Disuguhi Minuman Botol Plastik, Menteri Susi Ngamuk

News | Minggu, 18 Agustus 2019 17:15
Disuguhi Minuman Botol Plastik, Menteri Susi Ngamuk

Reporter : Eko Huda S

"Hindari pemakaian plastik sekali pakai," tegas SUsi.

Dream - Susi Pudjiastuti marah ketika disuguhi minuman kemasan botol plastik, saat menghadiri sebuah acara di Istora Senayan, Jakarta, Minggu 18 Agustus 2019.

" Hindari pemakaian plastik sekali pakai," kata Susi dalam acara The Nation Gerakan 1000 Startup Digital Satu Indonesia, dikutip dari Liputan6.com.

Masyarakat, kata Menteri Kelautan dan Perikanan itu, harus sering menggunakan tumbler atau membawa botol sendiri guna mengurangi sampah plastik.

" Sampah di laut nomer dua terbesar di dunia. Bulan lalu saya demo di depan istana, sekarang saya demo di depan anak-anak muda. Setop pemakaian plastik sekali pakai," ujar Susi di hadapan ratusan peserta.

Dalam acara itu, hadir pula Menteri Keuangan, Sri Mulyani; Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara; dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Thomas Lembong.

Sri Mulyani sependapat dengan Susi. " Ini botol plastik saya juga kurang suka," kata Sri Mulyani.

2 dari 3 halaman

Ada Perusahaan yang Sadar

Menurut Susi, beberapa perusahaan kini tengah merapat untuk melakukan kerja sama pengurangan penggunaan plastik. Kesediaan ini menjadi sinyal baik untuk menekan sampah plastik.

" Alhamdulillah sudah beberapa perusahaan. Danone sudah merapat untuk kita bekerja bersama mengurangi persoalan dari botol botol mineral sekali pakai misalnya," kata Susi, Kamis lalu.

Susi mengatakan, selain perusahaan air mineral tersebut, ada juga salah satu perusahaan petrokimia yang sudah mulai sadar dampak penggunaan plastik yang dilakukan terus-menerus. Kendati begitu Susi tidak menyebutkan nama perusahaan tersebut.

" Bagaimana pun juga keresek dan kantong plastik harus suatu saat dikurangi dan dihentikan ujungnya. Karena memang tidak bisa lagi ini menjadi persoalan bangsa," kata dia.

3 dari 3 halaman

Semua Plastik

Persoalan sampah plastik, tambah Susi, penting untuk diselesaikan secara bersama-sama. Dia pun tak heran, Indonesia dinobatkan sebagai negara peringkat ke dua dengan jumlah sampah plastik terbanyak.

Dia menyadari masyarakat tidak bisa lepas dari plastik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tambah dia, paling tidak masyarakat harus punya kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik.

" Kalau kita satu generasi kita saja sepanjang hidup berapa puluh ribu plastik kita buang dari sedotan, bungkus makanan, bungkus sampo, dari sabun semua hampir semua yang kita pegang dan pakai dalam kehidupan kita sehari hari," pungkas dia.

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id