Dipertemukan dengan Aiptu Tomi, Nani Sate Sianida: 'Ternyata Mulut Manismu Berbisa'

News | Kamis, 21 Oktober 2021 17:19

Reporter : Sugiono

Pengirim sate maut yang menewaskan bocah Bantul itu dipertemukan dengan pria yang merupakan mantan pacarnya itu dalam sidang lanjutan.

Dream - Masih ingat dengan kasus Nani Sate Sianida yang menewaskan bocah Bantul, Yogyakarta, bernama Naba Faiz Prasetya pada awal Mei lalu?

Pelaku bernama asli Nani Aprilliani Nurjaman itu baru-baru ini dipertemukan dengan Tomi Astanto yang menjadi sasaran sate bersianida sesungguhnya.

Nani dipertemukan dengan pria yang merupakan mantan pacarnya itu dalam sidang lanjutan di PN Bantul yang digelar pada Kamis, 21 Oktober 2021.

Dalam sidang, pria bernama lengkap Yohanes Tomi Astanto itu memberikan kesaksian tentang kisah cintanya dengan Nani yang bertepuk sebelah tangan.

Dipertemukan dengan Aiptu Tomi, Nani Sate Sianida: Ternyata Mulut Manismu Berbisa
Nani Apriliani (Foto: Merdeka.com)
2 dari 6 halaman

Berterimakasih karena Telah Dibohongi

Di kesempatan itu pula, Nani mengucapkan terima kasih kepada Tomi yang dianggap telah berbohong dan mengingkari janji suci mereka.

" Terima kasih kepada untuk tahun-tahun yang pernah kita lalui bersama. Terima kasih untuk cintamu yang luar biasa, perhatianmu yang luar biasa, dan kasih sayangmu yang luar biasa," kata Nani yang hadir secara online dari Lapas Perempuan Wonosari.

Nani sangat kecewa dengan Tomi dan terluka hatinya karena hubungan yang terjalin selama ini ternyata hanya kebohongan belaka.

Masalahnya, pada awal-awal berpacaran, Nani mengaku sempat dijanjikan akan dinikahi oleh Tomi. Namun semua itu kandas dengan alasan beda agama.

" ...hanya dibuai janji palsu atas nama cinta, cinta dan cinta. Ternyata mulut manismu berbisa," lanjut Nani sambil berlinang air mata.

3 dari 6 halaman

Kesaksian Target Sate Maut yang Sebenarnya

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Aminnudin, Tomi yang mendapatkan kesempatan bersaksi pertama kali bercerita tentang hubungannya dengan Nani Sate Sianida.

Tomi yang merupakan anggota Satreskrim Polresta Yogyakarta mengaku mengenal wanita 26 tahun itu pada 2016 silam.

Dia baru berpacaran dengan warga asli Majalengka, Jawa Barat, itu pada tahun 2017, tepatnya antara bulan Januari hingga Februari.

" September 2017 saya menikah dengan wanita lain. Setelah nikah saya jarang bertemu langsung, meski dia sering menelpon namun sering saya tolak.

" Terakhir bertemu pada Februari 2021, dirinya berkeluh kesah saya susah ditemui," kata Tomi.

4 dari 6 halaman

Bantah Janji Akan Menikahi

Rupanya, setelah menikah, Tomi jadi sulit dihubungi karena menganggap Nani hanyalah teman biasa.

Tomi juga membantah pernah berjanji akan menikahi Nani. Bantahan ini termasuk kabar dia pernah tinggal serumah dengan Nani di Kecamatan Piyungan.

Tomi mengetahui Nani memang tinggal di sana. Namun dia mengaku tidak pernah berkunjung ke rumah itu.

" Dugaan saya, sate beracun ditujukan ke saya karena terdakwa mungkin marah, jengkel dan emosi karena saya susah ditemui," tambah Tomi, yang saat kejadian sedang bertugas ke Banten.

5 dari 6 halaman

Nekat Kirim Sate Maut Lantaran Sakit Hati

Sementara itu, dalam pengakuannya, Nani menyatakan bahwa ide mengirim sate maut bersianida itu berasal dari Robi yang memang menyukainya.

Dia nekat menghabisi Tomi dengan sate bersianida karena sakit hati ditinggal menikah. Robi sendiri sampai saat ini masih masuk daftar pencarian orang.

" Kami pacaran mulai 2017 sampai 2021 kemarin. Memang di awal pacaran saya dijanjikan menikah. Namun selalu ada alasan untuk menundanya, seperti beda agama," kata Nani.

6 dari 6 halaman

Sate Sianida yang Salah Sasaran

Nani bertanggung jawab atas meninggalnya Naba Faiz pada Minggu, 25 April 2021. Naba Faiz adalah warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul.

Bocah berusia 10 tahun itu meregang nyawa tak lama setelah memakan sate beracun yang dititipkan Nani kepada Bandiman, driver ojek online sekaligus ayah Naba.

Dugaan menyebutkan Naba Faiz jadi korban salah sasaran. Pasalnya, Nani sebenarnya berniat mengirimkan paket sate beracun itu kepada Tomi, sosok yang disebut telah melukai hatinya.

Namun sate maut itu ditolak oleh istri Tomi, karena tidak kenal pengirimnya. Paket sate beracun ini kemudian diberikan ke Bandiman.

Sumber: Koran Jogja

Join Dream.co.id