Dituduh Tularkan Corona, Dokter Cantik Italia Dibunuh Kekasih

News | Senin, 6 April 2020 11:02
Dituduh Tularkan Corona, Dokter Cantik Italia Dibunuh Kekasih

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Lorena Quarante masuk dalam jajaran tim medis yang turut menangani virus corona di Italia.

Dream - Nasib tragis dialami Lorena Quarante, 27 tahun. Dia harus meregang nyawa bukan karena virus corona namun di tangan perawat pria yang juga kekasihnya, Antonio De Pace, 28 tahun.

Lorena merupakan dokter muda di Sicilian Hospital. Dia direkrut Pemerintah Italia untuk terlibat dalam penanganan virus corona.

Dikutip dari Metro, dalam pemeriksaan kepolisian, Antonio mengaku mencekik sang pacar hingga mati. Alasannya, Lorena telah menularkan Covid-19 kepadanya.

Setelah membunuh sang pacar, Antonio memanggil petugas kepolisian setempat dan mengakui perbuatannya. Tak lama, polisi datang dan menemukan jasad Lorena di apartemen pasangan tersebut.

Sementara, Antonio ditemukan terkapar lemas dengan pergelangan tangan terpotong. Antonio kemudian dibawa ke jaksa penuntut.

" Saya membunuhnya karena dia memberi saya virus corona," ucap Antonio. Padahal, tes virus corona yang dilakukan pada Antonio dan Lorena menunjukkan hasil negatif.

 

2 dari 6 halaman

"Salam Perpisahan"

Lorena dikenal sebagai seorang yang peduli tentang kondisi para dokter yang bekerja di tengah wabah ini.

Sebelum hari kematiannya, Lorena sempat menulis di laman Facebooknya, " Sekarang, lebih dari sebelumnya kita perlu menunjukkan tanggung jawab dan cinta untuk kehidupan."

" Kamu harus menghormati dirimu sendiri, keluargamu dan negara. Kamu harus berpikir dan mengingat orang-orang yang mendedikasikan hidup mereka setiap hari untuk merawat pasien," tambah dia.

Dalam tulisan itu, Lorena mengajak orang-orang untuk tetap tinggal di rumah.

Sebulan sebelum kejadian tragis ini, Antonio sempat memberikan Lorena pesan ucapan selamat atas kelulusannya.

" Untuk mencapai impian kita, kamu harus bekerja keras dengan tekad dan kamu adalah buktinya. Aku berharap kamu terus mengejar mimpimu, selalu menjalani kehidupan yang selalu kamu bayangkan. Bagus sekali! Selamat dokter atas kelulusanmu yang cemerlang," tulis Antonio.

Sebagai catatan, Italia menjadi negara dengan angka korban meninggal tertinggi akibat wabah virus corona.

Hingga Rabu 1 April 2020, tercatat 12.248 postif corona dan 105.792 meninggal dunia.

3 dari 6 halaman

Curahan Hati Perawat Pasien Corona Terpaksa Bergantian Pakai Masker N95

Dream - Kelangkaan alat pelindung diri (APD) bagi para perawat tidak hanya terjadi di Indonesia. Amerika Serikat (AS) sebagai salah satu negara kaya bahkan kekurangan stok masker bedah untuk para tenaga medisnya.

Aturan penggunaan masker di rumah sakit di Chicago, Illinois bahkan membuat seorang perawat terpaksa mengundurkan diri dari pekerjaan. 

Perawat bernama Imaris tersebut harus mengundurkan diri karena tidak diperbolehkan menggunakan masker yang dia miliki. Sang perawat harus menggunakan masker N95 milik rumah sakit yang dipakai bergantian.

Dia membagikan keresahannya melalui unggahan Instagram. Dia bercerita bahwa suatu ketika harus menangani pasien positif covid-19 di ruang ICU. 

Dia tersadar bahwa tidak ada satupun perawat yang menggunakan masker atau alat pelindung kesehatan.

Perawat yang bertanggung jawab di bagian ICU membagikan masker N95 dalam kantong kertas cokelat untuk mereka gunakan kembali dan harus digunakan seharian. Imaris kemudian merasa khawatir dengan tingginya kontaminasi pada masker N95 yang harus digunakan sepanjang hari tersebut.  

