Prahara Cinta Segitiga Berujung Maut di Cengkareng, Berawal dari Chat 'Kapan Kamu Ceraikan Istri'

News | Selasa, 17 Mei 2022 10:50

Reporter : Nabila Hanum

Berawal dari chat WhatsApp, tersangka DN tega menghabisi nyawa korban.

Dream - Teka-teki hilangnya wanita berinisial DN (26) asal Cengkareng, Jakarta Barat, sejak 26 April lalu akhirnya terjawab. Ia ditemukan meninggal dunia di kawasan Cibubur, Bekasi pada Jumat 13 Mei 2022.

DN meninggal diduga akibat dibunuh. Hasil penyelidikan polisi kemudian mengerucut pada satu nama pelaku berinisil NU (24) tahun.

Motif pembunuhan tersebut merupakan rasa cemburu akibat perselingkuhan antara suami NU yang berinisial A dengan DN selama 4 bulan terakhir.

Prahara Cinta Segitiga Berujung Maut di Cengkareng, Berawal dari Chat Kapan Kamu Ceraikan Istri
Ilustrasi Pembunuhan (Shutterstock)
2 dari 6 halaman

Berawal dari Chat WA 'Kapan Kamu Ceraikan Istri'

 Tersangka DN diamankan Polsek Cengkareng© Instagram @polres_jakbar

Kapolsek Cengkareng, Kompol Ardhie Dimasetyo, mengatakan, NU merupakan istri sah A. Lelaki itu berpacaran dengan DN selama kurun waktu empat bulan terakhir.

Hubungan gelap A dan DN diketahui sang istri. Ada kata-kata di pesan singkat WhatsApp membuat pelaku NU tersulut emosi. Apalagi korban kedapatan menawarkan diri untuk menemani A mengurus di pengadilan.

" Jadi begini, berawal dari istrinya ngecek handphone suaminya dan ada WhatsApp yang berisi 'kapan kamu ceraikan istri', suami jawab 'iya nanti abis lebaran'. Korban bilang 'perlu tidak saya antarkan ke pengadilan'," kata Ardhie.

Usai membaca pesan singkat itu pelaku langsung kesal dan tersulut emosi. Ia kemudian merencanakan untuk membunuh korban.

NU menghubungi korban menggunakan ponsel suami seolah-olah pesan itu dikirim oleh A. Pesan itu berisi ajakan buka puasa bersama di suatu tempat pada Selasa 26 April 2022.

" NU mengambil handphone suaminya dan dia WhatsApp korban seolah-olah chat-chatan dari suaminya," kata Ardhie.

3 dari 6 halaman

Sudah Dikaruniai 3 Anak

Pelaku semakin merasa sakit hari karena korban mengetahui ia dan A sudah dikaruniai tiga orang anak, namun tetap menjalin hubungan.

" Korban tahu, dia mengetahui bahwa suami tersangka ini sudah berumah tangga dan mempunyai 3 anak," beber Ardhie.

Kepada polisi, NU menceritakan detik-detik menghabisi nyawa DN secara rinci. Mulai dari menjemput perempuan itu di halte Taman Mini, hingga membuang jasad korban ke dalam parit.

" Jadi pada saat sampai Tempat Kejadian Perkara (TKP) seolah-olah mau ketemu suaminya, awal curiga kenapa saya di bawa ke sini, si A nanti datang lagi di perjalanan di tunggu saja," ucap Ardhie.

4 dari 6 halaman

Korban Ditikam

 Barang bukti© Instagram @polres_jakbar

NU dan DN, serta mengaku sebagai rekan dari A. Pelaku lantas berpura-pura hendak membelikan minum, sembari menunggu A.

" Setelah ketemu, tersangka dan korban menuju ke perumahan Grand Citra Cibubur Bekasi Kota yang mana tersangka NU ini sudah mempersiapkan alat-alat seperti kunci Inggris, pisau dapur dan gunting rumput yang sudah disiapkan dari rumah untuk menghabisi korban," jelas Ardhie.

Usai dirasa aman dan korban tengah fokus dengan smartphone-nya, NU lantas memukul dari belakang menggunakan kunci Inggris.

" Setelah korban menunggu di motor sampai melihat situasi kondisi korban lagi main HP, di situlah tersangka memukul kepala korban sebanyak 5 kali. Setelah jatuh, dilakukan penusukan menggunakan pisau rumput," terangnya.

5 dari 6 halaman

Ditusuk Pakai Pisau Dapur

Tak berhenti di situ, lantaran korban masih merintih kesakitan NU segera melancarkan pukulan dan menusuk korban dengan pisau.

" Karena dilihat masih bernapas atau merintih, tersangka mengulangi lagi dengan menusuk di bagian perut dan tangan dengan pisau dapur," papar Ardhie.

Tersangka NU telah menyiapkan ganti baju usai melakukan aksinya. Sejumlah barang bukti dan senjata yang digunakan untuk menikam, juga dibuang di dekat TKP.

" Jadi tersangka ini sudah menyiapkan baju, karena dia berlumur darah. Jadi dia pakai baju yang sudah dipersiapkan dari rumah. Setelah itu, alat-alat yang dipakai untuk melakukan kejahatannya dibuang dekat TKP. Makanya kemarin kita bersama Reskrim Polres Metro Bekasi Kota menyisir untuk mencari alat bukti yang digunakan oleh tersangka," imbuhnya.

6 dari 6 halaman

Pelaku Jalani Tes Kejiwaan

Satreskrim Polres Bekasi Kota bersama Unit Reskrim Polsek Cengkareng meringkus NU di kediamannya. Saat beraksi, tersangka mengaku melakukan perbuatannya sendiri. Bahkan, sang suami alias A tak mengetahui perbuatan NU terhadap korban.

" Suaminya sendiri tidak mengetahui sampai kemarin pada saat kita jemput di rumahnya, kita kerjasama dengan Reskrim Polres Bekasi Kota. Kita amankan dan kita langsung olah TKP di sana, dan dia menunjukan lokasi saat dia menghabisi korban dan setelah dihabisi dia juga sudah menyiapkan baju untuk diganti," ujar Ardhie.

Jenazah korban telah dibawa ke Bogor, Jawa Barat. Sebelumnya sempat berada di Rumah Sakit Kramat Jati, Jakarta Timur.

Atas kejadian ini, pihak kepolisian akan melakukan tes kejiwaan terhadap pelaku tersebut.

" Nanti kita akan mengecek untuk tes kejiwaan, nanti kita bawa ke Rumah Sakit Kramat Jati. Pasal ya enggak dikenalan Pasal 340 Ju 338 dengan ancaman pidana 15 tahun," pungkasnya.

Sumber: Merdeka.com

Join Dream.co.id