Detik-Detik Mengerikan Pesawat Berpenumpang 178 Terjun 10.000 Kaki dalam 3 Menit

News | Sabtu, 11 Juli 2020 15:10
Detik-Detik Mengerikan Pesawat Berpenumpang 178 Terjun 10.000 Kaki dalam 3 Menit

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Pesawat itu terjun dengan kecepatan 800 km perjam karena jendela kokpit pecah.

Dream - Para penumpang pesawat Ruili Airlines mengalami peristiwa mengerikan saat terbang dari Kota Chongqing, China. Pesawat berisi 178 penumpang itu tiba-tiba terjun 10.000 kaki --sekitar 3000 meter-- hanya dalam waktu tiga menit.

Menurut Daily Star, sebelum peristiwa horor itu, jendela di kokpit retak saat berada di udara. Penerbangan 6558 itu melaporkan kerusakan pada elemen pemanas kaca depan hanya 30 menit setelah lepas landas.

Kerusakan itu menyebabkan jendela kokpit retak saat pesawat melaju dengan kecepatan 500 mile per jam atau sekitar 800 kilometer per jam pada Selasa pag itu.

2 dari 6 halaman

Pesawat itu langung terjun 10.000 kaki atau sekitar tiga kilometer hanya dalam waktu tiga menit. Beruntung pesawat berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Chongqing Jiangbei, wilayah barat daya China.

Data penerbangan menunjukkan pesawat itu mendadak terjun dengan cepat setelah melaporkan adanya kerusakan.

Maskapai Ruili Airlines memastikan penumpang dan kru selamat. Sementara pesawat langsung diperiksa saat mendarat di Chongqing. Belum diketahui penyebab retaknya kaca jendela di kokpit pesawat tersebut.

Setelah diperbaiki, pesawat bisa diterbangkan, kembali ke Bandara Internasional Kunming Changshui.

3 dari 6 halaman

Pilot Asyik Ngobrolin Covid-19, Tidak Sadar Pesawat Jatuh Akibatnya 97 Tewas

Dream - Masih ingat dengan jatuhnya pesawat Airbus A320 di atas permukiman warga di Karachi, Pakistan, pada bulan Mei lalu? Usai melakukan penyelidikan, otoritas transportasi negara itu menemukan penyebab kecelakaan yang cukup mengejutkan sekaligus membuat geram.

Kecelakaan pesawat Pakistan International Airlines (PIA) yang menewaskan 97 orang itu disebabkan oleh kesalahan manusia yang dilakukan oleh sang pilot.

Menurut laporan, selama pesawat melakukan prosedur pendaratan, pilot malah asyik ngobrol soal pandemi Covid-19 dengan salah satu pengontrol lalu lintas udara.

" Pilot dan pengontrol lalu lintas udara tidak mengikuti prosedur (penerbangan) standar," kata Menteri Penerbangan Ghulam Sarwar Khan di hadapan anggota parlemen Pakistan.

4 dari 6 halaman

Pilot Ngobrol tentang Pandemi Corona

Pada 22 Mei lalu, pesawat PIA jatuh di permukiman warga dan terbakar. Kecelaan terjadi setelah pilot pesawat yang mengangkut 107 orang berusaha mendarat tetapi mengalami kegagalan mesin.

Dalam kecelakaan maut itu, dua orang selamat sementara sisanya meninggal dunia. Termasuk supermodel asal Pakistan Zara Abid.

Ghulam menambahkan pilot membahas pandemi Covid-19 dengan pengontrol lalu lintas udara ketika mereka mencoba mendaratkan Airbus A320. Sebelumnya pilot telah menyalakan fungsi autopilot pesawat itu.

" Sayangnya, pilot terlalu percaya diri. Akibatnya pesawat terbang di ketinggian lebih dari dua kali lipat dari seharusnya ketika mendekati landasan," jelas Ghulam.

Ghulam menyatakan bahwa pesawat A320 dalam kondisi 100 persen fit untuk penerbangan, tidak ada masalah teknis.

5 dari 6 halaman

Mengabaikan Prosedur Penerbangan Standar

Prosedur operasi penerbangan standar kemudian diabaikan oleh pilot dan pengontrol lalu lintas udara. Sehingga pendaratan darurat mengalami kegagalan yang menyebabkan mesin pesawat rusak parah.

Pesawat kemudian jatuh di area permukiman di dekat Bandara Internasional Jinnah dekat Karachi saat pilot mencoba pendaratan kedua.

Dalam melakukan investigasi, Pakistan melibatkan pejabat dari pemerintah dan industri penerbangan Prancis. Mereka menganalisis data dan rekaman suara pilot.

6 dari 6 halaman

Kecelakaan Paling Mematikan dalam 8 Tahun Terakhir

Kecelakaan pesawat paling mematikan dalam 8 tahun terakhir itu terjadi setelah Pakistan mengizinkan kembali penerbangan komersial domestik yang sebelumnya dibekukan selama dua bulan akibat pandemi Covid-19.

Kebanyakan penumpang dalam penerbangan itu sedang dalam perjalanan untuk menghabiskan liburan Idul Fitri bersama keluarga mereka di kampung halaman.

PIA, salah satu maskapai terkemuka dunia hingga tahun 1970-an, reputasinya semakin menurun karena seringnya pembatalan, keterlambatan dan masalah keuangan.

Maskapai pelat merah ini terlibat dalam berbagai kontroversi selama bertahun-tahun, termasuk kasus pilot yang dipenjara karena mabuk di Inggris pada tahun 2013.

Sumber: SCMP

Join Dream.co.id