China Larang WHO Dekati Gua Kelelawar yang Diduga Jadi Jalur Penyebaran Covid-19

News | Kamis, 14 Oktober 2021 10:01

Reporter : Sugiono

WHO yakin gua-gua tersebut berpotensi menjadi jalur penularan Covid-19 kepada manusia yang disebabkan oleh kelelawar.

Dream - Hingga setahun lebih berlalu, pandemi Covid-19 belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Kasus penularannya masih terus terjadi hingga kini.

Padahal, penularan penyakit yang diantarkan oleh virus corona ini telah menelan korban hingga jutaan jiwa sejak mulai dinyatakan sebagai pandemi sekitar bulan Maret 2020 lalu.

Virus corona yang juga disebut SARS-CoV-2 ini diduga berasal dari Wuhan, China. Menurut para ilmuwan, perantara pertama yang membawa virus ini adalah kelelawar yang tinggal di gua-gua di sekitar Wuhan.

China Larang WHO Dekati Gua Kelelawar yang Diduga Jadi Jalur Penyebaran Covid-19
China Larang WHO Teliti Gua Kelelawar Yang Diduga Jadi Jalur Penyebaran Covid-19.
2 dari 7 halaman

Namun menurut New York Post, pemerintah China menolak memberikan izin Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengunjungi gua kelelawar dan area peternakan satwa liar yang terletak di sebelah barat Wuhan.

Sebelumnya, WHO berusaha mendapatkan akses mengunjungi ratusan gua kelelawar di Enshi, Provinsi Hubei tempat lokasi wabah Covid-19 mulai muncul.

Selain itu, para ilmuwan WHO pun ingin menyelidiki kawasan peternakan yang menjadi penyebab berkembang biaknya berbagai jenis satwa liar sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

3 dari 7 halaman

Mereka sangat yakin bahwa hewan-hewan di gua dan kawasan peternakan satwa liar tersebut berpotensi menjadi perantara penularan Covid-19 kepada manusia yang disebabkan oleh kelelawar.

Namun, Beijing berulang kali membantah bahwa pandemi Covid-19 berasal dari Wuhan, China.

Menurut media China, pasar basah di Enshi telah dilarang menjual hewan hidup sejak Desember 2019, yaitu delapan hari sebelum China mengkonfirmasi bahwa virus corona terdeteksi di Wuhan.

© Dream
4 dari 7 halaman

Setelah itu, enam pasar basah diperintahkan untuk ditutup pada Maret tahun lalu ketika pandemi Covid-19 mulai merebak ke seluruh pelosok dunia.

Selama ini WHO percaya bahwa gua-gua di Wuhan menjadi jalur tersebarnya Covid-19. Namun, tidak ada bukti yang diperoleh karena China melarang WHO mengunjungi gua-gua tersebut.

Sumber: Siakapkeli

5 dari 7 halaman

Selain Sup Kelelawar, Warga Wuhan Diduga Makan Bayi Tikus Hidup-Hidup

Dream - Wabah virus Corona jenis baru terus menghadirkan kengerian bagi masyarakat di seluruh dunia.

Di balik penyakit yang membuat banyak negara waspada, terungkap pula kebiasaan makan warga Wuhan, Tiongkok yang menggegerkan publik. 

Menjadi lokasi sumber pertama virus bernama 2019-nCoV terdeteksi, laman sosial digegerkan dengan kabar warga Wuhan yang menyantap berbagai jenis hewan liar. Binatang-binatang ini diduga diperjualbelikan di pasar di Wuhan.

© Dream
6 dari 7 halaman

Setelah viral sup kelelewar, warga Wuhan juga diduga menyantap binatang liar seperti ular, koala, hingga tikus.

Hewan yang terakhir inilah yang tengah menjadi viral di sosial media. Beredar sebuah video di Twitter yang memperlihatkan 'kerakusan' warga Wuhan.

Di video yang diposting oleh akun Free With HongKong itu tampak seorang pria makan beberapa ekor bayi tikus atau cindil hidup-hidup dengan lahapnya.

7 dari 7 halaman

Dalam postingan itu disertakan keterangan, " Saya tidak percaya gambar-gambar ini. Dalam masyarakat beradab ini, ada yang makan tikus yang baru lahir. Membuat saya takut. Tak tertahankan."

Selain video tersebut, thread Twitter Free With HongKong itu juga memuat foto-foto gadis Wuhan makan sup kelelawar.

Tapi yang paling menjijikkan adalah aksi pria yang makan cindil hidup-hidup seolah menyantap camilan.

Pria itu mengambil seekor cindil dan mencelupkannya di saus sebelum memasukkan ke dalam mulutnya.

Dia kemudian mengangguk-angguk, menunjukkan bahwa dia sangat menikmati sajian bayi tikus tersebut.

Sumber: World of Buzz

© Dream
Join Dream.co.id