Viral Digetok Tukang Tambal Ban Rp600 Ribu, Pemkab Banyuwangi Turun Tangan

News | Senin, 6 Juli 2020 15:30

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Kasus tukang tambal ban menarik ongkos Rp600 ribu di Banyuwangi membuat geger jagat maya.

Dream - Kasus tambal ban dengan harga selangit langsung melirik perhatian Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan, Banyuwangi melakukan investigasi dan koordinasi dengan pemilik bengkel.

Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, Rr Nanin Oktaviantie. Ia mengatakan, dinasnya telah memberikan atensi pada kasus viral tambal ban harga selangit di Banyuwangi.

“ Tentu ini menjadi atensi dari Dinas Koperasi melakukan investigasi atas adanya keberatan konsumen yang viral di media sosial. Kami akan turun ke lapangan mengecek kebenaran kasus ini,” ujar Nanin, Minggu 5 Juli 2020.

Viral Digetok Tukang Tambal Ban Rp600 Ribu, Pemkab Banyuwangi Turun Tangan
Ilustrasi Tambal Ban (Shutterstock)
2 dari 5 halaman

Nanin mengaku perselisihan perdagangan seperti ini sebenernya bisa dikomunikasikan dengan baik antara konsumen dan pemilik bengkel. Oleh karena itu, pihaknya terlebih dahulu melakukan investigasi dan berkoordinasi kepada pemilik bengkel dan konsumen.

“ Ya nanti kita lakukan [investigasi dan koordinasi]. Secepatnya agar masalah ini menjadi clear,” tambahnya.

Nanin berharap tidak terjadi lagi adanya kasus seperti ini. Sebab hal ini juga akan merusak citra dan nama baik Banyuwangi sebagai kota tujuan wisata. Pemilik bengkel bisa menjelaskan terlebih dahulu harga kepada konsumen.

“ Kami berharap tidak ada lagi hal seperti ini. Tentu saja juga pesan kami kepada siapapun yang melayani jasa maupun perdagangan untuk memberikan harga yang sesuai dengan harga di pasaran. Sesuaikan dengan kesepakatan di awal,” pungkasnya.

3 dari 5 halaman

Sebelumnya sebuah foto kuitansi biaya tambal ban selangit di Banyuwangi viral di media sosial. Dalam kuitansi tersebut, tertulis nominal Rp600 ribu untuk ongkos jasa dan jenis tambal ban.

Foto tersebut viral di WhatsApp Grup (WAG) di Banyuwangi, Sabtu 4 Juli 2002. Foto tersebut langsung menyebar cepat dan mengundang banyak komentar.

Dalam kuitansi itu tertulis dua bongkar pasang Rp50.000 dan dua press silicon Rp550.000. Tertera pula nama bengkel yang beralamatkan di Jl Dr. Soetomo Banyuwangi.

Sumber: Madiunpos

4 dari 5 halaman

Istri Telah Tiada, Tukang Tambal Ban di Cianjur Kerja Sambil Gendong Anak

Dream - Kisah sedih dapat ditemukan di mana-mana. Diunggah akun Instagram @ndorobeii, ada kisah seorang lelaki penambal ban yang menggendong anaknya di sekitaran Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Rancaagong, Cianjur.

Lelaki tersebut tengah menggendong anaknya dengan kain agar tidak terjatuh.

" Berbekal kain, anaknya digendong bapak ini saat bekerja, bahkan sampai tertidur lelap," tulis akun @ndorobeii seperti diakses Dream, Senin, 18 November 2019.

Dilaporkan si pemilik akun, bapak tukang tambal ban itu membawa buah hatinya bekerja karena istrinya telah meninggal dunia tiga bulan lalu karena sakit.

" Di saat perhatian lebih dari seorang ibu, saat usianya beranjak besar, takdir berkata lain, ibunya meninggal," kata akun tersebut.

5 dari 5 halaman

Dalam video itu terlihat, meski harus menggendong anak, bapak tersebut nampak tak kesulitan melakukan pekerjaan.

Warganet pun segera meminta akun @ndorobeii membuka donasi untuk membantu sang bapak penambal ban.

" Ndoro lekas open donasi, kasihan bapaknya, setidaknya bikin tempat kerjanya lebih bagus, biar anaknya juga bisa istirahat yang nyaman, bapaknya juga bisa istirahat dengan nyaman, gak tega beneran," tulis seorang warganet.

" Bersyukurlah kita semua dengan apa yang kita punya saat ini. Masih bisa makan enak, tidur di tempat yang empuk, masih bisa main sosmed. Bekerja di tempat yang layak. Jangan banyak mengeluh. Masih banyak yang lebih susah daripada kita. Semoga sehat selalu Bapak," tulis yang lain.

" Respect Pak beliau lebih milih kerja keras daripada meminta-minta. Aku yakin kelak anak Bapak akan memuliakan Bapak dan berhasil jadi orang sukses," kata yang lain.

Join Dream.co.id