Temuan Mengejutkan Hasil Investigasi Rachel Vennya Kabur dari Karantina

News | Kamis, 14 Oktober 2021 11:00

Reporter : Ahmad Baiquni

Rachel Vennya diduga dibantu oknum TNI.

Dream - Kasus dugaan selebgram Rachel Vennya diduga dari karantina Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Pademangan turut menyeret instansi TNI. Hasil investigasi menemukan bukti Rachel kabur dibantu seorang oknum anggota TNI.

Temuan itu diketahui setelah Kogasgabpad Covid-19 menggelar investigasi atas dugaan kaburnya Rachel dari kewajiban menjalani 8 hari karantina. 

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer Jayakarta (Kapendam Jaya), Kolonel Arh Herwin, BS, mengatakan hasil investigasi menyatakan oknum TNI berinisial FS diduga membantu keluarnya Rachel Vennya.

FS bertugas di bagian Pengamanan Satgas Covid-19 Bandara dan diduga telah melakukan tindakan non-prosedural.

" Dia (FS) yang telah mengatur agar selebgram Rachel Vennya dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari luar negeri," ujar Herwin, dikutip dari Liputan6.com.

 

 

Temuan Mengejutkan Hasil Investigasi Rachel Vennya Kabur dari Karantina
Rachel Vennya
2 dari 5 halaman

Perintah Pangdam Jaya

Atas kasus ini, Herwin mengungkapkan Panglima Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) selaku Panglima Kogasgabpad Covid-19 telah mengeluarkan perintah dilakukan pemeriksaan dan penyidikan terhadap FS secepatnya.

Pemeriksaan juga akan dilakukan ke sejumlah tenaga kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina lainnya agar hasil penyidikan bisa maksimal.

Dia menyatakan kasus ini akan menjadi bahan evaluasi. Herwin juga menyatakan sesuai dengan Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomo 18 Tahun 2021, setiap pelaku perjalanan internasional yang baru datang dari luar negeri wajib melaksanakan karantina selama 8x24 jam.

Selanjutnya, Herwin mengungkapkan proses pemeriksaan sedang berjalan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh.

" Dimulai dari hulu sampai ke hilir dalam arti pemeriksaan dilakukan dimulai dari bandara sampai dengan di RSDC Wisma Pademangan," ucap Herwin.

 

3 dari 5 halaman

Tak Berhak Karantina di Wisma Atlet

Herwin juga mengungkapkan Rachel bukan orang yang berhak menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan. Dia tidak termasuk dalam kategori WNI pelaku perjalanan luar negeri yang ditetapkan dalam SE Satgas Covid-19 Nomor 12 Tahun 2021.

" Pada kasus selebgram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang tidak berhak mendapatkan fasilitas tersebut," kata Herwin.

Rachel diketahui baru pulang dari Amerika Serikat untuk urusan bisnis. Seharusnya, Rachel menjalani karantina di hotel khusus karantina.

Berdasarkan SE Satgas Covid-19, mereka yang berhak menjalani karantina di RSDC Wisma Atlet adalah para pekerja migran Indonesia (PMI) yang akan menetap di Indonesia minimal 14 hari. Kemudian, para pelajar dan mahasiswa Indonesia usai menempuh pendidikan atau melaksanakan tugas belajar di luar negeri.

Selain itu, pegawai Pemerintah Indonesia yang kembali ke Tanah Air setelah melakukan perjalanan dinas dari luar negeri.

 

4 dari 5 halaman

Ini Ketentuan WNI yang Baru Pulang dari Luar Negeri

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menegaskan aturan karantina bagi WNI yang baru tiba dari luar negeri berlaku selama delapan hari. Ketentuan itu disertai dengan aturan tambahan berupa tes PCR sebanyak tiga kali dengan hasil negatif.

" Ketentuannya masih delapan hari ya, dan disertai tiga pemeriksaan PCR negatif baru bisa dinyatakan selesai karantina," kata Nadia.

Selain itu, kata Nadia, karantina dijalankan di hotel atau wisma karantina yang sudah ditunjuk. Juga, dilarang untuk keluar dari area karantina.

 

5 dari 5 halaman

Ancaman Untuk Pelaku Pelanggaran Karantina

Bagi pelaku yang melanggar aturan karantina, ada sanksi tegas yang tertuang dalam Pasal 14 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular. Pasal tersebut memuat ketentuan pelanggar karantina sebagai berikut

(1) Barang siapa dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 (satu) tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah).

(2) Barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 (enam) bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).

(3) Tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) adalah kejahatan dan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) adalah pelanggaran.

Tak hanya itu, pelanggar juga dikenakan Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Demikian bunyi pasal tersebut.

Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Join Dream.co.id