China Bangun Toilet Umum di Bekas Masjid yang Dihancurkan

News | Kamis, 20 Agustus 2020 12:00
China Bangun Toilet Umum di Bekas Masjid yang Dihancurkan

Reporter : Arini Saadah

Beijing telah menghancurkan sekitar 10.000 hingga 15.000 masjid di Xinjiang dalam periode tiga tahun terakhir.

Dream – Pemerintah China telah menghancurkan masjid di wilayah Xinjiang. Lebih parah lagi, mereka membangun toilet umum di bekas masjid tersebut.

Pembangunan toilet umum di bekas masjid Xinjiang yang dihancurkan itu terjadi di wilayah Atush. Masjid telah dibongkar pada tahun 2018 silam.

Bekas masjid yang terletak di Desa Suntagh itu kemudian dibangun toilet umum. Padahal penduduk Suntagh sudah memiliki toilet sendiri di rumah masing-masing.

Lagipula desa tersebut sangat jarang kedatangan wisatawan. Lantas apa urgensi pemerintah China membangun toilet umum di bekas masjid tersebut?

Tindakan otoritas China terhadap masjid tersebut tentu saja menuai kontroversi masyarakat di Xinjiang. Dikutip dari Wion News, berikut informasi selengkapnya.

2 dari 5 halaman

70 Persen Masjid Dihancurkan

 Ilustrasi
© freepik.com

Sebenarnya penduduk Desa Suntagh tidak memerlukan toilet umum, sebab mereka sudah memiliki di rumah masing-masing. Lagipula jarang ada wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Kenyataan pembangunan toilet umum di bekas masjid Xinjiang itu tentu saja melukai hati masyarakat muslim di sana.

Masih berdasarkan laporan Wion News, kenyataan pahit itu sepertinya tanda bahwa China ingin memberangus Muslim Uighur di Xinjiang.

Pasalnya otoritas China telah menghancurkan 70 persen masjid di Xinjiang. Pembangunan toilet umum itu tentu saja menjadi bentuk penghinaan nyata terhadap umat muslim Uighur.

 Akan tetapi, tindakan otoritas China ini bukanlah yang pertama kali. Pada tahun 2019 lalu, China menhancurkan masjid Azna dan bekasnya dibangun kios-kios yang menjual alkohol.

3 dari 5 halaman

Hapus Identitas Muslim Uighur

 Ilustrasi
© AFP/via Wionews

Di Kota Hotan, pemerintah setempat membangun pabrik pakaian dalam dibekas masjid yang dibongkar. Beijing telah menghancurkan sekitar 10.000 hingga 15.000 masjid di Xinjiang dalam periode tiga tahun terakhir.

Laporan Guardian tahun lalu menyebutkan tempat suci Imam Asin, sebuah kuil yang terletak di gurun Taklamakan. Kuil tersebut digunakan umat muslim dari seluruh oasis Hotan untuk beribadah.

Namun, baru-baru ini China merobohkan kuil beserta bangunan di sekitarnya, termasuk masjid. Sekarag tempat yang dulunya ramai oleh lalu lalang umat muslim itu sekarang menjadi sepi.

Selain itu, terdapat sebuah gambar satelit yang serupa yaitu dari Kota Kargilik di Xinjiang, sebuah masjid dihancurkan pada tahun 2018.

China ingin menghapus identitas warga Uighur. Tindakan itu menunjukkan bahwa China telah bersikap sinis terhadap Islam-China supaya umat muslim China tidak bisa berkutik.

4 dari 5 halaman

Dunia Diam

 Ilustrasi
© freepik.com

Pada tahun 2019, China telah mengesahkan sebuah rencana selama 5 tahun akan menciptakan Islam agar selaras dengan sosialisme. Pemerintah China juga melakukan kampanye perbaikan masjid. Terdapat 22 juta Muslim di China termasuk 11 juta adalah muslim Uighur.

China ingin memasukkan Muslim ke dalam masyarakat Han yang merupakan ras mayoritas. Beijing siap melakukan apapun untuk mencapai target tersebut. Rencana ini diduga telah menyebabkan gerakan genosida di Xinjiang.

Otoritas China bahkan telah memenjarakan 1,8 juta orang Uighur. China juga dituduh telah membunuh banyak orang. Sungguh mengenaskan. Tentu saja Muslim di Xinjiang tidak bisa berkutik atas tindakan sewenang-wenang itu.

5 dari 5 halaman

Dunia Tak Berani Bela Muslim Uighur

 

 Ilustrasi
© Wionews

Arab Saudi, sang pemimpin dunia Muslim pun tidak mengatakan sepatah kata pun untuk menentang pemerintahan China.

Sementara, Turki yang ingin mengambil alih sebagai pemimpin sah Muslim Dunia telah menangkap beberapa orang yang melarikan diri dari China dan menyerahkan kembali ke Beijing.

Sementara itu, Pakistan malah berpura-pura tidak tahu apa-apa terkait insiden di Xinjiang. Bahkan Malaysia justru menyatakan pihaknya tidak akan mengkritik otoritas China. Sedangkan Iran malah membenarkan tindakan China yang telah menindas orang-orang Muslim Uighur.

Padahal masyarakat dunia menggembar-gemborkan hak asasi manusia. Tetapi setelah mereka menyaksikan umat muslim di China ditindas dan dibunuh, mereka diam-diam saja. Seluruh dunia mengetahui hal itu, tapi memilih diam dan tak berkutik melawan China.

Join Dream.co.id