Cerita Suara Misterius di Petobo Pada Malam Hari

News | Minggu, 28 Oktober 2018 09:32
Cerita Suara Misterius di Petobo Pada Malam Hari

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

"Kalau malam itu sudah mulai ada suara nangis, nyanyi".

Dream - Bencana alam yang terjadi di Sulawesi Tengah bukan hanya gempa dan tsunami saja. Mereka juga mengalami peristiwa mengerikan lain yakni fenomena likuifaksi.

Daerah yang terkena likuifaksi berada di wilayah Petobo dan Balaroa. Rumah di daerah itu hancur tak berbentuk lagi. Tanah di Petobo saat kejadian, ada yang mengalami amblas hingga dua meter dan naik hingga tiga sampai lima meter.

Pasca peristiwa itu, muncul cerita-cerita mistis di Petobo. Salah satu anggota TNI yang bertugas berjaga di Petobo, Serda Jhon Musa mengatakan, setiap malam sering terdengar suara aneh.

" Kalau malam itu sudah mulai ada suara nangis, nyanyi," kata Jhon kepada Dream.co.id saat meliput di Petobo, 27 Oktober 2018.

Pria asal Papua ini menuturkan, suara itu mulai muncul sekitar pukul 20.00 WITA. Pernah ada YouTuber asal Yogyakarta yang ingin merekam suasana malam di Petobo. Tapi, mentalnya tak kuat dan kabur ketika mendengar suara-suara aneh

" Kalau mau lebih jelas suaranya jam 12 malam, jam 1 lah," ujar dia.

2 dari 5 halaman

Cerita Petugas Rekonstruksi Jembatan Kuning Kerja 'Ditemani' Buaya

Dream - Proses evakuasi korban pasca bencana bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah saat ini sudah dihentikan. Sementara itu, petugas masih tetap bekerja membersihkan puing bangunan dan fasilitas lain yang roboh.

Salah satu kesibukan yang terlihat, yakni pembersihan puing jembatan Ponulele atau lebih dikenal jembatan kuning yang berada di Palu. Salah satu petugas bernama Iksan mengatakan, proses evakuasi itu ditargetkan harus selesai pada 5 November 2018.

 kondisi di palu

Foto : Ilman/Dream

Meski demikian, ia tidak mengetahui jembatan itu akan dibangun kembali atau tidak. " Entah mau rekonstruksi lagi belum tahu, tapi sekarang bersihin dulu. Ini sudah seminggu," kata Iksan saat berbincang dengan Dream di lokasi, Sabtu 27 Oktober 2018.

Iksan berujar, berbagai kendala saat membersihkan puing jembatan kuning itu sering muncul. Mulai dari derasnya air ombak sungai yang mengarah langsung ke laut, hingga sering munculnya buaya di perairan tersebut.

Berdasarkan penuturan warga, kata Iksan, konon di lokasi sebelum dibangun jembatan kuning terdapat lubang buaya. Tak jarang para petugas menjumpai buaya berenang santai di sekitar lokasi pembersihan jembatan.

Suatu ketika, buaya itu sempat naik ke jembatan dan bersantai di atas aspal bekas jalan raya seolah ingin berkenalan dan menemani petugas.

" Waktu itu buaya sempat naik ke jembatan malah," ucap dia.

 jembatan kuning di palu

Foto : Ilman/Dream

Kabar adanya buaya itu rupanya tak hanya bualan semata. Ketika jurnalis Dream berada di lokasi juga melihat satu buaya yang sedang bersantai di tengah sungai.

Selain sering berjumpa dengan buaya, petugas juga pernah menemukan paru-paru manusia hanyut terbawa ombak. " Kemarin baru kita temukan paru-paru," ujar dia.

3 dari 5 halaman

Melihat dari Dekat Seramnya Petobo di Malam Hari, Penjarah pun Lari Terbirit-birit

Dream - Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah menjadi salah satu kawasan terdampak bencana terparah. Ribuan warga tewas tertelan lumpur akibat likuifaksi yang terjadi beberapa jam usai gempa dahsyat pada Jumat 28 September 2018.

Belum ada angka pasti terkait jumlah korban tewas lantaran sulitnya proses evakuasi. Tetapi, warga memperkirakan ada sekitar 6.000-7.000 orang meninggal terendam lumpur.

Situasi di Petobo saat ini begitu mencekam, terutama di malam baru. Salah satu warga, Salih, 42 tahun, mengisahkan bagaimana mengerikannya berada di Petobo.

" Setiap malam terdengar suara anjing yang menggonggong panjang dan lama, belum lagi banyak burung hantu, memang menyeramkan," kata Salih, dikutip dari Pojoksatu, Senin 15 Oktober 2018.

Menurut pria yang lebih akrab disapa Chalik itu, banyak orang berdatangan ke Petobo usai terjadinya likuifaksi. Mereka ingin menyaksikan sendiri bagaimana parahnya kondisi Petobo atau mencari keluarga mereka yang hilang.

Sayangnya, ada saja orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi. Mereka melakukan penjarahan ke sejumlah rumah yang rusak.

" Pernah ada penjarah yang hampir babak belur dihajar massa. Karena ketahuan masuk ke Petobo, mengambil motor dan laptop," kata dia.

Menurut Chalik, aksi penjarahan tersebut berhasil digagalkan lantaran warga mengenali motor yang dibawa pelaku. Alhasil, pelaku dihentikan warga dan hampir dihajar.

" Untungnya amarah warga bisa dicegah dan pelaku langsung diserahkan ke polisi," ucap Chalik.

4 dari 5 halaman

Penjarah Lari Terbirit-birit, Mengaku Diganggu Makhluk Halus

Menurut Chalik, aksi pencurian dan penjarahan di Petobo usai bencana terjadi baik siang maupun malam. Sebenarnya, kata dia, warga juga membiarkan mereka beraksi lantaran pasti tidak mendapatkan apa-apa.

Tidak jarang, para pencuri dan penjarah yang beraksi di malam hari justru lari terbirit-birit. Mereka ketakutan dengan situasi Petobo yang mencekam.

" Malah ada yang mengaku diganggu makhluk halus di dalam (Petobo)," terang Chalik.

Kini, aksi tersebut sudah jarang. Bahkan hampir tidak ada warga luar yang berani masuk Petobo di malam hari.

" Termasuk para penjarah itu. Sepertinya mereka juga ketakutan," kata dia.

5 dari 5 halaman

Malam yang Mencekam

Di malam hari, Petobo gelap gulita dan sangat sunyi. Sesekali, terdengar gonggongan anjing memecah keheningan.

Pada jalan masuk, satu unit mobil dalam keadaan ringsek teronggok. Menurut penuturan warga, kerap terlihat wanita berjubah putih dan rambut panjang dari mobil tersebut.

Chalik membenarkan omongan warga. " Tapi saya belum pernah melihat, warga lain yang bilang," kata dia.

Tidak ada satupun titik penerangan ditemukan di Petobo. Penerangan hanya mengandalkan senter maupun lampu kendaraan.

Kondisi jalanan di Petobo sudah tak berbentuk. Sementara di kanan-kiri, rumah-rumah hancur. Tidak ada suara apapun, sekalipun serangga malam.

Secara keseluruhan, yang tampak pada Petobo hanyalah tanah lumpur bercampur reruntuhan. Diperkirakan, banyak jasad terkubur di dalamnya.

(ism, Sumber: Pojoksatu)

Belajar Jadi Orangtua yang Lebih Baik di Fimelahood #MindfulParenting
Join Dream.co.id