Cuaca Ekstrem Jepang, 77 Orang Meninggal, 30 Ribu Dirawat

News | Selasa, 24 Juli 2018 14:01
Cuaca Ekstrem Jepang, 77 Orang Meninggal, 30 Ribu Dirawat

Reporter : Ahmad Baiquni

Banyak warga Jepang mengalami heat stroke.

Dream - Jepang tengah dilanda cuaca ekstrem dalam beberapa hari belakangan. Pada Senin siang kemarin, suhu udara mencapai lebih dari 40 derajat Celcius.

Dikutip dari Straits Times, suhu tertinggi tercatat berada di Kumagaya di prefektur Saitama wilayah Tokyo Besar pada siang kemarin pukul 14.16 waktu setempat mencapai 41,1 derajat Celcius.

Suhu ini melampaui rekor yang pernah terjadi pada Agustus 2013 yaitu 41,0 derajat Celcius di Kochi. Sedangkan di Ibukota Jepang, Tokyo, suhu udara rata-rata mencapai 40 derajat Celcius kemarin. Tetapi, suhu udara di distrik Ome di barat Tokyo tercatat 40,8 derajat Celcius.

Cuaca ekstrem ini menyembabkan sedikitnya 77 orang, kebanyakan orang tua, meninggal dunia. Satu pelajar dilaporkan pingsan ketika keluar dari gedung sekolah dan sebanyak 30 ribu orang lainnya dilarikan ke rumah sakit akibat menderita heat stroke.

Kantor berita NHK mencatat sedikitnya 38 penduduk Tokyo meninggal akibat gelombang panas ini. Dari angka tersebut, 21 kasus kematian terjadi pada Jumat dan Minggu pekan lalu pada usia antara 40 sampai 90 tahunan.

Sementara kantor berita Kyodo melaporkan, pada Senin kemarin sebanyak sembilan orang meninggal di prefektur Miyazaki. Di daerah yang sama, sembilan pelajar SMA yang melihat pertandingan baseball dilarikan ke rumah sakit akibat menderita sejumlah kondisi karena kepanasan.

Dua orang warga Singapura yang tinggal di Tokyo juga mengalami kelelahan akibat panas yang terjadi selama sepekan. Mereka adalah Nur Rosmawati dan Layla Tan.

Pejabat Badan Metereologi Jepang, Motoaki Takekawa, mengatakan hampir seluruh kawasan Jepang akan mengalami cuaca panas di atas 35 derajat Celcius hingga awal Agustus. (ism)

Adu Akting dengan Betari Ayu, Alvin Faiz Ceritakan Respon Sang Istri
Join Dream.co.id