`Detektif Gambut` IPB University Raih Penghargaan John Maddox 2019

News | Rabu, 13 November 2019 16:00
`Detektif Gambut` IPB University Raih Penghargaan John Maddox 2019

Reporter : Maulana Kautsar

Tegas melawan pembakaran lahan gambut.

Dream - Guru Besar Fakultas Kehutanan IPB University, Bambang Hero Saharjo, dianugerahi Penghargaan John Maddox 2019. Penghargaan itu diserahkan di London, Inggris, pada Selasa, 12 November 2019 atas kiprah Bambang dalam menangani kebakaran lahan gambut.

“ Saya masih tidak percaya bahwa saya menerima Penghargaan John Maddox yang bergengsi ini. Tahun lalu saya dikriminalisasi karena mengajukan bukti dan dipaksa membayar hampir Rp1010 miliar oleh perusahaan kelapa sawit yang dinyatakan bersalah karena bersiap untuk menanam kelapa sawit dengan membakar 1.000 hektar lahan gambut," ujar Bambang, dikutip dari Bogor Kita, Rabu 13 November 2019.

Bambang dinilai memiliki kemampuan melacak rute dan sumber kebakaran. Bahkan Bambang telah bersaksi di 500 kasus kebakaran lahan gambut yang masuk persidangan.

Bambang juga membantu kelompok-kelompok lokal memahami dampak kesehatan dan kerusakan lingkungan.

Pada 2015, kesaksian Bambang berperan penting dalam putusan pengadilan yang menyatakan perusahaan kelapa sawit JPP bersalah dalam kasus kebakaran lahan. Tiga tahun kemudian, mereka mengajukan gugatan US$33,5 juta terhadap Bambang karena alasan teknis.

" Akhirnya gugatan itu ditolak dan saya bebas. Penggunaan api untuk persiapan lahan sangat merusak lingkungan dan merusak kesehatan masyarakat setempat. Inilah yang ditunjukkan sebagai bukti," kata dia.

2 dari 6 halaman

Kalahkah Ratusan Nominator

Bambang tidak pernah berhenti membela hak konstitusional rakyat Indonesia untuk lingkungan yang sehat.

John Maddox merupakan penghargaan yang diinisiasi bersama oleh Sense Charity about Science dan jurnal ilmiah internasional terkemuka, Nature. Penghargaan diberikan kepada satu atau dua orang tiap tahun. 

Tahun ini terdapat 206 nominator dari 38 negara. Bambang pun telah menyisihkan para nominator lainnya.

" Penghargaan ini akan memberi saya lebih banyak kekuatan untuk terus bersuara dan untuk melawan pernyataan-pernyataan yang keliru oleh perusahaan yang terus melakukan pembakaran,” ucap dia.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria menyampaikan apresiasi yang mendalam atas prestasi ini.

“ Kami bangga atas capaian Prof Bambang Hero yang konsisten dengan profesinya. Beliau tidak saja mengharumkan nama baik IPB tapi juga bangsa Indonesia,” kata Arif.

3 dari 6 halaman

Konsep Agroforestri 4.0 Blockchain Antarkan Mahasiswa IPB Raih Penghargaan

Dream - Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Mahtuf Ikhsan, meraih medali perak pada International Junior Forest Contest (IJFC) 2019 di Voronezh, Rusia. Ini merupakan kejuaraan tahunan yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Rusia.

Kegiatan ini dilaksanakan di kota yang berbeda di Rusia setiap tahunnya dan mempertemukan para mahasiswa kehutanan seluruh dunia. Mereka ditantang untuk berinovasi di bidang kehutanan.

Mahtuf mengatakan sebelum mengikuti kompetisi, para delegasi diharuskan melewati seleksi dengan mengirim karya ilmiah berkaitan dengan bidang kehutanan. Terutama membahas masalah ekologi hutan, kebakaran hutan, manajemen hutan, dan teknologi inovatif untuk budidaya hutan, wisata alam, dan lain-lain.

