Utusan PBNU Bertemu Grand Syeikh Al Azhar

News | Jumat, 28 Juni 2019 18:01
Utusan PBNU Bertemu Grand Syeikh Al Azhar

Reporter : Ahmad Baiquni

Gus Hayid mengusulkan penguatan kerja sama dengan Al Azhar.

Dream - Rombongan utusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam akademi Tadribut Du'at wal Aimmah (Pelatihan Da'i dan Imam) di Universitas Al Azhar Asy Syarif, bersama para peserta lainnya berkesempatan bertemu berbincang dengan Grand Syeikh Al Azhar, Syeikh Dr Muhammad At Tayyep.

Rombongan diterima Syeikh At Tayyep di kantornya di Masyikhah, Kairo, Mesir pada Kamis, 27 Juni 2019.

Pimpinan rombongan Indonesia yang juga Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LDNU), KH Muhammad Nur Hayid atau Gus Hayid mengatakan, pertemuan berlangsung begitu hangat.

Syeikh At Tayyep menyambut para peserta dengan penuh kasih sayang. Dalam pertemuan itu, terjadi dialog yang begitu intensif mengenai Islam.

" Salah satunya dialog tentang bagaimana membangun Islam washatiyah dan Islam yang diajarkan Rasulullah," ujar Gus Hayid. 

Syeikh At Tayyep kemudian menyampaikan harapan kepada para peserta, agar menyebarkan risalah Islam sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW ketika kembali ke Tanah Air.

" Dan selalu menebarkan rahmat dan kasih sayang," kata Syeikh At Tayyep seperti ditirukan Gus Hayid.

2 dari 7 halaman

Kerja Sama Penguatan SDM

Usai pertemuan itu, kata Gus Hayid, Syeikh Tayyep mengajak perwakilan peserta untuk berdialog secara intensif.

Gus Hayid selaku kepala rombongan bersama Ustaz Mulyadi, pengasuh salah satu pesantren di Bekasi menjadi perwakilan rombongan dari Indonesia dalam dialog itu.

Dalam dialog, Gus Hayid mengajukan usulan kepada Syeikh At Tayyep untuk meningkatkan dan mempererat kerja sama antara Universitas Al Azhar Asy Syarif dengan PBNU.

 Grand Syeikh Al Azhar

" Terutama di bidang penguatan SDM dalam wakwah Islam washatiyah atau Islam rahmatan lil 'alamin," kata dia.

3 dari 7 halaman

Pertukaran Dosen dan Mahasiswa

Selain itu, Gus Hayid menekankan pentingnya hubungan NU dengan Al Azhar untuk menjalin kekuatan Islam seperdi diajarkan oleh Rasulullah SAW.

" Yaitu Islam yang penuh rahmat dan cinta di tengah gempuran Islam yang mengedepankan kekerasan dan fundamentalisme," kata dia.

Tak hanya itu, Gus Hayid juga mengusulkan agar kerja sama yang telah terjalin antara NU dengan Al Azhar diperluas.

Tidak hanya dalam bentuk pelatihan seperti pelatihan da'i dan imam, pelatihan penguatan Bahasa Arab maupun pelatihan fatwa.

 Grand Syeikh Al Azhar

" Perlu juga dikuatkan kerja sama antara kampus Al Azhar Asy Syarif dengan kampus Universitas Nahdlatul Ulama," kata dia.

Bentuknya bisa program magang untuk mahasiswa menjelang kelulusan. Terutama mahasiswa dari jurusan Bahasa Arab, Syariah, atau Ushuluddin.

" Sebelum mereka lulus, bagi yang memenuhi syarat bisa semacam magang di kampus Al Azhar Asy Syarif sehingga terjadi penguatan kualitas dari lulusan kampus UNU serta pertukaran dosen dan pelajar antarkampus," ucap Gus Hayid.

