Fakta Terbaru Tewasnya Polisi Terduga Penembak Laskar FPI

News | Jumat, 26 Maret 2021 18:19
Fakta Terbaru Tewasnya Polisi Terduga Penembak Laskar FPI

Reporter : Putu Monik Arindasari

Ternyata meninggal sejak 3 Januari 2021. EPZ sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dokter menyatakan korban tidak terselamatkan.

Dream - Mabes Polri mengungkap penyebab meninggalnya satu anggota polisi berinsial EZP yang diduga menembak mati Laskar Front Pembela Islam (FPI) dalam kasus KM 50. EPZ meninggal usai mengalami kecelakaan lalu lintas pada 3 Januari 2021 lalu.

" Salah satu terlapor atas nama EPZ itu telah meninggal dunia dikarenakan kasus kecelakaan tunggal motor Scoopy terjadi pada 3 Januari 2021 sekitar pukul 23.45 WIB,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat 26 Maret 2021.

Kecelakaan terjadi di Jalan Bukit Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. EPZ sempat dilarikan ke rumah sakit, namun dokter menyatakan korban tidak terselamatkan.

Sebelumnya, penyidik Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri telah menyelesaikan gelar perkara tewasnya 6 Laskar Front Pembela Islam (FPI). Penyidik memutuskan menaikan status perkara ke ranah penyidikan.

Rusdi menegaskan proses penyidikan masih berjalan. Bareskrim bakal menyelesaikan kasus dugaan unlawful killing terhadap 4 laskar FPI itu secara profesional, transparan, dan akuntabel.

" Sekarang proses penyidikan dulu, nanti dari proses ini akan diketahui betul-betul secara terang benderang telah terjadi tindak pidana tentunya ada penentuan tersangka,” ujar Rusdi.

2 dari 3 halaman

Polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Sebab, polisi masih melakukan pengusutan dugaan unlawful killing tersebut.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono, mengatakan, apa pun hasil perkembangan penyidikan nanti akan disampaikan ke publik. Sejauh ini, tiga anggota Polda Metro Jaya masih dalam status terlapor.

" Apabila ada perkembangan dari proses penyidikan ini tentunya akan disampaikan ke publik, sampai saat ini tiga pihak yang bersangkutan masih sebagai pihak terlapor," kata Rusdi.

3 dari 3 halaman

Pada Senin lalu, Komjen Agus Andrianto menyebut sudah ada dua alat bukti untuk menaikkan status terlapor menjadi tersangka.

Namun dia belum membeberkan bukti apa saja yang membuat ketiga anggota dari Polda Metro Jaya itu dapat ditetapkan sebagai tersangka. " Tanya ke Dirtipidum (kapan gelar perkaranya)," kata Agus.

Terkait
Join Dream.co.id