Jokowi Putuskan Kepastian Haji Bulan Depan?

News | Jumat, 29 Mei 2020 19:01
Jokowi Putuskan Kepastian Haji Bulan Depan?

Reporter : Ahmad Baiquni

Saat ini, Indonesia masih menunggu keputusan Saudi.

Dream - Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto, mengatakan kepastian mengenai penyelenggaraan haji Indonesia 2020 diputuskan awal Juni. Keputusan akan dibuat oleh Presiden Joko Widodo.

" Ibadah haji sebenarnya waktu raker kemarin sepakat akan rapat di 24 Mei, tapi setelah saya berkomunikasi dengan Kemenag, Pak Menteri dan Pak Sekjen, oh Pak Jokowi itu mengarahkan keputusan batal atau tidaknya tahun ini di awal Juni," ujar Yandri, dikutip dari Merdeka.com.

Yandri berharap pada awal Juni sudah ada keputusan terkait haji. " Harapan kita, ibadah haji bisa berjalan baik, normal," kata dia.

Meski begitu, Yandri mengatakan Indonesia tetap menunggu keputusan dari Pemerintah Arab Saudi terkait haji 2020. Saat ini, status Indonesia masih menunggu keputusan Saudi.

" Jadi kenapa kita tidak melaksanakan rapat sebelum lebaran kemarin, karena saya sudah berkomunikasi dengan Menag dan Sekjen Kemenag. Hasil komunikasi pemerintah RI dan Arab, belum ada keputusan dari Saudi Arabia," kata dia.

 

2 dari 6 halaman

Minta Saudi Segera Buat Keputusan

Dia pun sangat berharap Saudi dapat segera mengeluarkan keputusan. Sebab, keputusan yang diambil akan berpengaruh pada proses penyiapan ibadah haji oleh negara pengirim jemaah seperti Indonesia.

" Karena kalau terlalu mepet tidak mungkin melaksanakan pemberangkatan," kata dia.

Lebih lanjut, Yandri mengatakan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan satu dua orang melainkan ratusan ribu jemaah. Termasuk sola perawat, hotel, catering, sehingga persiapan mendadak tidak mungkin dilakukan.

" Oleh karena itu, kami minta pemerintah Arab Saudi memberikan kepastian, bisa atau tidak. Jangan sampai nanti, ketika kita sudah mepet, ternyata membolehkan, kita bisa disalahkan umat, kenapa tidak berangkat," ucap Yandri.

Sumber: /Wilfridus Setu Embu

3 dari 6 halaman

Kepastian Musim Haji 2020 dari Saudi Ditunggu Sampai Awal Juni

Dream - Menteri Agama, Fachrul Razi, menyatakan tanggal akhir penantian kepastian penyelenggaraan haji dari Arab Saudi dimundurkan hingga 1 Juni 2020. Keputusan ini diambil setelah ada arahan dari Presiden Joko Widodo.

" Semoga ada perkembangan baik terkait penanganan Covid-19, baik di Indonesia maupun di Arab Saudi," ujar Fachrul, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

Selain atas arahan Jokowi, Fachrul melihat ada geliat persiapan haji yang dikerjakan pemerintah Saudi. Contohnya, kata dia, ada aktivitas pemasangan tenda di Arafah oleh Muassasah Asia Tenggara.

" Sejak 17 Mei lalu, tenda di Arafah sudah mulai terpasang," kata Fachrul.

Alasan lainnya, sebagian daerah masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua pihak diharapkan berkonsentrasi dalam mengefektifkan PSBB agar Covid-19 dapat segera tertangani.

" Semoga PSBB ini efektif dan Covid-19 segera teratasi," kata dia.

4 dari 6 halaman

Saudi Akan Umumkan Akhir Ramadhan

Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah, Nizar Ali, menyatakan bahwa Saudi akan menyampaikan pengumuman resmi mengenai penyelenggaraan ibadah haji pada akhir Ramadhan mendatang. Informasi itu diperoleh Kemenag dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. 

" Saya juga sudah bersurat ke Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar bisa ikut mengkomunikasikan masalah kepastian haji tahun ini melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta," kata Nizar.

Selanjutnya, Nizar menegaskan Kemenag siap menjalankan keputusan apapun yang ditetapkan Saudi. Sebab, Kemenag telah menyiapkan mitigasi atas kemungkinan penyelenggaraan haji tahun ini apakah batal atau tidak.

" Mitigasinya sudah kami siapkan sehingga apapun keputusannya nanti, kami siap melaksanakan," kata dia.

5 dari 6 halaman

Kemenag Harap Saudi Segera Putuskan Haji Sebelum Ramadhan Berakhir

Dream - Gara-gara pandemi virus corona, penyelenggaraan ibadah haji tahun ini belum juga ada kepastian. Kementerian Agama berhadap Pemerintah Arab Saudi memberikan keputusan mengenai ibadah haji 1441 H sebelum bulan Ramadhan selesai.

" Kami berharap informasi pasti apakah haji tahun ini diselenggarakan atau batal bisa segera diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Semoga sebelum akhir Ramadhan," terang Juru Bicara Kementerian Agama, Oman Fathurahman, dalam keterangan tertulisnya, Senin 18 Mei 2020.

Menurut Oman, kepastian penyelenggaraan haji sangat penting, mengingat waktunya sudah semakin dekat. Sedangkan Kemenag membutuhkan waktu untuk melakukan banyak persiapan.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, tambah Oman, telah berkoordinasi dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri agar bisa ikut mengkomunikasikan hal tersebut melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta. Selain itu, juga proaktif menghubungi Saudi.

" Informasi mengenai kepastian penyelenggaran ibadah haji tersebut menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan-peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan dan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini," kata dia.

 

6 dari 6 halaman

Persiapan Jalan Terus

Oman mengatakan, Kemenag sampai saat ini terus menggelar persiapan haji. Masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap kedua juga masih dibuka.

Terkait layanan, sudah dijalankan sejumlah persiapan meski belum sampai pada tahapan pengikatan kontrak kerja sama. Ini mengingat adanya surat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Nomor 410711030 tanggal 11 Rajab 1441H/6 Maret 2020 berisi permohonan untuk menunggu dalam penyelesaian kewajiban baru hingga jelasnya masalah Covid-19.

" Jadi persiapan di Saudi sudah dilakukan namun hingga saat ini Kementerian Agama belum melakukan penandatanganan kontrak maupun pembayaran uang muka atas pelayanan jemaah haji di Arab Saudi," kata Oman.

Lebih lanjut, Oman menjelaskan Kemenag juga telah menyiapkan mitigasi jika haji dilaksanakan atau tidak. Sehingga, apapun keputusan Saudi, Kemenag sudah siap melaksanakannya baik batal maupun tidak.

" Mitigasi tersebut juga mencakup langkah yang akan Indonesia ambil jika Saudi tidak kunjung memberi kepastian, padahal waktu persiapan sudah semakin mepet," kata dia.

Join Dream.co.id