Erdogan Janji Kerahkan Negara-Negara Muslim untuk Lawan Israel

News | Kamis, 13 Mei 2021 16:36
Erdogan Janji Kerahkan Negara-Negara Muslim untuk Lawan Israel

Reporter : Putu Monik Arindasari

Dalam perbincangan tersebut Erdogan berjanji untuk membantu Palestina melawan Israel dengan mengerahkan negara-negara Muslim di seluruh dunia.

Dream - Konflik antara Israel dan Palestina yang terus berlanjut membuat Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan menelepon Presiden Palestina Mahmoud Abbas serta pemimpin Hamas Ismail Haniya pada Senin, 10 Mei 2021.

Dikutip dari akun instagram @makassar_iinfo, dalam perbincangan tersebut Erdogan berjanji untuk membantu Palestina melawan Israel dengan mengerahkan negara-negara Muslim di seluruh dunia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo)

Erdogan berjanji akan mengerahkan segala upayanya untuk mewujudkan misi itu untuk menghentikan aksi teror dan penyerangan yang dilakukan Israel.

Serangan kepada Palestina kembali dilancarkan oleh Israel pada Selasa 11 Mei 2021. Serangan udara Israel ke Jalur Gaza telah menewaskan total 26 warga Palestina.

Israel melakukan serangan udara setelah Hamas meluncurkan roket ke wilayah Israel pada Senin malam. Hamas sebelumnya mengeluarkan ultimatum agar Israel segera menarik pasukan keamanannya di kawasan kompleks Masjidil Aqsa.

2 dari 10 halaman

Pasukan Elite Israel Ketakutan Melihat 'Neraka Jahanam' di Gaza

Dream - Serdadu pasukan elite Israel dari brigade Golani menceritakan pertempuran pertama mereka di Syujaeyah, timur sebelah timur kota Gaza.

Kepada koresponden koran Maarev dikutip dari laman InfoPalestina, serdadu itu mulai menguraikan apa yang mereka alami selama di Syujaeya.

Mereka melihat semua yang ada di Syujaeyah seperti neraka jahanam.

Para pejuang Gaza telah menunggu di Syujaeyah. Mereka menembaki tentara Israel. Pertempuran saat itu terjadi dalam waktu cukup lama.

Dalam pertempuran itu, serdadu Israel kehilangan 16 anggotanya termasuk seorang komandan tempurnya.

 

3 dari 10 halaman

Pada malam pertama operasi, mereka menyerbu sebelah timur Syujaeyah, khususnya wilayah yang sudah ditentukan sebelumnya.

Namun mereka mendapat perlawanan dari para pejuang Gaza. " Kami ditembaki dengan senjata ringan, ada juga senjata otomatis dan roket RGB" .

Sejumlah perwira Zionis mengatakan, mereka memerangi pasukan perlawanan yang tidak 'kelihatan'.

Para prajurit Gaza datang dan pergi dari tempat dan ke tempat yang mereka tidak ketahui. Mereka masuk satu terowongan dan keluar dari terowongan yang lain.

4 dari 10 halaman

Serdadu yang lain mengatakan, ia beserta teman-teman yang lain, suatu ketika akan menyebu ke salah satu rumah yang dianggap kosong.

Namun ternyata di dalamnya dipenuhi kelompok bersenjata hingga terjadi baku tembak.

" Akhirnya kami melarikan diri yang bisa melarikan diri sementara yang lainya mati terbunuh" .

5 dari 10 halaman

Israel Persulit Nelayan Gaza, Allah Kirim 100 Hiu`

Dream - Hanya dua kilometer dari selatan kota Khan Younis di pantai Jalur Gaza, nelayan Fouad Amoudi melihat gerakan aneh berupa gelombang air laut berwarna putih yang ternyata adalah sekawanan hiu yang tengah lewat.

" Saya segera memanggil beberapa teman dan bergegas untuk menangkap rejeki berharga yang dikirim Allah," kata Amoudi kepada Xinhua dengan senyum lebar di wajahnya dikutip Dream.co.id.

Menurutnya, bukan pekerjaan mudah untuk menangkap sejumlah besar hiu tersebut.

Amoudi dan lima nelayan lainnya mengambil perahu dan jaring tradisional mereka dan berlayar sejauh dua kilometer ke laut, untuk menangkap hiu sebanyak-banyaknya.

Saking banyaknya, Amoudi dan rekan-rekannya terpaksa memanggil puluhan nelayan lainnya untuk membantu mereka.

