Menteri Nadiem Makarim Ingin Sekolah Tatap Muka Segera Berjalan, Ini Alasannya

News | Senin, 23 Agustus 2021 17:00

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Nadiem Makarim mengungkapan alasan ingin mempercepat pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim memiliki alasan kuat mendorong Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di masa penerapan PPKM. Salah satunya adalah dampak jangka panjang dari sekolah lain bagi anak didik. 

Pemerintah diketahui sudah membolehkan pengelola sekolah yang berada di kawasan berstatus PPKM Level 1-3 untuk menjalankan kebijakan PTM Terbatas. Izin hanya diberikan jika pihak sekolah bisa menjamin terlaksananya protokol kesehatan selama proses belajar.

" Level satu dua tiga sudah bisa membuka sekolah dengan syarat seusai SKB 4 menteri berlaku, kecuali level 4. Selain itu, guru yang sudah divaksinasi itu wajib ke sekolah," jelas Nadiem Makarim dalam raker dengan Komisi X DPR RI disiarkan kanal YouTube DPR, Senin 23 Agustus 2021.

 

Menteri Nadiem Makarim Ingin Sekolah Tatap Muka Segera Berjalan, Ini Alasannya
Mendikbud Ristek (Foto: Instagram)
2 dari 4 halaman

Alasan Dibalik Keinginan Tatap Muka Dilakukan

Diakui Nadiem, proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang selama ini berlangsung memang membawa risiko signifikan pada anak usia sekolah. Salah satunya adalah potensi terjadinya anak putus sekolah, terutama para siswi.

Risiko lainnya dari sistem belajar online adalah kemungkinan terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena ketidaksiapan keluarga dalam mengawal proses belajar buah hatinya.

" ni kita semua sudah tahu, semua kita adalah orang tua, atau anak, atau punya teman, yang sudah mengalami ketegangan melaksanakan PJJ, jadi ini harus segera kita akselerasi," kata dia.

Nadiem kembali menegaskan sikap kementeriannya soal pelaksanaan PTM Terbatas tetap sama yaitu ingin segera mungkin proses belajar di sekolah segera berlangsung agar kondisi psikologis anak didik selalu terjaga.

Ditambahkannya, proses belajar jarak jauh memang sudah berlangsung terlalu lama. Kondisi ini dikhawatirkan akan mengganggu kondisi psikologis anak dan hilangnya kognitif learning yang membuat tingkat kekritisan anak didik berkurang. 

" Kita harus secepat mungkin membuka dengan protokol kesehatan yang ketat," tandasnya.

3 dari 4 halaman

63% Sekolah di Daerah PPKM Level 1-3 Bisa Belajar Tatap Muka Terbatas

Dream - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim melaporkan pengelola sekolah di kawasan berstatus PPKM 1-3 bisa menggelar proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Jumlah sekolah yang bisa menggelar belajar ini diperkirakan akan terus bertambah.

" PPKM Level 1, 2, 3 boleh PTM terbatas, sekitar 63 persen sekolah kita ada di PPKM level 1, 2, 3," ujar Nadiem saat rapat kerja dengan Komisi X DPR, disiarkan kanal DPR RI.

Keyakinan Nadiem bahwa persentase sekolah yang menggelar PTM Terbatas akan bertambah karena semakin banyak daerah yang status wilayahnya telah turun level PPKM dari 4 ke 3, maupun di bawahnya.

" Terutama di Jawa-Bali," kata dia.

Diakui Nadiem mengungkapkan banyak pihak yang terkejut dengan persentase jumlah sekolah yang diizinkan kembali menggelar PTM. Dia pun meminta dukungan Komisi X DPR untuk turut menyosialisasikan kebijakan pembukaan PTM terbatas.

" Mohon dukungan Komisi X untuk menyuarakan ini lagi dan lagi kepada pemda, kepada tokoh masyarakat di dapil agar 63 persen sekolah segera laksanakan PTM terbatas," kata dia.

© Dream
4 dari 4 halaman

Kriteria PTM Terbatas Hanya PPKM Level 1, 2, dan 3

Selanjutnya, Nadiem menegaskan bahwa vaksinasi kepada pelajar bukanlah syarat bagi sekolah untuk menggelar PTM terbatas. Syarat pengelola sekolah bisa menggelar proses belajar tatap muka tetap merujuk pada kriteria level PPKM yang ditetapkan pada suatu daerah.

" Vaksinasi bukan kriteria untuk pembukaan sekolah, kondisi untuk membuka sekolah dia ada di PPKM level 1, 2, 3, itu saja," terang Nadiem.

Meski demikian, Nadiem menegaskan vaksinasi Covid-19 untuk guru bersifat wajib. Sebelum menggelar PTM, guru di suatu sekolah diharuskan untuk vaksinasi terlebih dulu.

" Kalau guru sudah vaksin, dia wajib memberi opsi tatap muka," kata Nadiem.

Join Dream.co.id