Blusukan ke Dapur Katering Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Begini Kondisinya

News | Selasa, 24 Mei 2022 09:00

Reporter : Okti Nur Alifia

Ada 13 perusahaan katering di Madinah yang dikontrak dan rawat inap, dokter spesialis, serta penunjang layanan kesehatan lainnya.

Dream - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan ke Arab Saudi dengan meninjau kesiapan layanan katering untuk jemaah haji 1443 H/2022 M Indonesia di Madinah. 

Menag mengunjungi Nooha Catering Service, salah satu penyedia katering yang akan melayani konsumsi jemaah. Dia memastikan setiap dapur katering akan ada juru masak dan bahan baku yang berasal dari Indonesia. 

“ Saya memastikan setiap dapur katering ada juru masak yang berasal dari Indonesia. Ada juga bahan baku yang diimpor langsung dari Indonesia,” tegas Yaqut di Madinah, dikutip dari laman Kemenag, Senin 23 Mei 2022.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan sanitasi dapur dalam keadaan bersih. Proses memasak juga menggunakan peralatan yang sesuai dengan standar kesehatan, termasuk ruang penyimpanan bersih dan bahan yang digunakan juga yang terbaik.

Ada 13 perusahaan di Madinah yang dikontrak untuk memberikan pelayanan katering. Jemaah haji Indonesia akan mendapatkan layanan konsumsi paling banyak 27 kali dalam rentang sembilan hari.

Selama di Madinah, mereka akan menjalani ibadah Arbain (sholat berjemaah di Masjid Nabawi dalam 40 waktu).

Blusukan ke Dapur Katering Jemaah Haji Indonesia di Madinah, Begini Kondisinya
Ilustrasi Jemaah Haji (Foto: Shutterstock.com/Odua Images)
2 dari 3 halaman

Layanan Kesehatan

 Menag Yaqut Cholil Qoumas didampingi Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Hilman Latief sedang meninjau penyedia katering jemaah haji di Madinah© (foto: kemenag.go.id)

Selain dapur katering, Yaqut juga meninjau kesiapan Layanan Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah. KKHI terakhir digunakan pada musim haji 2019 dan sekarang sudah diaktifkan lagi dengan memperbaiki beberapa fasilitas yang ada. 

“ Alhamdulillah, layanan kesehatan di KKHI juga sudah siap, baik dari sisi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya, maupun fasilitas layanan kesehatan, peralatan, dan obat-obatan,” tutur Yaqut. 

KKHI di Madinah dilengkapi dengan Unit Gawat Darurat (UGD), High Care Unit (HCU), Intensive Care Unit (ICU), rawat inap, serta sarana penunjang lain, misalnya laboratorium, radioaktif, dan USG. 

3 dari 3 halaman

Tenaga Medis

 Menag Yaqut Cholil Qoumas saat sedang meninjau penyedia katering jemaah haji di Madinah© (foto: kemenag.go.id)

Tenaga medis yang akan melayani jemaah antara lain terdiri atas dokter umum, dokter gigi, spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis jantung, spesialis saraf, spesialis anestesi, spesialis THT, spesialis kesehatan jiwa. 

KKHI juga didukung dengan tenaga kesehatan lainnya seperti tenaga gizi, analis kesehatan, rekam medik, petugas radiologi, surveilans, sanitarian, elektromedik, apoteker, tenaga kefarmasian, dan tenaga administrasi.

Untuk menunjang kecepatan layanan, KKHI tahun ini juga menyiapkan 6 mobil ambulans.

Join Dream.co.id