Iming-iming Santunan, 1000 Anak Yatim Terlantar di Pandeglang

News | Rabu, 15 Juli 2020 19:16
Iming-iming Santunan, 1000 Anak Yatim Terlantar di Pandeglang

Reporter : Ahmad Baiquni

Anak-anak tersebut menjadi korban penipuan santunan bodong.

Dream - Sekitar 1000 anak yatim terlantar selama 10 jam di Pandeglang, Banten. Mereka menjadi korban penipuan lewat janji menerima santunan.

Anak-anak yatim itu dikumpulkan di Masjid Jamiatul Ikro di Kampung Laba, Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 13 Juli 2020.

Mereka berasal dari sejumlah tempat seperti Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Kecamatan Panimbang, Kecamatan Cigelis, dan Kecamatan Cibaliung, dikutip dari Redaksi24.

Anak-anak yatim ini dijanjikan santunan dari donatur yang tidak diketahui. Tetapi selama 10 jam, ternyata tidak ada acara apapun di masjid tersebut.

Anak-anak tersebut kelaparan dan sebagian ada yang menangis. Sampai waktu Maghrib tiba, tidak ada satupun pihak pelaksana yang muncul.

Koordinator santunan berinisial EJ, warga Cigondang, menghilang dan tidak diketahui keberadaannya. Anak-anak itu akhirnya pulang ke rumah masing-masing.

 

2 dari 3 halaman

Marbot Masjid Jamiatul Ikro, Nardi, mengatakan sebelumnya EJ meminta izin untuk menggelar santunan anak yatim di masjid tersebut. Nardi sempat menyarankan EJ meminta izin kepada pengurs DKM.

" Saya tanya kapan dan jam berapa, kata dia (EJ) besok (Senin) sekitar jam 9.00 WIB. Kemudian saya pastikan lagi benar apa tidak akan ada santunan, dan berapa jumlah pesertanya, dia menjawab lagi 'anak yatimnya se-Kecamatan Labuan'," kata Nardi.

Di hari pelaksanaan, kata Nardi, ternyata anak yatim yang datang tidak hanya dari Kecamatan Labuan. Jumlahnya sekitar 1.000 orang.

Sejak pagi jam 09.00 WIB sampai 17.00 WIB, anak-anak yatim tersebut menunggu kedatangan panitia. Tetapi, panitia tak juga muncul sampai sore hari.

 

3 dari 3 halaman

Salah satu warga juga membenarkan kejadian tersebut. Warga itu mengatakan tiga keponakannya juga ikut dalam acara itu.

" Kasihan anak-anak yatim, karena tidak ada laporan dari panitia pelaksana baik kepada RT, RW maupun aparatur desa," kata warga yang tidak berkenan disebutkan namanya.

Kepala Desa Cigondang, Cepi Ahmad Suteja, segera menuju ke lokasi begitu mendapat informasi. Dia mendapati banyak anak yang kelelahan menunggu dan kelaparan akibat tidak ada makanan.

" Kami berembuk dengan tokoh warga dari beberapa kecamatan yang ada di lokasi dan akhirnya diputuskan bubar karena dikabarkan koordinatornya kabur," kata dia. (Sumber: Redaksi24.)

Join Dream.co.id