksi Lainnya

Ilustrasi© freepik.com

Selain jenis-jenis fiksi di atas, masih ada jenis-jenis fiksi lainnya berdasarkan buku “ Perkenalan dengan Prosa Fiksi”, kesemua jenis fiksi tersebut akan dipaparkan sebagai berikut:

Novel adalah karangan fiksi yang menceritakan tokoh utama dengan konflik di dalamnya dan memiliki cerita klimaks dan ending di akhir cerita.

Roman adalah karya fiksi yang menceritakan beberapa tokoh di setiap alurnya, roman mengandung banyak hikmah dan cenderung mengarah ke cerita klasik. Cerpen adalah kaya fiksi yang isinya jauh lebih sedikit dari roman dan novel.

Selain itu ada jenis fiksi yang disebut sebagai fiksi eksistensialis, fiksi realis, prosa fiksi romantik, fiksi naturalistik dan proletarian, fiksi gotik (horror), fiksi satire, fiksi psikologis, dan fiksi alegori.

6 dari 9 halaman

Unsur-Unsur Fiksi

Ilustrasi© freepik.com

Unsur fiksi adalah segala hal yang ada di dalam karya sastra fiksi yang terdiri dari:

  1. Tema merupakan ide pokok persoalan yang menjiwai seluruh cerita fiksi, seringkali tema diangkat dari konflik kehidupan.
  2. Plot merupakan dasar cerita atau pengembangan fiksi.
  3. Alur adalah rangkaian certa fiksi, alur terdiri dari alur maju, alur mundur, atau alur maju-mundur. Penyelesaian alur bisa berbentuk alur klimaks dan alur anti klimaks.
  4. Setting merupakan temoat terjadinya cerita, dibedakan menjadi setting geografis (tempat kejadian, dan setting antropologis (situasi masyarakat, kejiwaan, adat istiadat).
  5. Tokoh merupakan pelaku yang menghidupkan cerita fiksi. Tokoh terdiri dari tokoh utama (protagonis), tokoh lawan (antagonis), tokoh penengah (protagonis).
  6. Sudut pandang adalah hal yang mendasari tema dan tujuan penulisan. Sudut pandang bisa berupa gaya orang pertama tokoh utama, atau gaya orang ketiga serba tahu.
  7. Suasana adalah unsur fiksi yang mendasari suasana cerita penokohan yang menimbulkan konflik. Suasana bisa menyedihkan, mengharukan, menyenangkan, dan menantang.

Suatu karya fiksi setidaknya harus memenuhi kesemua unsur-unsur di atas.

7 dari 9 halaman

Proses Pembuatan Karya Fiksi

Ilustrasi© freepik.com

Bagi Sahabat Dream yang hendak belajar membuat karya fiksi, maka langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menghasilkan karya yang ciamik adalah sebagai berikut.

Pertama, tentukan ide sebagai modal utama untuk menentukan arah dan tujuan karya fiksi yang akan kita buat.

Ide bisa kamu dapatkan dari berbagai sumber, seperti pengalaman pribadi, pengalaman orang lain, buku, tragedy, dan segala persoalan kehidupan sehari-hari.

Kedua, pengembangan ide. Setelah kita mendapatkan ide untuk membuat karya fiksi, maka lakukan pengembangan terhadap ide tersebut. Pengembangan ini berupa penentuan tokoh-tokoh, alur cerita, karakter tokoh, dan konflik yang akan ditulis dalam karya fiksi.

Ketiga, bangkitkan daya imajinasi. Saat mengembangkan ide gagasan fiksi, tentu kita harus membangkitkan daya imajinasi supaya mendapatkan ide pengembangan cerita yang unik dan original. Berkhayallah setinggi mungkin dan ciptakan fantasi-fantasi yang aneh dan tidak biasa.

8 dari 9 halaman

Proses Pembuatan Karya Fiksi Selanjutnya

Ilustrasi© freepik.com

Keempat, menuliskan sinopsis. Sinopsis adalah gambaran umum cerita yang akan kamu buat menjadi karya fiksi. Sinopsis berisi cerita singkat sejak awal hingga ending.

Kelima, buat kerangka karangan. Saat membuat kerangka karangan fiksi, kamu bisa membagi cerita menjadi beberapa pembahasan. Pada setiap baba da beberapa adegan. Tentukan seberapa banyak bab yang akan menjadi ceritamu dan tentukan adegan serta konflik apa saja yang akan membuat karyamu semakin berbobot.

Keenam, mulailah mengembangkan cerita. Proses ini termasuk proses yang sangat Panjang sebab kamu harus pandai mengolah kata, memilah ide, supaya menjadi sajian fiksi yang menggugah emosi. Kamu bisa memilih adegan romantic, melankolis, atau bahkan adegan tragis.

Ketujuh, editing, setelah penulisan karya sudah selesai, lakukanlah editing dengan membaca ulang seluruh karya. Proses ini penting untuk membenarkan kata yang tidak cocok, kata yang perlu diganti, salah ketik, kalimat rancu, tanpa mengubah alur cerita.

Terakhir, jika kamu sudah yakin bahwa karya fiksimu sudah selesai maka carilah penerbit supaya karyamu bisa dinikmati banyak orang.

9 dari 9 halaman

Contoh Karya Fiksi

Ilustrasi© freepik.com

Ada banyak sekali contoh karya fiksi yang bisa dinikmati sesuai dengan genre yang kamu sukai. Contoh karya fiksi adalah:

  1. Arus Balik karya (novel) Pramoedya Ananta Toer
  2. Kitab Omong Kosong (novel) karya Seno Gumira Ajidarma
  3. Tentang Kamu (novel) karya Tere Liye
  4. Manjali dan Cakrabirawa (novel) karya Ayu Utami
  5. Supernova (novel) karya Dewi Dee Lestari
  6. Cantik itu Luka (novel) karya Eka Kurniawan
  7. Ketika Cinta Bertasbih (novel) karya Habiburrahman El Shirazy
  8. Kunang-kunang dalam Bir (cerpen) karya Djenar Maesa Ayu
  9. Penembak Misterius (cerpen) karya Seno Gumira Ajidarma
  10. Lelaki Sejati (cerpen) karya Putu Wijaya
  11. Anjing Bahagia yang Mati Bunuh Diri (cerpen) karya Agus Noor

(Dilansir dari berbagai sumber)

Join Dream.co.id