UEA Mau Diajak Damai, Trump Sebut Israel Tunda Caplok Tepi Barat

News | Sabtu, 15 Agustus 2020 06:01
UEA Mau Diajak Damai, Trump Sebut Israel Tunda Caplok Tepi Barat

Reporter : Ahmad Baiquni

Perjanjian ini dinilai akan mengakhiri upaya aneksasi Israel atas wilayah Palestina.

Dream - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemimpin Israel dan Uni Emirat Arab telah membuat kesepakatan damai. Dia menyebut kesepakatan itu dengan normalisasi hubungan penuh dan menilainya sebagai terobosan diplomatik bersejarah.

Dilaporkan CNN, Israel dan UEA berencana bertukar kedutaan besar. Kesepakatan ini akan membuat UEA menjadi negara Timur Tengah ketiga yang membuka hubungan diplomatik dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

" Kesepakatan ini merupakan langkah signifikan untuk membangun Timur Tengah yang lebih damai, aman, dan makmur," ujar Trump.

" Itu akan dikenal sebagai Abraham Accord," kata Trump menyebut perjanjian itu.

 

2 dari 4 halaman

Inginnya Disebut Donald J Trump Accord

Nama perjanjian itu didapatkan Trump dari Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman. Nama itu dipilih merujuk pada sosok Abraham atau Ibrahim yang merupakan bapak dari tiga agama besar yaitu Yahudi, Kristen dan Islam.

" Saya ingin itu disebut Donald J Trump Accord tetapi saja tidak berpikir pers akan mengerti itu," kata Trump sembari tertawa.

Trump juga menyebut kesepakatan ini membuat Israel akan menangguhkan sementara rencana pencaplokan kawasan Tepi Barat.

 

3 dari 4 halaman

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas tegas menolak perjanjian tersebut. Lewat juru bicaranya, Abu Rudeineh, Abbas menyatakan hal itu sebagai bentuk " pengkhianatan terhadap Yerusalem, Al Aqsa, dan perjuangan Palestina."

Pejabat otoritas Palestina bahkan menyatakan tidak mengetahui adanya perjanjian damai antara Israel dengan UEA.

" Tidak. Kami dibutakan. Ini benar-benar intrik penjualan," kata veteran negosiator Hanan Ashrawi.

 

4 dari 4 halaman

Sementara juru bicara Hamas di Gaza, Fawzi Barhoum, menyatakan perjanjian damai tersebut adalah serangan dari belakang.

" Normalisasi adalah tusukan dari belakang perjuangan Palestina dan itu hanya mendukung Israel," kata Fawzi.

Terpisah, Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga penguasa de facto UEA, Syeikh Muhammad bin Zayid Al Nahyan menyatakan perjanjian ini akan menghentikan upaya aneksasi Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina.

Sumber: Liputan6.com

Join Dream.co.id