4 dari 7 halaman

Berziarah ke Makam Uqbah bin Amir, Mufti Pertama Mesir

Dream - Meski letaknya tidak di jazirah Arab, Mesir memiliki peranan penting bagi peradaban Islam. Negeri Piramida ini pernah menjadi wilayah teritorial Islam di bawah kekuasaan Khalifah Umar bin Khattab.

Sebelumnya, Mesir dikuasai Imperium Romawi. Khalifah Umar kemudian memerintahkan Amr bin Ash untuk menaklukkan Mesir.

 Makam Uqbah bin Amir

Bersamaan dengan perintah itu, sahabat Uqbah bin Amir juga ditetapkan Khalifah Umar sebagai mufti pertama Mesir.

" Beliau (Uqbah bin Amir), diutus bersamaan dengan perintah Saydna Umar bin Khattab menaklukkan Mesir yang dipimpin oleh Sahabat Amr bin Ash dengan 13 ribu pasukan kalangan sahabat," ujar Wakil Ketua Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LDNU), KH Muhammad Nur Hayid, melalui pesan tertulis kepada Dream, Kamis 20 Juni 2019.

5 dari 7 halaman

Uqbah Berperan Bangun Peradaban Mesir

Pengasuh Pesantren Skill Jakarta dan Lumajang yang saat ini memimpin rombongan Indonesia untuk Short Course Da'i dan Imam di Kampus Al Azhar Kairo ini mengatakan, misi penaklukan Mesir dari Romawi berhasil dijalankan Amr bin Ash pada 20 Hijriah.

Setelah itu, Amr bin Ash membuka Mesir (Fathu Misr) secara damai, kecuali dengan tiga wilayah yaitu Alexandria, Mansurah dan Bilbis.

" Ada 5 ribu syuhada sahabat yang gugur dan dimakamkan di Bahnasa, Provinsi Almenia wilayah yang ditempuh sekitar 3 jam dari Kairo," kata Gus Hayid.

Uqbah turut serta membangun peradaban Islam di Mesir. Dia menjadi rujukan untuk semua urusan yang berkaitan dengan agama.

6 dari 7 halaman

Makam Uqbah

Makam Uqbah berada di salah satu sudut Kota Kairo. Letaknya di kaki Bukit Al Muqaththam. Terdapat pula sejumlah makam tokoh terkenal Islam lainnya

Sebelum masuk ke komplek makam Uqbah, terdapat makam Sayidah Fatimah yang merupakan saudara Sayidah Nafisah. Nama kedua merupakan guru dari Imam Syafi'i.

 Makam Uqbah bin Amir

" Makanya pas di pojok pintu gerbang masuk komplek sahabat Rasul yang namanya mirip dengan sahabat Nabi yang dimakamkam di Aljazair, Saydna Uqbah ibn Nafi'," kata Gus Hayid.

Tidak jauh dari komplek makam Uqbah, sekitar 50 meter, terdapat makam tokoh sufi besar, Dzun Nun Al Mishri. Ada yang menyebut di sekitar makam ini juga terdapat makam beberapa tokoh.

" Ada yang bilang masyhad Robiah Adawiyah dan makam cucu Saydna Ali bin Abi Tholib yang bernama Muhammad Ibn Hanafi Ibn Ali," kata Gus Hayid.

7 dari 7 halaman

Komplek Terkenal di Zamannya

qLebih lanjut, menurut Gus Hayid, wilayah sekitar komplek pemakaman Uqbah bin Amir dulunya sangat terkenal. Dulunya, wilayah ini adalah pusat pemintalan kain kiswah Kabah sebelum adanya mesin pemintal modern.

" Dari kawasan ini, sebelum diangkut ke Mekah, Kiswah ini diarak oleh masyarakat yang dikawal langsung oleh pasukan kerajaan dengan suasana meriah dan membahagiakan," ucap dia.

 Makam Uqbah bin Amir

Sayangnya, kondisi tersebut berbeda jauh dengan saat ini. Komplek pemakaman Uqbah kini tampak tidak terawat.

" Kebodohan dan kemiskinanlah yang menjadikan peradaban dan kebudayaan maju menjadi hancur," ucap Gus Hayid.

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id