6 dari 10 halaman

Beberapa lama kemudian, Amoudi dan rekan-rekannya berhasil menangkap sampai 100 ekor hiu, yang masing-masing beratnya berkisar antara 50 sampai 100 kilogram.

" Meskipun kami tidak memiliki kapal ikan besar dan kekurangan alat, kami akhirnya berhasil menangkap sejumlah besar hiu," kata Amoudi.

" Israel telah menutup jalur laut, tapi Allah mengirimkan rezeki kepada kami untuk anak-anak kami."

Israel memberlakukan blokade baik di udara dan darat di Jalur Gaza setelah Hamas menguasai Jalur Gaza yang miskin sejak tahun 2007. Tentara Israel mengobarkan perang sebanyak tiga kali di wilayah tersebut pada tahun 2009, 2012 dan 2014.

7 dari 10 halaman

Sebelum Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di daerah Jalur Gaza pada musim panas tahun lalu, warga diperbolehkan menangkap ikan di laut dengan luas enam mil. Namun saat perang berlangsung, luas tangkapan semakin dikurangi menjadi hanya tiga mil.

Setelah gencatan senjata yang ditengahi Mesir dicapai pada tahun 2014, Israel mengembalikan daerah penangkapan ikan menjadi enam mil lagi.

" Meski sudah gencatan senjata dan membiarkan kami melaut seluas enam mil seperti sebelumnya, angkatan laut Israel tidak pernah berhenti mengejar kapal kami. Mereka menembaki kami hingga banyak nelayan yang tewas atau terluka. Kadang-kadang mereka juga menangkap dan merusak kapal kami," keluh Amoudi.

Tidak hanya Amoudi, tetapi juga 3.000 nelayan di sepanjang garis pantai Jalur Gaza berharap Israel menghentikan serangan terhadap nelayan dan memperluas daerah penangkapan sampai 20 mil seperti dulu sebelum pecahnya Intifada kedua pada akhir September 2000.

8 dari 10 halaman

" Kami berharap pendudukan Israel ini akan berakhir suatu hari dan semua nelayan bisa melaut dengan wilayah yang lebih luas dan juga bisa menyelam," kata Mahmoud, seorang nelayan teman Amoudi.

Dia menambahkan ratusan hiu yang berhasil dia tangkap bersama rekan-rekan yang lain bisa memenuhi kebutuhan makan ratusan keluarga.

Penangkapan ratusan ikan hiu tersebut menghebohkan Jalur Gaza. Nizar Ayyash, Ketua Serikat Nelayan Jalur Gaza mengatakan, fenomena ratusan ikan hiu berada di perairan pantai Jalur Gaza adalah peristiwa alami biasa.

" Ini adalah kondisi yang normal. Setiap tahun, mulai akhir Maret hingga awal April, hiu dan banyak ikan lainnya datang untuk kawin dekat pantai, dan kemudian saat musim berakhir mereka akan menghilang dari pantai Gaza," kata Ayyash.

9 dari 10 halaman

Warga Israel Bersorak Kegirangan Lihat Pohon di Masjidil Aqsa Terbakar

Dream - Warga Israel di Yerusalem bersorak kegirangan, menyusul terbakarnya satu pohon di komplek Masjidil Aqsa. Peristiwa itu bersamaan dengan bentrok antara polisi Israel dengan jemaah Masjidil Aqsa yang sedang beribadah.

Sejumlah video viral di media sosial, menunjukkan puluhan warga Israel bernyanyi bersama-sama di depan tembok pembatas Masjidil Aqsa. Mereka meneriakkan yel-yel dan berlompat-lompat kegirangan.

Sementara api terlihat berkobar di balik tembok. Satu pohon mengalami kebakaran hebat.

Dikutip dari Alarabiya, seorang saksi mata mengatakan pohon tersebut terbakar akibat warga Palestina melemparkan kembang api sebagai serangan balik ke polisi Israel. Peristiwa itu terjadi pada Senin malam, 10 Mei 2021.

10 dari 10 halaman

Bentrokan di Masjidil Aqsa terus terjadi dalam beberapa hari terakhir Ramadan. Lebih dari 200 warga Palestina terluka akibat serangan polisi Israel di luar komplek Masjidil Aqsa di Yerusalem Timur.

Insiden ini dipicu pengusiran paksa warga Palestina dari tempat tinggal mereka di Yerusalem. Ini menyusul kekalahan warga Palestina dalam sengketa di pengadilan melawan warga Israel yang melakukan pendudukan.

Sejumlah aksi perlawanan terus dilakukan warga Palestina. Mulai dari duduk diam di rumah dan mengabaikan perintah pengosongan yang dikeluarkan Israel.


    
Join Dream.co.id