Kelompok Intoleran Serang Acara Midodareni di Solo, 3 Terluka

News | Senin, 10 Agustus 2020 15:30
Kelompok Intoleran Serang Acara Midodareni di Solo, 3 Terluka

Reporter : Ahmad Baiquni

Kasus ini tengah ditangani Polresta Surakarta.

Dream - Acara pranikah adat Jawa, Midodareni, yang dilanjut doa bersama diserang kelompok intoleran. Mereka berusaha membubarkan paksa acara yang berlangsung di Kampung Mertodranan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu malam, 8 Agustus 2020.

Prosesi Midodareni awalnya dimulai pukul 17.00 WIB. Tiba-tiba, sekelompok orang merangsek masuk ke lokasi acara dan melakukan pemukulan.

Kapolresta Surakarta, Komisaris Besar Andy Rifai, menyatakan bahwa polisi langsung bergerak usai mendapat laporan mengenai penyerangan tersebut. Sejumlah personel polisi diterjunkan untuk mengamankan dan melindungi para korban.

" Kami masih memburu dan segera menangkap pelaku intoleran yang berani berbuat anarki di Solo," ujar Andy, dikutip dari Merdeka.com.

2 dari 3 halaman

Andy mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif juga melapor ke polisi agar mendapatkan perlindungan.

" Kami juga mengapresiasi dukungan dari Banser yang memotivasi kami bisa mengungkap kasus di Pasar Kliwon itu, saya mengajak warga Kota Solo untuk bersatu menciptakan Solo aman, damai, toleran, dan Bhinneka Tunggal Ika," kata dia.

Andy menjelaskan sebanyak tiga orang terluka dalam insiden ini. Tetapi, kondisi para korban cenderung membaik dan bisa rawat jalan.

Kasus ini masih dalam penanganan Polresta Surakarta. Kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi atas kasus ini.

 

3 dari 3 halaman

Secara terpisah, Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mendesak kepolisian menindak tegas para pelaku intoleran di Kampung Mertodranan. Indonesia adalah negara hukum, maka pelakunya harus diusut demi menjaga kepercayaan publik.

" Selain itu, kami juga mengecam tindakan brutal dan main hakim sendiri oleh sekelompok orang di Solo," ujar Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahuddin Aly.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surakarta, Arif Sarifudin, mengaku prihatin dengan insiden intoleran ini. Peristiwa tersebut terjadi di tengah situasi Kota Solo yang cenderung aman dan damai.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing. Juga secara bersama menjaga Kota Solo tetap damai.

" Kita jaga Solo agar tetap aman dan kondusif, terlebih menjelang Pilkada 2020," kata Arif.

Sumber: Merdeka.com

Join Dream.co.id