Covid-19 dalam Angka: Kepatuhan Berkurang Saat Kasus Baru Pecah Rekor Tertinggi

News | Kamis, 15 Juli 2021 07:01

Reporter : Arini Saadah

Penjelasan Dr Dewi tentang lonjakan kasus covid-19 yang semakin tinggi kaibat varian delta yang menular lebih cepat.

Dream - Indonesia kembali mencatat kasus harian tertinggi selama pandemi pada Rabu 14 Juli 2021, yaitu sebesar 54.517 kasus. Namun anehnya, peningkatan kasus Covid-19 itu justru diiringi dengan penurunan kepatuhan menjalankan protokol kesehatan.

Dalam monitoring kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube BNPB Indonesia, selama satu pekan terakhir terdapat 95 (24.17 persen) dari 393 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen.

Kemudian juga terdapat 118 (30.03 persen) dari 393 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 75 persen.

Peran aktif seluruh elemen masyarkat sangat penting dalam menekan laju penularan. Karena itu, memperkuat peran posko kelurahan/desa menjadi salah satu kunci pengendalian Covid-19 di tengah masyarakat.

Covid-19 dalam Angka: Kepatuhan Berkurang Saat Kasus Baru Pecah Rekor Tertinggi
Ilustrasi Pengetatan Mobilitas Masyarakat (Foto: Merdeka.com)
2 dari 8 halaman

Dipantau Melalui Sistem Big Data

 Ilustrasi
© YouTube/BNPB Indonesia

Menurut keterangan Ketua Bidang Data Dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dr Dewi Nur Aisyah, saat ini terdapat 461.655 personel dari jajaran TNI, Polri, Duta Perubahan Perilaku, relawan Satgas dan anggota posko yang turut memantau kepatuhan protokol kesehatan masyarakat.

Mereka memantau kepatuhan menggunakan masker dan menjaga jarak di lokasi kerumunan seperti mall, perkantoran, tempat wisata, pasar dan sebagainya.

Sejak September 2020 hingga 14 Juli 2021, sudah lebih dari 558 juta orang dipantau, lebih dari 184 juta laporan diterima, dan setiap hari hampir sekitar satu juta laporan diterima setiap hari di 34 provinsi di seluruh wilayah Indonesia.

Data ini menurut Dr Dewi dilakukan sistematis dan real time. Bahkan kini sistem Big Data ini sudah merambah ke level kelurahan dan desa.

" Dengan sistem yang baru ini kita bisa memantau kepatuhan masyarakat sampai ke level kelurahan," ujar Dr Dewi.

3 dari 8 halaman

Rendahnya Tingkat Kepatuhan Memakai Masker

 Ilustrasi
© YouTube/BNPB Indonesia

Selama satu pekan terakhir ada 95 dari 394 kab kota yang dilaporkan memiliki kepatuhan menggunakan masker kurang dari 75 persen.

Sementara itu pada level kecamatan terdapat 890 dari 3.397 kecamatan yang memiliki kepatuhan memakai masker kurang dari 75 persen juga.

Kemudian pada level kelurahan dan desa ada 5.282 dari 19.880 kelurahan/desa yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker di bawah 75 persen.

" Di bawah 75 berarti tingkat kepatuhannya masih rendah," jelas Dewi.

4 dari 8 halaman

Kepatuhan Jaga Jarak Level Nasional

 Ilustrasi
© YouTube/BNPB Indonesia

Ternyata persentase secara nasional kepatuhan menjaga jarak di kabupaten sekitar 28,43 persen, artinya tingkat kepatuhannya masih di bawah 75 persen.

Kemudian pada level kecamatan kepatuhannya 30,70 persen. Sedangkan pada level kelurahan/desa tingkat kepatuhan menjaga jarak sekitar 28,72 persen atau bisa disebut kurang dari 75 persen juga.

" Kalo kita ingat kepatuhan memakai masker, bisa kita lihat kepatuhan menjaga jarak lebih rendah daripada kepatuhan memakai masker," ucapnya.

Akan tetapi jika dilihat dari data setiap daerah, maka menurut Dr Dewi, bisa berbeda lagi data yang didapatkan.

5 dari 8 halaman

Lokasi Kerumunan dengan Kepatuhan Rendah

Dewi menjabarkan lokasi-lokasi kerumunan yang memiliki kepatuhan protokol kesehatan rendah.

Menurutnya dalam satu bulan terakhir lokasi kerumunan dengan kepatuhan memakai masker terendah ditemukan di wilayah permukiman, peringkat ke dua tempat wisata, peringkat ke tiga adalah restoran atau kafe.

Sementara itu kepatuhan menjaga jarak paling rendah juga terjadi di wilayah pemukiman, tempat wisata, restoran dan kedai, serta ada tambahan lokasi di bandara dan stasiun.

" Bisa jadi karena sebulan terakhir kita masih melihat pergerakan orang keluar daerah, sehingga bisa dilihat rendahnya tingkat kepatuhan menjaga jarak," ujarnya.

6 dari 8 halaman

Lokasi Orang yang Sering Ditegur

Dewi menambahkan, kebanyakan wilayah yang ditegur oleh para personel terkait kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak tersebut ada di wilayah pasar, perkantoran, jalanan umum, pemukiman, restoran atau kedai. Artinya pada lokasi-lokasi tersebut kemungkinan memiliki tingkat kepatuhan yang rendah

" Nah itu adalah wilayah kerumunan yang mendapat banyak teguran dari personel di lapangan, yang mungkin juga mencerminkan tingkat kepatuhan yang rendah pada lokasi-lokasi itu," jelasnya.

" Saya mengapreasi semua uta perubahan perilaku yang mau membantu kita untuk menegur, karena menegur itu susah, dan tidak semua orang mau menerima teguran kita," ungkap dokter Lulu Kamal yang menjadi host dalam monitoring kepatuhan protokol kesehatan tersebut.

7 dari 8 halaman

Pengetatan Mobilitas dengan PPKM Darurat

 Ilustrasi
© YouTube/BNPB Indonesia

Dewi berharap pengetatatn mobilitas bisa menekan penularan virus. Namun pemberlakuan PPKM Darurat bisa berhasil jika masyarakat disiplin mematuhi protokol kesehatan 5 M, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas. Saat aturan diberlakukan, maka penurunan kasus bisa dilihat baru 3 hingga 4 minggu setelahnya.

" Ketika intervensi dilakukan pada hari itu, maka penurunan kasus tidak bisa dilihat hari itu juga. Biasanya butuh waktu, paling cepat 3 minggu sebenarnya," ujarnya.

" Pengetatan mobilitas, pengurangan aktivitas, diharapkan bisa mengerem kenaikan kasus dan mungkin dampaknya bisa baru dirasakan 3 hingga 4 minggu setelah implementasi berjalan,” katanya.

8 dari 8 halaman

Tanggungjawab Setiap Individu

Ia juga menjelaskan alasan mengapa kenaikan kasus Covid-19 semakin melonjak. Hal itu disebabkan oleh virus yang bermutasi menjadi varian delta. Varian baru ini memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat.

“ Agent-nya ini si virus, kalo ditanya kenapa lonjakannya tinggi, karena dari agent-nya ini sudah ada variannya, varian delta yang secara scientifik memiliki penularan yang lebih tinggi,” tegasnya.

Menurutnya, kepatuhan masyarakat sangatlah penting dilakukan oleh setiap elemen masyarakat. “ Kepatuhan juga ngaruh nih, kepatuhan individu, jadi setiap orang punya kontribusi yang besar untuk menentukan apakah kasusnya berkembang naik atau tidak,” pungkasnya.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Join Dream.co.id