Diselenggarakan 2 Fase, Begini Tahapan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau

News | Minggu, 12 Juli 2020 10:00
Diselenggarakan 2 Fase, Begini Tahapan Pembelajaran Tatap Muka di Zona Hijau

Reporter : Iwan Tantomi

Begini panduan dari Kemendikbud selengkapnya.

Kemendikbud telah merumuskan panduan pembelajaran tatap muka di daerah zona hijau saat tahun ajaran baru 2020/2021 berlangsung nanti. Selain memperhatikan syarat dan protokol kesehatan ketat, proses pembelajaran akan diselenggarakan dalam dua tahapan, yaitu Masa Transisi selama 2 bulan, setelah itu jika berjalan lancar akan dilanjutkan pada fase Kebiasaan Normal Baru. Begini panduan dari Kemendikbud selengkapnya berdasarkan Keputusan Bersama Empat Kementerian Nomor 01/KB/2020, Nomor 516 Tahun 2020, Nomor HK.03.01/Menkes/363/2020, dan Nomor 440-882 Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran Baru di Masa Pandemi Covid-19.

2 dari 3 halaman

Masa Transisi (Dua Bulan Pertama)

 Shutterstock© Shutterstock

Di masa transisi atau dua bulan pertama, waktu mulai paling cepat bagi yang memenuhi kesiapan pada setiap tingkat pendidikan berbeda-beda. Untuk SMA, SMK, MAK, SMP, MTS, paling cepat pembelajaran tatap muka di zona hijau dimulai pada Juli 2020. Kemudian, SD, MI dan SLB paling cepat mulai September 2020, sementara PAUD paling cepat mulai November 2020.

Adapun untuk kondisi kelas, pendidikan dasar dan menengah harus jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik per kelas, Untuk SLB jaga jarak 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Sedangkan untuk PAUD, selain perlu jaga jarak 1,5 meter, jumlah maksimal 5 peserta didik per kelas.

Selanjutnya utnuk jadwal pembelajaran selama masa transisi, yaitu jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan, sebagaimana situasi dan kebutuhan.

Selama Masa Transisi, juga wajib menerapkan beberapa perilaku, mencakup penggunaan masker kain non medis 3 lapis atau 2 lapis yang didalamnya diisi tisu dengan baik, serta diganti setelah digunakan selama 4 jam atau kondisi lembap. Di samping itu, perlu cuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tak melakukan kontak fisik.

Kondisi medis warga sekolah juga perlu diperhatikan selama Masa Transisi, di mana harus sehat dan jika mengidap comorbid dalam kondisi terkontrol. Selain itu, tak memiliki gejala Covid-19 termasuk pada orang serumah dengan warga satuan pendidikan.

Lebih lanjut, kegiatan selain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), seperti orangtua menunggu siswa di sekolah, istirahat di luar kelas, dan pengenalan lingkungan sekolah tidak diperbolehkan. Begitu juga dengan kantin maupun kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler juga tidak diperbolehkan selama Masa Transisi.

3 dari 3 halaman

Masa Kebiasaan Baru

 Shutterstock© Shutterstock

Setelah Masa Transisi berlangsung dua bulan, fase kedua pembelajaran tatap muka pada zona hijau berganti menjadi Masa Kebiasaan Baru. Waktu paling cepat bagi yang memenuhi kesiapan untuk setiap tingkat pendidikan juga diatur secara berbeda. SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTS paling cepat meneapkan Masa Kebiasaan Baru mulai September 2020. Kemudian, untuk SD, MI, dan SLB paling cepat mulai November 2020. Sementara untuk PAUD paling cepat mulai Januari 2021.

Selanjutnya untuk kondisi kelas, pendidikan dasar dan menengah selama Masa Kebiasaan Baru wajib menerapkan jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal sebanyak 18 peserta didik per kelas. Untuk SLB perlu jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta didik per kelas. Sedangkan untuk PAUD, selain perlu menjaga jarak minimal 1,5 meter, jumlah peserta didik maksimal 5 orang per kelas.

Sementara untuk jadwal pembelajaran di Masa Kebiasaan Baru diatur berdasarkan jumlah hari dan jam belajar dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift). Adapun ketentuannya disesuikan dengan masing-masing satuan pendidikan berdasarkan situasi dan kebutuhan.

Bukan itu saja, untuk perilaku wajib yang perlu diterapkan di Masa Kebiasaan Baru masih sama dengan Masa Transisi, yaitu menggunakan masker kain non medis 3 lapis atau 2 lapis yang di dalamnya diisi tisu dengan baik, serta diganti setelah digunakan selama 4 jam atau lembap. Tidak lupa mencuci tangan pakai sabun atau pakai hand santizer, serta menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tak melakukan kontak fisik.

Sedangkan untuk kondisi medis warga sekolah selama Masa Kebiasaan Baru harus sehat dan jika mengidap comorbid, dalam kondisi terkontrol. Selain itu, tak memiliki gejala Covid-19 termasuk pada orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan.

Adapun untuk kantin selama Masa Kebiasaan Baru boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Begitu halnya dengan kegiatan olahraga atau ekstrakurikuler juga diperbolehkan, asal nggak menggunakan alat atau benda yang dipegang banyak orang secara bergantian dalam waktu yang sama. Penerapan jaga jarak minimal 1,5 meter juga perlu diterapkan saat melakukan kegiatan olahraga atau ekstrakurikuler di Masa Kebiasaan Baru. Di Masa Kebiasaan Baru, kegiatan selain Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) juga diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Itulah beberapa tahapan pembelajaran tatap muka di zona hijau lengkap dengan panduan dari Kemendikbud. Sebagaimana instruksi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, aturan tersebut bisa berubah apabila ada penambahan kasus atau peningkatan level risiko daerah.

“ Namun, begitu ada penambahan kasus atau level risiko daerah naik, satuan pendidikan wajib ditutup kembali,” terang Mendikbud. (*)

Terkait
Join Dream.co.id