Detik-Detik Menegangkan Relawan Terjang 'Wedhus Gembel' Gunung Semeru: Sambil Nangis Kutarik Dia dari Awan Panas

News | Senin, 6 Desember 2021 16:00

Reporter : Eko Huda S

Suko Srono menyebut pengalaman pada Sabtu 4 Desember itu menjadi peristiwa paling menegangkan dalam hidupnya.

Dream - Di tengah kepanikan warga akibat erupsi Gunung Semeru, muncul sosok-sosok heroik. Mereka berani melawan bahaya demi menyelamatkan nyawa orang lain.

Salah satunya adalah Suko Srono. Pria yang karib dipanggil dengan sapaan Mbah Jenggot itu rela menerjang gulungan awan panas untuk menyelamatkan rekannya.

Suko Srono menyebut pengalaman pada Sabtu 4 Desember itu menjadi peristiwa paling menegangkan dalam hidupnya.

" Waktu kan sudah ada kabar kalau ada awan panas turun," kata Suko, dikutip dari wartabromo.com, Senin 6 Desember 2021.

Detik-Detik Menegangkan Relawan Terjang Wedhus Gembel Gunung Semeru: Sambil Nangis Kutarik Dia dari Awan Panas
Sumber Foto: IG @lumajang_kab
2 dari 7 halaman

Kala itu, Suko yang bertugas sebagai relaman melihat warga berhamburan turun gunung. Saat itu pula dia ingat dua temannya yang bertugas di bagian atas, Samsul dan Nur.

Kabar awan panas sudah meluncur ke bawah memang sudah dia dengar. Namun, rasa takutnya telah hilang terlebih dahulu sebelum awan panas menyapu. Rasa takut itu kalah oleh rasa setia kawan.

Ia segera menarik gas motornya, bersusah payah ke atas, menyongsong arah datangnya awan panas. Dari jauh, 'wedus gembel' terus berarak turun. Namun dia mengesampingkan rasa takut.

3 dari 7 halaman

Akhirnya dia menemukan Nur dan Samsul. Suko langsung meminta kedua temannya menyelamatkan diri. " Saya langsung teriak, lari..lari, selametno awakmu..! [selamatkan dirimu]," kata Suko.

Nur berhasil menyelamatkan diri. Tapi, tidak dengan Samsul. Dia terjerembab awan panas sedalam 25 sentimeter. Suko pun menarih tubuh Samsul dan dinaikkan ke atas motor.

" Sambil teriak-teriak, saya menangis sepanjang jalan untuk menyelamatkan Samsul ini. Tubuhnya penuh luka bakar," tutur Suko.

4 dari 7 halaman

Tak mudah, semua akses tertutup debu panas. Pukul tiga sore itu, suasana sudah gelap gulita akibat selimut debu vulkanik. Butuh tiga jam bagi Suko mencapai puskesmas untuk menyelamatkan Samsul.

" Saya tidak mikir macam-macam sudah. Yang penting demi kemanusiaan, teman saya selamat. Mudah-mudahan segera membaik," ujar Suko, yang juga mengalami luka bakar.

5 dari 7 halaman

Dream - Banyak rumah rebah tersapu debu vulkanik Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur. Di Dusun Kebondeli Utara, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, mislanya, setidaknya 43 rumah warga porak-poranda.

Namun ada pemandangan yang mengherankan di dusun itu. Sebuah rumah tampak masih bugar di tengah bangunan lain yang tersungkur tak berbentuk karena kuasa menahan hempasan awan panas yang menghambur dari pucuk gunung pada Sabtu pekan lalu itu.

Rumah itu bercat kuning tua. Saat semua benda berselaput debu, rumah itu tampak masih bersih. Terlihat hanya bagian atap yang terlapisi debu tipis.

6 dari 7 halaman

Tidak hanya kondisi rumah yang membuat banyak orang keheranan, fakta pada bangunan itu juga bisa bikin yang menyaksikan geleng kepala. Sebab, di dalam rumah itu ditemukan sepasang burung lovebird masih hidup.

Burung itu masih berkicau saat ditemukan di depan rumah, padahal puluhan hewan ternak milik warga ditemukan mati terbakar. Jangankan burung, sapi pun terpanggang oleh awan panas Semeru.

" Ini yang hidup, hewan ternaknya hanya sepasang burung lovebird. Untuk hewan lainnya mati. Rumah ini juga masih tegak berdiri meski yang lainnya sudah rusak dan tertimbun luapan lahar dan ini (burung) saya selamatkan juga," kata Muhammad Arief, relawan di lokasi kejadian, dikutip dari laman jatimnow.com, Senin 6 Desember 2021.

7 dari 7 halaman

Tak jauh dari rumah itu, tampak dua truk bermuatan pasir yang terjebak lumpur bekas luncuran awan panas Semeru. Beruntung, sang sopir selamat meski menderita luka bakar akibat sengatan awan panas.

" Untuk sopirnya mengalami luka bakar dan sudah diselamatkan," tutur Arief.

Abdul Aziz, pejabat sementara Kepala Desan Sumberwuluh, mengatakan, saat kejadian warga sudah dievakuasi. " Kita masih melakukan pendataan terkait rumah warga yang terdampak," kata Arief.

Lihat kondisi rumah itu di sini.

Join Dream.co.id