Cuaca Ekstrem di Indonesia Dipengaruhi Gelombang Atmosfer

News | Selasa, 30 April 2019 16:00
Cuaca Ekstrem di Indonesia Dipengaruhi Gelombang Atmosfer

Reporter : Maulana Kautsar

Gelombang atmosfer dari Samudera Hindia yang membawa banyak uap air, sehingga pertumbuhan awan hujan di Indonesia semakin intens.

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyatakan bahwa sejumlah wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada April 2019. Tapi nyatanya, hingga akhir bulan ini hujan masih kerap turun.

Hingga Selasa, 30 April 2019, BMKG memprediksi hujan lebat di sejumlah wilayah. Termasuk di Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo, menyebut, penyebab cuaca ektrem yang saat ini melanda Indonesia dipengaruhi aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO). MJO merupakan gelombang atmosfer yang membawa massa udara basah.

" MJO yang tumbuh dan berkembang di Samudera Hindia sejak beberapa hari lalu memberikan dampak berupa perningkatan curah hujan di Indonesia bagian barat," kata Mulyono, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 30 April 2019.

2 dari 2 halaman

MJO Membawa Banyak Uap Air

Tetapi, Kepala Bidang Humas BMKG, Taufan Maulana, mengatakan bahwa fenomena MJO merupakan siklus yang normal dan alami.

" Dilihat dari aspek iklim, saat ini misalnya wilayah Jabodetabek masih dalam periode akhir musim hujan. Dan dari aspek dinamika atmosfer saat ini di atas wilayah Indonesia sedang ada gelombang atmosfer MJO, gelombang atmosfer dari Samudera Hindia yang membawa banyak uap air, sehingga pertumbuhan awan hujan di Indonesia semakin intens," ucap Taufan.

BMKG terus mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap cuaca ekstrem pada pekan-pekan ini. Sebab MJO memiliki durasi rata-rata dari 30 hingga 60 hari.

" Jadi dugaan kami, kondisi sangat aktifnya MJO yang didukung oleh adanya pusaran angin di Barat Daya Sumatera (yang sekarang jadi TC LORNA) yang menjadikan terbentuknya pertemuan angin di atas Jawa Barat, adalah pemicu hujan lebat yang menjadikan banjir kemarin," ujar Taufan.

Sumber: Liputan6.com/Yopi Makdori

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id