Dua Upaya Minimal yang Bisa Mencegah Varian Omicron Covid-19

News | Rabu, 8 Desember 2021 08:01

Reporter : Arini Saadah

Tetap disiplin protokol kesehatan dan lakukan vaksinasi dosis lengkap untuk mencegah varian baru Covid-19.

Dream – Kemunculan varian baru COVID-19 bernama Omicron telah menimbulkan banyak kekhawatiran. Varian yang muncul di AFrika Selatan ini disebut dua kali lebih menular dibandingkan virus aslinya. Varian Omicron saat ini juga sudah terdeteksi di lebih dari 40 negara.

Meski terdeteksi lebih berbahaya, masyarakat diminta agar tidak panik dan takut berlebihan. Varian baru dari virus corona tersebut masih bisa diatasi dengan rajin menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi dua dosis. Hal ini seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru dokter Reisa Broto Asmoro.

“ Apapun varian COVID-19 nya, pencegahannya jangan sampai tertular adalah tertib protokol kesehatan serta lengkapi diri dengan vaksinasi dua dosis," ujar dr Reisa dalam Siaran Sehat Bersama Dokter Reisa bertajuk 'Waspada Varian Omicron, Tetap Jaga Protokol Kesehatan'.

Dengan tingkat pertahanan yang dianggap masih mumpuni, Raisa mendorong masyarakat yang belum vaksin untuk segera melakukan vaksinasi. Masyarakat juga diimbau tidak terlalu memilih jenis vaksin yang akan digunakan.

Lewat upaya minimal yan bisa dilakukan masyarakat ini, Raisa optimistis bisa melewati pandemi ini.

" Buat yang belum vaksin tidak perlu pilih- pilih vaksin dan kita yakin kita optimis bisa melewati pandemi ini bersama-sama,” katanya. 

Dua Upaya Minimal yang Bisa Mencegah Varian Omicron Covid-19
Ilustrasi Disiplin Protokol Kesehatan. (Foto: Unsplash.com)
2 dari 3 halaman

Vaksinasi Kelompok Rentan Belum Maksimal

Lebih lanjut, dr Reisa juga menjelaskan meskipun vaksin Covid-19 di Indonesia sudah mencapai lebih dari 130 kali kedatangan dan didistribusikan dalam jumlah banyak, masih banyak masyarakat kelompok rentan yang belum tervaksinasi.

Kelompok rentan yang masih banyak belum mendapatkan vaksin adalah penduduk lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas. Kedua kelompok rentan itu sangat membutuhkan bantuan agar bisa mengikuti vaksinasi. dr Reisa menambahkan cakupan vaksinasi pada kelompok itu masih dikatakan rendah.

“ Terutama lansia, kaum disabilitas ini butuh bantuan kita untuk bisa melakukan vaksinasi karena cakupannya masih rendah. Jadi pemerintah punya jalannya, dengan distribusi vaksin dan pengadaan vaksinnya banyak sekali jumlahnya,” terangnya.

3 dari 3 halaman

Butuh Kerja Sama antar Masyarakat

Dengan demikian, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak agar bisa membantu kelompok rentan untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

Dengan vaksinasi diharapkan segera tercapai kekebalan kelompok di masyarakat. Maka dari itu masyarakat juga perlu mengambil bagian agar semua orang mendapatkan vaksin.

Usaha tersebut bisa dilakukan dengan cara mendaftarkan anggota keluarga atau kerabat dekat yang belum divaksin. Kemudian diantarkan ke fasilitas kesehatan terdekat sampai memberikan edukasi supaya anggota keluarga tak lagi memilih-milih jenis vaksin yang diberikan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

Join Dream.co.id