Detik-detik Lurah Mengamuk di SMA 3 Tangsel karena Siswa Titipan Tak Diterima

News | Minggu, 19 Juli 2020 11:12
Detik-detik Lurah Mengamuk di SMA 3 Tangsel karena Siswa Titipan Tak Diterima

Reporter : Mutia Nugraheni

Kedatangan Saidun pada Jumat 10 Juli 2020 lalu ternyata memaksa pihak sekolah SMAN 3 Tangsel untuk menerima siswa bawaannya

Dream - Insiden seorang Lurah mengamuk SMAN 3 Tangerang Selatan membuat heboh. Lurah Benda-Baru, Kecamatan Pamulang yang bernama Saidun diketahui menendang barang di meja dan merusak fasilitas sekolah.

Hal itu kabarnya dipicu kekesalan sang Lurah karena kepada pihak sekolah yang tidak bisa mengakomodir keinginannya. Kedatangan Saidun pada Jumat 10 Juli 2020 lalu ternyata memaksa pihak sekolah SMAN 3 Tangsel untuk menerima siswa bawaannya atau siswa titipannya.

" Pada saat itu terlapor (Saidun) masuk ke dalam ruangan Kepala SMAN 3 Tangsel bermaksud untuk memaksa kepala SMAN 3 Tangsel agar menerima 2 orang calon siswa baru untuk bisa diterima masuk ke sekolah SMAN 3 Tangsel," kata Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto, dikutip dari Merdeka.com

 

2 dari 5 halaman

Dilaporkan ke Polisi

Pihak SMAN 3 Tangerang Selatan akhirnya melaporkan Saidun ke pihak berwajib karena perusakan fasilitas milik sekolah. Supiyanto menjelaskan, Saidun mendatangi SMA N 3 Tangsel, Jalan Benda Timur XI A, Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang pada pukul 15.30 WIB dan langsung memasuki ruang kepala SMAN 3 Tangsel.

Kemudian, Kepala SMAN 3 Tangsel memberikan penjelasan jika sebelumnya sudah ada tiga calon siswa yang mengatas namakan Lurah Benda Baru. Namun, ketiga calon siswa tersebut masih berstatus cadangan.

 

3 dari 5 halaman

Lurah Naik Pitam

Tak terima dan tak puas dengan jawaban Plt Kepala SMAN 3 Tangsel, Saidun naik pitam dan langsung menendang toples yang diletakan di meja tamu. Lurah itu kemudian langsung meninggalkan ruangan.

" Mendengar jawaban yang telah diberikan oleh Kepala SMAN 3 Tangsel itu, terlapor (Saidun) langsung menendang toples yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah. Setelah menendang toples-toples makanan ringan yang ada di meja tamu ruangan kepala sekolah terlapor meninggalkan ruangan tersebut kemudian pergi," papar Supiyanto.

Saidun diduga melakukan tindak pidana dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa orang untuk berbuat atau tidak berbuat dan pengerusakan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 335 (1) KUHP dan 406 KUHP.

 

4 dari 5 halaman

Saidun Menyesal

Saidun pun mengakui insiden tersebut. Ia mengungkap menyesali perbuatannya itu, dan mengaku telah meminta maaf kepada Kepala SMAN 3 Tangsel serta dewan Guru di sekolah tersebut.

" Sebenarnya saya sudah sampaikan Maaf, itu kejadian Jumat kemarin, dan Minggunya saya Whatsapp untuk meminta maaf ke Bu Ana (Kepala SMAN3), dan sudah dimaafkan," terang dia

Dia menegaskan, bahwa penendangan itu benar dia lakukan karena merasa kesal, pada saat itu. " Itu biskuit kaleng, ada gelas,saya engga tahu. Itu yang dibesar-besarkan. Tapi hari ini saya bersama Camat, Kepala BKPP, Bu Kepsek dan di hadapan dewan guru saya sampaikan permintaan maaf dan itu sudah clear, diselesaikan secara kekeluargaan," terangnya.

Dia mengaku, pihak SMAN 3 Tangsel, juga akan mencabut laporan Polisi tersebut, dan sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.

" Ini merupakan pengalaman, agar menjadi pelajaran saya ke depan agar tidak terulang lagi. Tadi informasi Bu Aan, berupaya mencabut laporan dan diselesaikan kekeluargaan," jelas dia.

Saidun menampik, dirinya mencalokan siswa masuk sekolah di SMA tersebut, dengan dalih materi atau dengan pemberian uang pelicin.

" Karena ini miskomunikasi, saya memang menitipkan dua anak staf dan sekuriti saya. Enggak ada saya terima apapun. Karena saya kasihan dia staf saya, warga Benda Baru juga, kan kalau sekolah swasta mahal. Dia tidak kuat bayarannya, kasihan," ucap Saidun.

 

5 dari 5 halaman

Video detik-detik Saidun Mengamuk di Ruang Kepsek

Join Dream.co.id