Viral Dicoret dari Paskibra, Koko Bertemu Jokowi dan Dapat Tugas Istimewa

News | Minggu, 18 Agustus 2019 12:28
Viral Dicoret dari Paskibra, Koko Bertemu Jokowi dan Dapat Tugas Istimewa

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Koko memang ditelepon langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi.

Dream - Koko Ardiansyah memang tidak bisa mengibarkan bendera merah putih dalam upacara Hari Ulang Tahun ke-74 Indonesia. Namun, remaja yang dicoret dari daftar Paskibra Kabupaten Labuhanbatu itu mendapat tugas istimewa.

Ya, remaja yang kisahnya viral setelah pencoretan itu diundang ke Jakarta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dia membacakan teks Undang-Undang Dasar 1945 dalam upacara bendera di Kemenpora.

Sebelumnya, Koko memang ditelepon langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Setelah itu, dia dihubungi oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Ni'am, untuk terbang ke Jakarta.

" Yang pasti senang, bangga, ya itulah Kak. Enggak bisa terungkapkan lagi kesenangan saya di sini, bangga melihat teman-teman semua," Koko, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 18 Agustus 2019.

Tak hanya itu, Koko juga diundang ke Istana Merdeka. Dia juga bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

 koko

Koko Ardiansyah bertemu Jokowi (Instagram @niam_sholeh)

Meski tidak bisa menjadi Paskibraka Labuhanbatu tahun ini, Koko bertekad akan terus menjadi anggota Paskibra di sekolahnya. " Ke depannya ya kalau bisa saya masuk lagi sebagai anggota Paskibra. Tahun depan," ucapdia.

(Sumber: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)

2 dari 7 halaman

Mengharukan, Tangis Anggota Paskibraka Usai Tunaikan Tugas

Dream - Anggota Paskibraka Nasional 2019 yang bertugas mengibarkan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu, 17 Agustus 2019 tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya usai menjalankan tugas dengan lancar.

Pantauan Diary Paskibraka Liputan6.com, Tim Merah memasuki ruang istirahat pada pukul 10:30 WIB. Awalnya, para Paskibraka Nasional 2019 berdiam di meja masing-masing sembari melihat satu sama lain.

Namun, tak lama setelah itu tangisan pun pecah. Rasa bangga dan lega terpancar dari mereka yang telah sukses menjalankan tugasnya.

“ Lega sekali, terima kasih kerja sama semuanya,” kata Anggota Tim Merah Paskibraka Nasional 2019 dari Sulawesi Utara, Eugenia Agatha Rondonuwu.

Kata-kata pun tidak lagi terucap. Hanya tangis haru dan pelukan kepada satu sama lain.

Pastinya, mereka akan merindukan kehadiran masing-masing yang telah sebulan menjalani Diklat Paskibraka 2019 di PP-PON Cibubur, Jakarta Timur.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 7 halaman

Tangis Harus Paskibraka Usai Jalani Tugas

Lihat videonya di bawah ini:

 

4 dari 7 halaman

Cerita Haru Anggota Paskibraka Pinjam Sepatu Belel Tetangga Buat Ikut Seleksi

Dream - Menjadi seorang Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) salah satu cita-cita siswa Indonesia. Apalagi jika sampai mendapat kepercayaan mengibarkan Sang Saka Merah Putih di Istana Negara. Tentu menjadi kebanggaan tersendiri.

Begitu juga dengan Muhamat Asraf. Siswa SMA Negeri 1 Kampar Kiri Tengah yang mewakili Provinsi Riau sebagai Paskibraka 2019 memiliki cerita perjuangan yang mengharukan.

Ketika proses seleksi, rupanya ia tidak mempuyai sepatu. Apa mau dikata, sang bunda yang tidak memiliki penghasilan tetap terpaksa meminjam sepatu tetangganya. Itu pun tidak 100 persen baik, sepatu yang dipinjam untuk seleksi menjadi Paskibraka itu rupanya sobek.

Meski demikian, anak yatim itu tak patah semangat, sepatu robek itu menambah semangatnya untuk bisa membanggakan ibunda tercinta.

Akhirnya, doa, semangat, kerja keras dan sepatu sobeknya mengantarkan Asraf ke Jakarta untuk mengikuti karantina dan pemusatan pelatihan Paskibraka.

Sesampainya di Jakarta, tepatnya di pusat pelatihan Paskibraka Nasional di PP-PON Cibubur, Asraf bertekad berlatih dengan sungguh-sungguh.

" Orang tua pesannya suruh jaga diri, jaga kesehatan, harus percaya diri, tapi jangan memandang rendah siapapun," ujar Asraf dikutip dari laman Liputan6.com, Jumat 16 Agustus 2019.

Di PP-PON Cibubur, sisi lain Asraf pun terungkap, rupanya ia pandai berbahasa jawa. Rupanya, Asraf ini berasal dari orang tua berdarah jawa meski tinggal di Pulau Sumatera.

" Saya orang Jawa Pujakusuma. Artinya, Putra Jawa Kelahiran Sumatera. Sama sekali enggak bisa bahasa Riau, kak,” kata dia.

(Sumber: Liputan6.com/Ratu Annisaa Suryasumirat)

5 dari 7 halaman

Viral Anggota Paskibra Dicoret, Gara-gara Anak Pejabat?

Dream - Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskirbara) merupakan kebanggaan tersendiri. Mengibarkan sang saka merah putih saat hari kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. 

Itulah yang sempat dirasakan murid SMA di Labuhanbatu, Sumatera Utara yang tidak disebutkan namanya. Ia sempat terpilih menjadi calon Paskibraka. Kisahnya pun viral di sosial media

" Pengumuman nama saya di nomor 29, sudah ikut pengukuran baju, pengukuran sepatu," ujar dia dalam video yang diunggah akun Facebok Malibas Channel, Selasa 13 Agustus 2019.

Setelah menunggu jadwal karantina, pelajar itu lemas lantaran namanya hilang dari daftar Capaskibraka yang akan mengikuti karantina.

" Terakhir karantina nama saya nggak keluar," ucap dia.

6 dari 7 halaman

Alasan Pencoretan

Siswa yatim ini tidak mengetahui alasan alasan panitia mencoret namanya. Diduga, ia digantikan anak seorang pejabat.

" Kemarin itu saya tidak tahu, tapi sekarang saya sudah tahu digantikan oleh siapa," kata dia.

Menurutnya, orang yang menggantikannya itu sama sekali tidak pernah mengikuti tahapan seleksi.

" Nggak ada (ikut seleksi). Bisa lolos itulah yang menjadi pertanyaan,"  kata dia.

Pelajar itu mengaku tidak mempermasalahkan panitia mencoret namanya. Asalkan, orang yang menggantikannya itu pernah mengikuti tahapan seleksi.

" Kalau untuk panitia lebih adil, kalau yang menggantikan saya yang ikut seleksi yang lebih pantas jangan yang gak ikut seleksi dimasukkan ke karantina," ucap dia.

 

7 dari 7 halaman

Orang Tua Sedih

Sang bunda juga mengaku sedih mengetahui nama putranya tiba-tiba dicoret.

" Orangtua ikut sedih, awak pun kalau anak bisa ikutin itu kan adalah kebanggan tapi kalau udah gagal kayak gini gimana," katanya.

Sebelum berangkat karantina, sang anak sempat meminta dibelikan empat baju polo dan empat celana training. 

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari panitia maupun pihak berwenang, terkait pencoretan nama si pemuda tadi. 

Suasana Cair Roger Danuarta dan Ayah Cut Meyriska di Meja Makan
Join Dream.co.id