Manajer Imaris kemudian berkata pihak rumah sakit mungkin akan mempertimbangkan beberapa staf untuk memakai masker bedah saja. Menurut Imaris masker bedah tidak akan melindungi mereka.

4 dari 6 halaman

Amerika Tidak Siap

Dilaporkan World of Buzz, Imaris menegaskan bahwa 90 persen pasien di rumah sakit tersebut adalah pasien positif Covid-19 dengan kondisi parah.

" Kita harus mengasumsikan semua orang terinfeksi, terutama dirumah sakit dan tidak seorang pun dirumah sakit yang memiliki masker anti virus," kata dia.

Kemudian Imaris bertanya ke manajernya apakah dia bisa menggunakan masker N95 miliknya. Tetapi manajernya tidak memperbolehkan Imaris menggunakannya.

Setelah kejadian itu, Imaris mengundarkan diri dan membagikan ceritanya di jejaring sosial instagram.

" Terlihat bahwa hal ini tidak akan menjadi lebih baik. Amerika tidak siap dan perawat tidak dilindungi," kata Imaris.

5 dari 6 halaman

Jokowi: Kita Butuh 3 Juta APD Hingga Mei

Dream - Presiden Joko Widodo mendapat laporan mengenai pasokan Alat Pelindung Diri (APD) dalam negeri masih terbatas. Padahal, kebutuhan APD saat ini hingga Mei sangat banyak.

" Perhitungan menunjukkan bahwa kita membutuhkan kurang lebih tiga juta APD hingga akhir Mei," ujar Jokowi, dikutip dari Liputan6.com.

Untuk mengatasi kelangkaan tersebut, Jokowi meminta segera dilakukan pengadaan APD dalam jumlah besar. Selain itu, dia juga meminta produksi APD dalam negeri menjadi prioritas untuk kebutuhan pasokan yang semakin menipis.

" Data yang saya terima ada 18 perusahaan produsen APD di negara kita," kata Jokowi.

Agar proses produksi tidak terhambat, Jokowi juga meminta diberikan kemudahan impor bahan baku. " Berikan kemudahan," kata dia.

Menurut Jokowi, sudah ada 165 ribu APD yang telah disalurkan ke seluruh daerah di Indonesia. Dia berharap seluruh tenaga medis dapat aman bekerja dengan APD dan peralatan kesehatan yang memadai.

" Saya juga minta ini betul-betul dipantau, dari provinsi harus segera dikirim ke rumah sakit yang ada di daerah sehingga bisa memberikan layanan kesehatan yang baik kepada masyarakat," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/Lizsa Egeham.

6 dari 6 halaman

Jokowi Siapkan Perpres dan Inpres Mudik Cegah Corona

Dream - Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menyatakan pemerintah tengah menyiapkan aturan hukum untuk mengatur arus mudik Lebaran 2020. Aturan ini diperlukan mengingat sudah ada sebagian orang mudik padahal Indonesia tengah menghadapi infeksi virus corona.

" Pemerintah menyiapkan Peraturan Presiden (Perpres) dan Instruksi Presiden (Inpres) sebagai dasar hukum pengaturan mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah untuk mencegah persebaran Covid-19," ujar Fadjroel, dikutip dari Merdeka.com.

Menurut Fadjroel, Jokowi telah meminta seluruh pihak untuk fokus pada pencegahan meluasnya Covid-19. Caranya dengan mengurangi mobilitas antardaerah untuk memutus mata rantai persebaran virus corona.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak mudik. Sedangkan kepala daerah diharapkan meningkatkan kewaspadaan mengingat sudah ada masyarakat yang terlanjur mudik.

" Tetapi tidak melakukan screening secara berlebihan," kata Fadjroel.

Lebih lanjut, Fadjroel mengingatkan keselamatan masyarakat harus menjadi hal utama. Sehingga, pemerintah daerah diminta untuk selalu waspada.

" Artinya, keselamatan rakyat ialah hukum tertinggi," kata dia.

Sumber: Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

Join Dream.co.id