China Temukan Virus Corona 7 Tahun Lalu, Tapi Bungkam Sampai Akhirnya Nyebar

News | Selasa, 7 Juli 2020 08:00
China Temukan Virus Corona 7 Tahun Lalu, Tapi Bungkam Sampai Akhirnya Nyebar

Reporter : Eko Huda S

Tujuh tahun silam, ada 6 pegawai tambang yang terinfeksi virus corona. Dua meninggal dunia.

Dream - Sebuah penyelidikan tentang virus corona di China mengungkap fakta mengejutkan. Para ilmuan di China menemukan jenis virus corona yang sangat dekat dengan varian penyebab Covid-19 tujuh tahun silam.

Para ilmuwan yakin China sengaja merahasiakan temuan hampir sewindu lalu itu dan baru buka suara ketika Covid-19 yang disebabkan oleh SARS-COV-2 itu setelah menjadi pandemi dunia.

Investigasi itu menemukan fakta bahwa varian virus corona ditemukan pada 2013, saat sejumlah penambang di lokasi yang penuh dengan tikus dan kelelawar meninggal dunia akibat virus yang variannya sangat dekat dengan penyebab Covid-19. Varian virus itu telah dibawa ke Wuhan untuk diteliti.

Dalam laporan investigasi yang dilakukan oleh Sunday Times, sebagaimana dikutip oleh Daily Star, menemukan bahwa varian terdekat dengan virus corona ditemukan pada perut para penambang yang tewas pada 2013 tersebut. Virus-virus itu dibawa ke laboratorium di Wuhan.

2 dari 9 halaman

Varian virus itu juga ditemukan pada kelelawar dan tikus di tambang tembaga di barat daya China. Varian virus itu menyebabkan enam penambang mengalami demam, batuk dan pneumonia pada 2012 setelah mereka bekerja di lokasi tambang.

Dua di antara pekerja itu meninggal dunia akibat virus tersebut. Empat penambang lain menjalani tes dan mereka diketahui positif memiliki antibodi virus corona.

Selama ini memang beredar rumor bahwa virus corona yang meledak menjadi pandemi itu berasal dari laboratorium di China. Badan Kesejatan Dunia (WHO) telah mendesak China untuk menyelidiki tudingan tersebut.

3 dari 9 halaman

Menurut laporan Sunday Times, ratusan sampel virus corona dikumpulkan dari berbagai wilayah terpencil China dan dibawa ke kota untuk diteliti.

Namun, Institut Wuhan yang merupakan tempat laboratorium biologi itu mengatakan percobaan tersebut dibatalkan karena tidak cocok dengan SARS yang pernah menjadi wabah beberapa tahun lalu.

Nikolai Petrovsky, ilmuwan dari Flinders University di Adelaide mengatakan bahwa China tidak akan melakukan apapun bila tidak mengetahui virus baru.

4 dari 9 halaman

Beredar Foto Penyimpan Virus Corona di Laboratorium Wuhan Rusak

Dream - Terjadi situasi mengejutkan di laboratorium dengan pengamanan tertinggi di China, negara yang merupakan asal pandemi Covid-19.

Foto-foto yang diyakini dari Institut Virologi di Wuhan yang bersifat rahasia menunjukkan karet pintu lemari es yang digunakan untuk menyimpan 1.500 jenis virus telah rusak.

Salah satu dari 1.500 jenis virus yang yang disimpan tersebut termasuk virus corona pada kelelawar yang menular ke manusia.

Foto-foto itu pertama kali dirilis oleh China Daily pada 2018, tetapi diterbitkan di Twitter bulan lalu, sebelum dihapus.

5 dari 9 halaman

Eksperimen Virus Corona pada Kelelawar

Laman The Mail pada hari Minggu dua pekan lalu mengungkapkan bahwa para menteri China sekarang khawatir bahwa wabah ini mungkin menyebar sebagai akibat dari kebocoran tersebut.

Pekan lalu, surat kabar Inggris itu juga mengungkapkan bahwa Institut Virologi Wuhan telah melakukan eksperimen virus korona pada kelelawar yang ditangkap lebih dari 1.000 mil jauhnya di Yunnan.

Eksperimen tersebut mendapat dana sebesar US$3,7 juta dari pemerintah Amerika Serikat.

Belakangan diketahui bahwa urutan genom Covid-19 ternyata mengarah kepada virus corona pada kelelawar yang hanya ditemukan di gua-gua di Yunnan.

6 dari 9 halaman

China Diminta Transparan

Presiden AS, Donald Trump, ketika ditanyai tentang teori kebocoran ini pada konferensi pers pekan lalu mengatakan, 'Kami sedang melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap situasi yang mengerikan ini'.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuntut agar Beijing bersikap transparan tentang apakah virus corona bocor dari laboratorium di Wuhan. Dia mengatakan 'masih banyak yang harus dipelajari. Pemerintah AS sedang bekerja keras untuk memastikan hal ini'.

Dia menambahkan bahwa salah satu kerja sama terbaik yang harus dilakukan China adalah 'membiarkan dunia masuk dan mengizinkan para ilmuwan dunia mengetahui dengan persis bagaimana hal itu terjadi, lebih tepatnya bagaimana virus itu mulai menyebar'.

7 dari 9 halaman

Penelitian Virus Corona Sejak Tahun 2018

Kecurigaan terhadap China telah meningkat setelah Washington Post melaporkan bahwa para diplomat AS di Beijing menulis tentang laboratorium di Wuhan pada tahun 2018.

Diplomat AS memperingatkan Departemen Luar Negeri tentang 'penelitian laboratorium terhadap virus corona pada kelelawar dan kemungkinan penularannya kepada manusia berisiko memunculkan wabah baru seperti SARS'.

8 dari 9 halaman

Laboratorium di Wuhan Panik

Sementara sumber-sumber intelijen AS mengatakan tak lama setelah wabah virus corona menyebar, para pejabat di Institut Virologi Wuhan menghancurkan sampel virus dan menghapus laporan sebelumnya.

Tidak hanya itu, laboratorium di Wuhan juga membredel surat kabar akademik. Mereka juga mencoba menyalahkan pasar hewan di Wuhan, tempat hewan liar diperjualbelikan.

Sumber-sumber tersebut percaya bahwa 'Pasien Nol' adalah pekerja magang di laboratorium tersebut, yang menyebarkan virus ke penduduk setempat setelah menginfeksi pacarnya.

9 dari 9 halaman

China Membantah Terlibat

Sumber lain menggambarkan 'biaya untuk menutup kasus ini sebagai biaya paling mahal yang dikeluarkan pemerintah China'.

Beijing menekankan bahwa keterlibatan Institut Virologi di Wuhan hanya kebetulan. Mereka menolak dikaitkan dengan laboratorium itu dan menyebutnya sebagai 'teori konspirasi yang tidak mendasar'.

Dalam sebuah surat kepada The Mail pada hari Minggu, seorang juru bicara kedutaan China mengatakan, 'Tidak ada hal yang disembunyikan, dan tidak pernah ada rahasia yang ditutupi'.

Sumber: mStar.com.my

Join Dream.co.id