Fakta Mengejutkan di Balik Pembunuhan Pemilik Baju Emas

News | Sabtu, 16 Juli 2016 15:25
Fakta Mengejutkan di Balik Pembunuhan Pemilik Baju Emas

Reporter : Eko Huda S

Phuge yang memiliki baju emas senilai Rp 2,5 miliar itu tewas dibuh pada Kamis malam yang lalu.

Dream - Fakta mengejutkan terungkap dari kasus pembunuhan Datta Phuge, pria asal Punge, Maharashtra, India. Menurut hasil penyelidikan polisi, pemilik baju emas senilai Rp 2,5 miliar itu dibunuh di depan mata sang putra.

" Menurut informasi awal, Phuge dan putranya diundang salah satu tersangka, yang saling tahu satu sama lain, untuk menghadiri pesta ulang tahun," kata pejabat polisi, Navanth Ghogare, sebagaimana dikutip Dream dari AsiaOne, Sabtu 16 Juli 2016.

" Namun, kami sedang menyelidiki bagaimana Phuge berada di daerah terbuka di mana dia dibunuh," tambah Ghogare.

Menurut polisi, Phuge diserang oleh 12 orang dengan batu dan senjata tajam pada Kamis malam. Putra Phuge yang berusia 22 tahun menyaksikan sang ayah dibantai.

Polisi menduga anak Phuge dipisahkan oleh para pembunuh tersebut. Diduga kuat, motif pembunuhan ini berlatar belakang sengketa transaksi keuangan.

Phuge memang menjalankan bisnis dengan memutarkan uang milik sejumlah investor. Beberapa waktu lalu, ada sejumlah investor yang mengeluhkan adanya penyimpangan dalam bisnis tersebut.

2 dari 3 halaman

Gila Emas

Phuge membetot perhatian dunia setelah membeli baju yang terbuat dari emas 22 karat seberat 3,5 kilogram dengan harga Rp 2,5 miliar. " Semua orang tahu saya sebagai 'manusia emas' di seluruh negeri," kata Phuge, saat masih hidup.

Dia memang kaya. Namun tak tertarik membeli sejumlah barang mewah seperti mobil merek terkenal dunia. Yang dia inginkan hanya emas. " Saya hanya cinta emas," ujar dia.

" Emas selalu menjadi semangat saya sejak masih muda. Saya selalu mengenakan emas sebagai perhiasan dalam bentuk kalung, gelang, dan cincin," kata Phuge.

3 dari 3 halaman

Keterangan Sang Istri

Sementara, istri Phuge, Seema, mengatakan, beberapa orang datang ke rumah mereka di Bhosari pada Thursday malam. Orang-orang itu meminta Phuge untuk menemani mereka.

“ Setelah mengambil suami saya ke Bharatmata nagar di Dighi, mereka menyerangnya dengan batu dan senjata tajam,” kata Seema.

Join Dream.co.id