Cuma Butuh 30 Menit, Senjata 'Kiamat' China Bisa Buat AS Hancur

News | Minggu, 13 Oktober 2019 10:01
Cuma Butuh 30 Menit, Senjata 'Kiamat' China Bisa Buat AS Hancur

Reporter : Sugiono

Mampu melesat dengan kecepatan supersonik sehingga sulit ditangkis anti-rudal manapun.

Dream - Setelah Perang Dingin usai dengan pecahnya Uni Soviet menjadi Rusia, Amerika Serikat otomatis sudah tidak mempunyai pesaing lagi dalam hal teknologi militer.

Namun status negara adidaya itu sepertinya hanya berlangsung singkat. Banyak negara yang mulai membenahi alat utama sistem pertahanan atau alutsista mereka.

Salah satu pesaing Amerika datang dari Asia yaitu China. Negara ini muncul sebagai salah satu kekuatan militer baru yang tak kalah jika dibandingkan dengan AS.

Dalam acara Parade Militer untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-70, China memamerkan senjata-senjata canggih yang sangat menakutkan.

Parade yang digelar di Lapangan Tiananmen pada 1 Oktober itu begitu memukau hingga menarik perhatian seluruh dunia.

Salah satu alutsista mengerikan yang dipamerkan di Parade Militer itu adalah rudal antarbenua Dongfeng-41 (DF-41).

2 dari 5 halaman

Mengapa AS Harus Khawatir dengan Rudal China?

Dongfeng-41 adalah rudal balistik antarbenua yang memilih kecepatan 7.672 mil/jam atau 12.346 km/jam saat diluncurkan di udara.

Rudal ini dilaporkan memiliki jangkauan 15.000 kilometer atau yang terjauh dari setiap rudal nuklir yang ada di dunia saat.

 Penampakan rudal Dongfeng-41 atau Angin Timur buatan China.

Kalau boleh dianalogikan, rudal DF-41 ini mampu menjangkau dan menghancurkan hampir setiap sudut planet Bumi.

Karena itu, AS sebaiknya merasa khawatir dengan kemajuan teknologi militer China, terutama dengan rudal DF-41 ini.

3 dari 5 halaman

Setiap Biji DF-41 Mampu Membawa 10 Hulu Ledak Nuklir

Yang lebih mengerikan lagi, DF-41 diklaim mampu membawa 10 hulu ledak nuklir. Dengan kemampuan terbang 25 kali kecepatan suara, DF-41 mampu menjangkau AS hanya dalam 30 menit.

Selain rudal DF-41, China juga memamerkan peluru kendali yang dinamakan Dongfeng-17 (DF-17).

Rudal hipersonik berkemampuan nukli ini secara teoritis dapat bermanuver tajam pada kecepatan suara berkali-kali, membuatnya sangat sulit untuk dilawan anti-rudal musuh.

Nozomu Yoshitomi, seorang pensiunan jenderal di Pasukan Bela Diri Darat Jepang, mengatakan, DF-17 menjadi ancaman serius bagi efektivitas sistem pertahanan rudal regional yang sedang dibangun oleh AS dan Jepang.

Jika digabungkan dengan jumlah anggota People's Liberation Army (PLA) yang mencapai dua juta, maka China benar-benar bisa membuat AS hancur lebur dalam 30 menit.

Sumber: The Sun

4 dari 5 halaman

Rudal Zircon, Senjata Rusia yang Bisa Lumat AS Jadi Debu

Dream - Persaingan senjata antara Rusia dan Amerika Serikat tak pernah berujung. Kali ini, giliran Rusia yang unjuk kekuatan dengan menguji coba rudal jelajah bernama Tsirkon, alias Zircon.

Menurut laman inquisitr.com, pada hari Minggu lalu sebuah siaran berita televisi Rusia mengupas rudal jelajah yang menjadi ancaman nyata bagi militer Amerika Serikat itu. Misil ini bisa diluncurkan dari atas kapal perang.

Menurut Popular Mechanics, sebagaimana dikutip inquisitr.com tersebut, kemampuan rudal jelajah Zircon diklaim sangat mengejutkan. Senjata mematikan ini bisa melaju dengan kecepatan hipersonik, 6.000 mil perjam. Atau sekitar 9.656 kilometer perjam.

Laporan pada uji coba Desember silam menyebut bahwa misil ini mampu melaju dengan kecepatan 1,7 mile perdetik. Itu artinya bisa terbang dengan kecepatan 6.138 mile perjam. Atau sekitar 9.878 kilometer perjam.

Keberadaan rudal jelajah Zircon selama ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan intelijen Amerika Serikat. Namun, pada Februari lalu Presiden Rusia, Vladimir Putin, baru mengonfirmasi bahwa negaranya mengembangkan rudal ini.

" AS pernah mencari dominasi global melalui program misilnya. Mereka harus meninggalkan ilusi, kami akan selalu merespons dengan respons timbal balik," kata Putin dalam pidato sekitar tiga minggu lalu. Putin juga mengklaim bahwa kemampuan rudal hipersonik ini " tak terkalahkan."

Pada hari Minggu, seperti dilaporkan melalui Twitter oleh jurnalis sekaligus pengamat Rusia, Julia Davis, dalam laporan tentang rudal Zircon, sebuah siaran berita televisi negeri Beruang Merah itu mengklaim " sistem pertahanan rudal AS berubah menjadi debu."

Menurut laporan Fast Company, rudal itu awalnya dirancang untuk menarget kapal. Tetapi sekarang diyakini juga punya kemampuan menyerang target di darat.

Sementara, laman Navy Recognition mengutip sebuah sumber yang menyebut bahwa uji coba peluncuran rudal Zircon melalui kapal perang angkatan laut akan dilakukan akhir 2019.

" Fregat kelas Laksamana Gorshkov, juga dikenal sebagai Proyek 22350, dari Armada Utara akan digunakan," kata sumber itu. Namun belum ada konfirmasi resmi tentang informasi ini.

5 dari 5 halaman

Tak Bisa Dibendung

Navy Recognition juga menyebut rudal Zircon punya kemampuan yang lebih besar untuk menghancurkan kapal induk.

Menurut laman Newsweek.com, intelijen AS menyebut bahwa Rusia siap memproduksi misil Zircon mulai 2021 dan mengoperasikannya pada awal 2022. Celakanya, laporan itu menyebut sistem pertahanan AS tak mampu mencegah ancaman itu.

Kalau masih penasaran, lihat sendiri videonya di bawah ini.

Representasi Feminisme Versi Barli Asmara
Join Dream.co.id