Dijenguk Mahfud MD, Syekh Ali Jaber: Saya Panggil Guru

News | Selasa, 15 September 2020 13:01

Reporter : Ahmad Baiquni

Syekh Ali Jaber mengatakan kunjungan Mahfud merupakan momen sangat berharga.

Dream - Sebagai ulama yang namanya cukup dikenal, tidak lantas membuat Syekh Ali Jaber tinggi hati. Sifat tawadhu masih kuat melekat pada dirinya.

Seperti tatkala dia dijenguk oleh Menkopolhukam Mahfud MD pada Senin malam. Syekh Ali Jaber bahkan memanggil Mahmud dengan 'Guru'.

" Saya berterima kasih kehadiran Pak Menteri bisa silaturahim. Dan sebenarnya saya biasa panggil guru, nggak biasa panggil Pak Menteri," ujar Syekh Ali Jaber, dikutip dari Liputan6.com.

Syekh Ali Jaber menganggap kunjungan silaturahmi Mahfud kepadanya sebagai momen sangat berharga. Dia sangat kagum pada sosok Mahfud.

" Saya sangat kagumi kehadiran beliau, perhatian ini sangat berharga bagi saya," kata Syekh Ali.

 

Dijenguk Mahfud MD, Syekh Ali Jaber: Saya Panggil Guru
Syekh Ali Jaber Dijenguk Menkopolhukam Mahfud MD (Twitter @mohmahfudmd)
2 dari 4 halaman

Terus Membaik

Saat ini, kondisi Syekh Ali Jaber semakin pulih usai mengalami penusukan. Dia bersyukur mendapat perhatian dari banyak pihak terutama aparat keamanan.

" Saya terus membaik. Semenjak kejadian ini, Alhamdulillah, saya dapat perhatian dari aparat keamanan, semua turun tangan, mulai dari Pak Kapolda, Dandim, Kodim, semua," ucap Syekh Ali Jaber.

 

3 dari 4 halaman

Jangan Gampang Percaya

Sebelumnya, Mahfud meminta aparat tidak mudah percaya dengan pengakuan yang menyebut kondisi penusuk Syekh Ali Jaber mengalami gangguan kejiwaan. Dia tidak bisa begitu saja percaya dengan pengakuan tersebut.

" Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa. Tapi kita belum percaya," kata Mahfud.

Dia mengatakan penegak hukum akan bekerja sama dengan pihak terkait dalam pendalaman penyelidikan kasus ini. Mahfud menyatakan banyak cara untuk membuktikan apakah pelaku benar-benar mengalami gangguan jiwa atau tidak.

" Kita akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak setelah diselidiki. Kan ada tetangganya, ada jejak digitalnya. Kalau orang sakit jiwa jejak digitalnya kayak apa, keluarganya melihatnya kayak apa, tetangganya melihat kayak apa, teman-temannya melihatnya kayak apa. Baru kita dapat menyimpulkan dia sakit jiwa," kata Mahfud.

 

4 dari 4 halaman

Prihatin Ulama Santun Malah Dianiaya

Di sisi lain, Mahfud prihatin dengan adanya insiden penusukan yang dialami Syekh Ali Jaber. Mengingat Syekh Ali Jaber adalah ulama yang dakwahnya bisa diterima semua kalangan.

" Pemerintah sangat prihatin atas peristiwa yang terjadi. Seorang ulama yang sangat baik, yang dakwah-dakwahnya diterima oleh semua kalangan karena tak pernah menyentuh soal politik, ternyata dianiaya atau ditusuk secara brutal oleh seseorang yang masih digali identitasnya," kata Mahfud.

Sumber: Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro

Join Dream.co.id