Musibah Pilu Murid SMPN 1 Turi Terhanyut Saat Susur Sungai, Air Mendadak Meluap!

News | Sabtu, 22 Februari 2020 09:34
Musibah Pilu Murid SMPN 1 Turi Terhanyut Saat Susur Sungai, Air Mendadak Meluap!

Reporter : Maulana Kautsar

Ratusan peserta sedang melakukan kegiatan kepramukaan susur sungai. Dilaporkan beberapa siswa meninggal dunia

Dream - Empat orang siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur sungai di Sungai Sempor, Kecamatan Turi, meninggal dunia.

" Murid hanyut yang sudah ditemukan berjumlah 6 orang. Empat orang diketemukan meninggal dunia, dua di antaranya sudah teridentifikasi atas nama Nur Azizah dan Arisma," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo, Jumat, 21 Februari 2020.

Agus mengatakan para siswa yang mengikuti kegiatan pramuka merupakan siswa kelas 7 dan 8 SMPN 1 Turi. Total, para siswa yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 257 orang.

Meski begitu, kata Agus, data jumlah murid yang mengalami insiden hingga kemarin masih simpang siur.

Agus menyebut, para siswa terseret arus sungai saat melakukan penyusuran. " Ketika para murid melakukan penyusuran, tiba-tiba terjadi banjir dengan arus deras yang akhirnya menghanyut beberapa murid," ucap dia.

Tim gabungan dari SAR dan Polres Sleman sampai kemarin masih berusaha melakukan pencarian korban hanyut. Pihak BPBD dan TNI turut membantu dalam penanganan darurat.

2 dari 5 halaman

Susur Sungai, 257 Pelajar di Sleman Terseret Banjir

Dream - Ratusan siswa SMPN 1 Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, terseret arus Sungai Sempor. Peristiwa ini terjadi saat 257 siswa menjalani kegiatan Pramuka dengan agenda susur sungai, Jumat 21 Februari 2020.

" Kegiatan yang dilakukan yakni susur Sungai Sempor, pada saat turun ke sungai di lokasi belum hujan, tetapi di hulu sudah hujan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Makwan, dilaporkan .

Menurut Makwan, saat ini proses evakuasi dan pendataan para siswa di sekolah sedang dilakukan. Sementara itu, tim SAR gabungan menyisir sepanjang aliran Sungai Sempor.

Dia mengatakan, data sementara 257 siswa ikut Pramuka susur sungai, yang sudah terdata di sekolah 154 murid.

" Ada yang langsung pulang, kondisi luka-luka empat dibawa ke Klinik SWA, empat dibawa ke Puskesmas Turi, satu dibawa ke Klinik Purihusada," ucap dia.

Sumber: 

3 dari 5 halaman

Tragis, Lamar Kekasih di Bawah Air Pria Ini Tewas Tenggelam

Dream - Maksud hati ingin membuat momen yang romantis, pengalaman Kenesha Antoine dan pasangannya Steven Weber malah berakhir tragis. Pasangan asal Amerika Serikat ini, pada pertengahan September kemarin memutuskan untuk pergi liburan ke Tanzania.

Mereka ingin menikmati indahnya alam Tanzania dan menyelam di lautan lepas. Rupanya, momen liburan itu dimanfaatkan oleh Weber untuk melamar Antoine.

Secarik kertas telah disiapkan Weber berisi pertanyaan " Maukah kau menjadi istriku?" untuk Antoine. Setelah memperlihatkan kertas tersebut, Weber pun membuka kotak yang berisi cincin.

4 dari 5 halaman

Tenggelam

Pertanyaan itu sebenarnya langsung dijawab oleh Antoine. Ia langsung mengiyakan, tapi Weber tak pernah mendengarnya. Setelah memperlihatkan kotak cincin tersebut, Weber tampak kehabisan napas.

Siapa sangka ternyata setelah lamaran itu, Weber " tidak pernah muncul dari kedalaman" untuk mendengar jawaban Antoine. Hal tersebut diungkapkan Antoine di laman Facebooknya.

“ Kita tidak pernah berpelukan dan merayakan sisa hidup kita bersama, karena hari terbaik dalam hidup kita berubah menjadi yang terburuk, dalam putaran nasib yang paling kejam yang bisa dibayangkan,” tulis Antoine dalam status Facebooknya.

5 dari 5 halaman

Momen terakhir

 Antoine dan Weber© Facebook

Lamaran di bawah air ternyata jadi momen terakhir Antoine berkomunikasi dengan Weber. Sang kekasih tewas tenggelam setelah melamarnya. Kasus kematian Weber menjadi perbincangan di media sosial.

Pihak US Department of State juga sudah mengonfirmasi kematian warganya di Tanzania. Mereka menyampaikan rasa dukua dan akan membantu mengurus semuanya.

" Kami menyampaikan belasungkawa tulus kami kepada keluarga atas kehilangan mereka. Kami siap untuk memberikan semua bantuan konsuler yang tepat," kata pihak US Department of State.

Sumber: The Independent

Terkait
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup
Join Dream.co.id