Dua Mobil Laboratorium Dialihkan ke Daerah Lain, Risma Murka

News | Jumat, 29 Mei 2020 20:44
Dua Mobil Laboratorium Dialihkan ke Daerah Lain, Risma Murka

Reporter : Ahmad Baiquni

Risma menegaskan dua mobil bantuan dari BNPB tersebut adalah permintaan khusus darinya.

Dream - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, murka mendengar kabar pengalihan dua mobil laboratorium bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ke daerah lain. Sedianya, dua mobil tersebut dikirim khusus untuk Kota Surabaya.

Risma segera menghubungi sejumlah pihak yang sebelumnya dimintai bantuan mendatangkan mobil tersebut. Dia juga melaporkan peristiwa tersebut kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat, Letjen Doni Monardo.

Dia juga menunjukkan bukti percakapannya dengan Doni melalui aplikasi. Risma menegaskan dua unit mobil tersebut merupakan permintaannya yang langsung disampaikan kepada Doni untuk mempercepat pelaksanaan tes Covid-19.

" Teman-teman lihat sendiri, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni, jadi saya sendiri yang memohon kepada beliau, kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu," kata Risma, dikutip dari Liputan6.com.

Dalam percakapan tersebut, Risma juga menyampaikan kepada Doni mengenai pengalihan mobil laboratorium yang seharusnya khusus untuk Surabaya ke daerah lain. Doni pun menyatakan akan memeriksa keberadaan mobil tersebut karena diprioritaskan untuk Surabaya.

2 dari 3 halaman

Penjelasan Dinas Kesehatan Kota Surabaya

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya, Febria Rachmanita, menjelaskan, awalnya mobil tersebut dijadwalkan untuk pemeriksaan di Kota Surabaya pada Kamis, 28 Mei 2020.

Beberapa saat setelah tiba, mobil itu langsung digunakan untuk pemeriksaan pasien karantina di Hotel Asrama Haji dan Dupak Masigit yang di tempat tersebut ada warga Krembangan Selatan.

" Jadi, bantuan dari BNPB itu dua unit mobil laboratorium dan sudah kami tentukan titik-titiknya selama mobil itu berada lima hari di Kota Surabaya," kata Febria.

Setiap titik, kata dia, disiapkan 200 orang untuk menjalani tes swab, baik mereka yang belum menjalani swab maupun yang swab ulang. " Supaya cepat selesai penanganannya," kata dia.

 

3 dari 3 halaman

Dua Kali Batalkan Tes

Tetapi, jadwal terpaksa dimundurkan pukul 13.00 WIB karena mobil ternyata diarahkan ke Rumah Sakit Unair, bukan ke Hotel Asrama Haji. Sehingga, pasien disiapkan menjalani tes mulai pukul 12.30 WIB.

" Ternyata, mobil itu tidak datang-datang hingga kami menunggu sekitar lima jam dan mobil itu baru datang sekitar pukul 18.30 WIB. Dan ternyata kemarin dua mobil itu dibawa ke Unair satu dan satu mobil lagi dibawa ke daerah lain," kata Febria.

Dia memastikan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr. Joni Wahyuadi, menjanjikan mobil digunakan di Surabaya setelah dari daerah lain. Alhasil, pihaknya menyiapkan warga Kelurahan Tanah Kali Kedinding sebanyak 200 orang untuk tes.

" Kami sudah siapkan sejak pukul 07.00 WIB dan warga sangat antusias untuk mengikuti tes tersebut. Tapi tak lama kemudian saya mendapatkan kabar bahwa dua mobil itu sama-sama dialihkan ke luar daerah. Akhirnya, kami dua kali membubarkan pasien untuk melakukan tes swab," kata dia.

Join Dream.co.id