Telepon Vladimir Putin, Erdogan Siap 'Beri Pelajaran' ke Israel

News | Jumat, 14 Mei 2021 17:13
Telepon Vladimir Putin, Erdogan Siap 'Beri Pelajaran' ke Israel

Reporter : Arie Dwi Budiawati

Dua pemimpin ini mendukung Palestina.

Dream – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menelepon Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait serangan Israel kepada warga Palestina. Erdogan mengatakan, komunitas internasional harus memberi Israel " pelajaran" .

Menurut Direktorat Komunikasi Kepresidenan Turki, Erdogan menelepon Putin pada Rabu lalu seiring meningkatnya eskalasi pencaplokan wilayah di Yerusalem Timur oleh Israel, juga serangan ke Jalur Gaza.

Erdogan juga meminta penjaga perdamaian internasional dikirim ke wilayah itu untuk membantu melindungi Palestina. Seruan ini telah disampaikan Turki sejak 2018.

Kekerasan Israel di kompleks Masjidil Aqsa meningkat sejak Ramadan lalu. Polisi Israel bahkan membubarkan paksa jemaah Muslim yang menggelar sholat tarawih di Al Aqsa dengan bom asap dan granat kejut.

Tak hanya di Kota Tua, konflik juga merembet ke Jalur Gaza. Israel dan Hamas saling jual beli serangan. Pejabat kesehatan di Gaza menyebut 56 warga meninggal, termasuk 14 anak-anak. Sementara lebih dari 300 lainya terluka. Sementara, enam pihak Israel dilaporkan tewas.

Sumber: Aljazeera

2 dari 5 halaman

Keteguhan Muslim Palestina Lebih Kuat Daripada Peluru Zionis Israel

Dream - Jemaah Palestina di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem mengatakan mereka bertekad untuk menikmati bulan suci Ramadan di dalam halaman masjid walaupun ada serangan mengerikan dari Israel.

Banyak jemaah di dalam masjid terluka oleh pasukan Israel pada Jumat malam minggu lalu, namun sebanyak 90.000 orang tetap menuju Al-Aqsa pada Sabtu untuk beribadah pada malam Lailatul Qadar.

 

 Keteguhan Muslim Palestina Lebih Kuat Daripada Peluru Zionis Israel
© Dream

 

Banyak dari mereka datang dari jauh, dari Tepi Barat yang telah diduduki Israel meski dihuni mayoritas warga Palestina, walaupun bus-bus mereka dihalangi oleh polisi Israel. Banyak yang turun dan mulai jalan kaki menuju Yerusalem, kemudian dijemput orang Yerusalem Palestina dengan mobil mereka, mengangkut jemaah yang datang dari jauh menuju Al-Aqsa.

3 dari 5 halaman

Lebih Kuat Dari Peluru

Mohammed Atiq, dari kota Jenin di Tepi Barat, mengatakan serangan hari Jumat di Al-Aqsa tidak menyurutkan tekad pada jemaah.

“ Mereka mulai berusaha membersihkan Al-Aqsa, berusaha merusak ibadah malam,” ujarnya kepada Middle East Eye, dikutip Selasa 11 Mei 2021.

“ Tapi kehendak para jemaah lebih kuat daripada peluru.”

Biasanya pada 10 malam terakhir Ramadan, Al-Aqsa sangat ramai. Banyak jemaah beriktikaf di dalam masjid, baik perempuan dan laki-laki.

 

4 dari 5 halaman

Harus Terikat dengan Al-Aqsa

Suad Abu Eraim, dari kota Yatta di Tepi Barat selatan, mengatakan dia melalui perjalanan yang sulit untuk sampai di Yerusalem, mengabiskan waktu berjam-jam menunggu di pos pemeriksaan Israel.

Suad mengatakan dia pergi ke Al-Aqsa kapan pun dia punya kesempatan, yang biasanya terjadi ketika dia dapat memanfaatkan pelonggaran pembatasan untuk mengakses Yerusalem selama Ramadan.

“ Ini masjid Al-Aqsa, ini masjid kami, kami harus tetap terikat dengannya,” ujarnya kepada Middle East Eye.

“ Kami harus ada di sini, kaum tua atau muda, dari berbagai tempat.”

5 dari 5 halaman

Ketegangan di Perbatasan

Ketegangan di Yerusalem meningkat sepanjang bulan ini. Warga Palestina yang berkumpul pada malam hari di pintu masuk Gerbang Damaskus menuju Kota Tua, harus dihadapkan dengan pasukan Israel yang berusaha membubarkan paksa mereka pada pekan pertama Ramadan.

Baru-baru ini, situasinya mencapai titik didih di lingkungan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki, di mana unjuk rasa berlangsung untuk menentang rencana penggusuran keluarga Palestina yang diserang polisi Israel.

Terlepas dari kekerasan tersebut, banyak warga Palestina tetap bersikeras melanjutkan ibadah malam mereka di Al-Aqsa.

Sumber: merdeka.com

Join Dream.co.id