Wanita di Medan Nekat Potong 4 Jari Demi Klaim Asuransi

News | Sabtu, 16 Mei 2020 09:49
Wanita di Medan Nekat Potong 4 Jari Demi Klaim Asuransi

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Ia merekayasa jadi korban begal.

Dream – Masyarakat Kota Medan sempat dihebohkan dengan kasus begal sadis terhadap Erdina Boru Sihombing, 54, di Jalan AR Hakim, Medan, Sumatera Utara. Dalam kasus tersebut, Erdina disebutkan menjadi korban putus jarinya karena ditebas kawanan rampok. 

Setelah diusut, ternyata kejadian tersebut hanyalah rekayasa belaka. Perempuan setengah baya ini nekat menebas empat jarinya sendiri hingga putus demi mendapatkan uang asuransi untuk menutupi utang-utangnya. Erdiana kini telah ditetapkan menjadi tersangka laporan palsu.

" Saat di investigasi ternyata peristiwa (begal) tersebut tidak pernah terjadi, dan hari ini kita tetapkan bahwa tersangkanya adalah pelapor tersebut yaitu ES (Erdina boru Sihombing)," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, saat memaparkan kasus itu di Mapolda Sumut, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu 16 Mei 2020. 

Menurut pemberitaan, Erdiana mengaku dibegal saat akan berbelanja cabai ke Pasar MMTC. Warga Jalan AR Hakim Gang Rahayu ini mengaku tasnya yang berisi uang tunai Rp4 juta dan handphone dirampas dua pria mengendarai sepeda motor di sekitar rel, sebelum simpang Jalan Wahidin pada 1 Mei 2020.

Saat berusaha mempertahankan tasnya, pelaku menebas tangannya dengan senjata tajam sehingga 4 jarinya putus.

2 dari 4 halaman

Polisi Tak Temukan Bukti

Selama dua minggu, laporan Erdiana diselidiki polisi. Seluruh alat bukti dikumpulkan dari sekitaran TKP.

Saksi mata dimintai keterangan. CCTV di kawasan itu pun diperiksa. Perangkat IT juga digunakan untuk mencari titik terang. Namun tidak satu pun menunjukkan aksi begal terjadi di sana.

Tim kemudian melakukan penyidikan lanjut, apa yang sebenarnya terjadi. Petugas di lapangan akhirnya menemukan kejanggalan dari laporan itu.

3 dari 4 halaman

Nekat Demi Bayar Hutang

Penyidik akhirnya dapat membuktikan bahwa Erdiana berbohong dan membuat laporan palsu. Motifnya adalah tekanan ekonomi dan dililit utang, perempuan ini ingin mendapat klaim asuransi.

" Jadi kejadian sebenarnya adalah Ibu Erdina Sihombing memotong jarinya sendiri dengan parang agar meyakinkan penyidik bahwa dia memang dibegal," tegas Martuani.

4 dari 4 halaman

Ditetapkan jadi Tersangka

Erdiana telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara kedua rekan yang mengantar tersangka ke rumah sakit dan membuat laporan masih berstatus saksi.

" Ini adalah kasus pertama di lingkungan Polda Sumut. Saya bersyukur para penyidik tidak bisa ditipu," tutup Martuani.

Terkait
Join Dream.co.id