Mahtuf terpilih mewakili Indonesia dalam kompetisi yang digelar tahun ini. “ Peserta yang terpilih mengikuti kegiatan ini berjumlah 31 orang dari 20 negara," kata dia, melalui keterangan tertulis diterima Dream.

4 dari 6 halaman

Teknologi Hutan

Di ajang ini, Mahtuf membawakan karya ilmiah yang berjudul Agroforestcape: A New Paradigm of Indonesia’s Agroforestry Based on Blockchain Technology for Food Sovereignty and Environmental Sustainability.

Lewat artikelnya, Maftuh membahas persoalan pengembangan paradigma baru sistem rantai pasok agroforestri di Indonesia. Dia mengusulkan penggunaan teknologi 4.0 blockchain dalam mewujudkan target kedaulatan pangan dan kelestarian lingkungan.

Menurut dia, agroforestri merupakan konsep yang tepat dalam melestarikan hutan sekaligus menyediakan pasokan pangan secara berkelanjutan.

Teknologi blockchain dalam pengelolaan rantai pasok di bidang pertanian dan kehutanan memiliki beberapa keunggulan. Antara lain basis data yang terdesentralisasi, sarana pengelolaan data yang resilien dan hemat biaya serta transparan dan akuntabel khususnya untuk product traceability.

“ Setelah melalui tahap seleksi, saya berhasil meraih Silver Medal dalam kegiatan ini setelah menyisihkan peserta lainnya," kata dia.

Medali emas ajang ini diraih delegasi China. Sedangkan medali perunggu diraih delegasi Amerika Serikat dan Rusia. 

Meski mendapat perak, Mahtuf juga meraih Special Prize dari Voronezh Region Government Agency. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi 4.0 di bidang kehutanan.

5 dari 6 halaman

Mahasiswi IPB Ciptakan Aplikasi Transaksi Perikanan

Dream - Indonesia terus dibuat bangga dengan prestasi anak bangsanya. Kali ini, kebanggaan itu ditorehkan oleh tiga mahasiswi Institut Pertanian Bogor yang kini berganti nama menjadi IPB University.

Mereka adalah Virta Rizki Hernanda, Fathia Ilmiati, dan Dalillah Artaghina. Tiga mahasiswi program studi Teknologi dan Manajemen Perikanan Budidaya, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan ini berhasil menciptakan aplikasi Smart Modern Aquaculture (S-MAQ).

Aplikasi ini dirancang untuk membantu aktivitas budidaya perikanan yang terintegrasi dan transparan. Aplikasi ini dibuat atas keprihatinan banyaknya produk perikanan yang mangkrak akibat masalah transaksi pembayaran.

" Ide ini berfokus pada kegiatan penjualan komoditas akuakultur dalam rantai para pembudidaya," ujar Ketua Tim Riset, Virta Rizki Hernanda, melalui keterangan tertulis diterima Dream, Selasa 5 November 2019.

6 dari 6 halaman

Raih Juara 1

 para juara lomba menulis karya ilmiah

Virta mengatakan saat ini aplikasi S-MAQ masih dalam proses penyiapan. Namun demikian, timnya telah membuat prototype sederhana untuk fitur-fitur aplikasi.

S-MAQ diklaim memiliki keunggulan yaitu tersedianya sejumlah fitur yang dapat menghubungkan proses penjualan komoditas antar pembudidaya.

Dengan ide ini, tiga mahasiswa tersebut meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Chemistry Friendship Competition (CFC) di Universitas Bangka Belitung pada 22-23 Oktober 2019.

" Semoga ini dapat menjadi salah satu cara untuk meng-upgrade diri kami menjadi lebih baik lagi. Saya pribadi berharap, karya yang dihasilkan ini dapat memberikan manfaat untuk orang lain," kata Virta.

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id