Ridwan Kamil Ubah Ambulans Jadi Mobil Tes Corona Cegah Gelombang II Covid-19

News | Senin, 15 Juni 2020 20:19
Ridwan Kamil Ubah Ambulans Jadi Mobil Tes Corona Cegah Gelombang II Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni

Mobil tes tersebut akan menggelar uji Covid-19 diam-diam ke sejumlah fasilitas umum.

Dream - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, mempersiapkan strategi untuk mencegah munculnya gelombang kedua Covid-19. Salah satunya persiapannya adalah mengubah mobil ambulans menjadi mobil tes Covid-19.

" Saya menyulap 69 ambulans, masing-masing kecamatan satu, saya modifikasi jadi mobil tes Covid-19," ujar Ridwan dalam live Instagram 'New Normal & You" bersama Dream.

Ridwan menjelaskan kapasitas rumah sakit di Jabar dalam menangani Covid-19 tinggal 29 persen. Kapasitas yang masih tersisa itu membuat rumah sakit di Jabar sudah bisa menerima pasien umum.

Namun gubernur yang biasa disapa Kang Emil itu mengingatkan tentang kemungkinan munculnya gelombang kedua Covid-19 di Tanah Air.

Mengantisipasi kemungkinan tersebut, dia menjelaskan, mobil tes Covid-19 akan bertugas secara diam-diam menjalankan inspeksi mendadak (Sidak) ke pasar, mal, tempat kerumunan warga hingga bubaran sholat Jumat selama masa Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) ini. Di tempat-tempat tersebut, mobil akan menggelar tes Covid-19.

" Kalau ditemukan adanya anomali maka kita akan menutup pasar, begitu terus. Mobil Covid ini terus wara-wiri sehingga kasus masih ada tetapi tidak akan banyak," kata Ridwan.

2 dari 6 halaman

Kasus Positif di Jabar Turun

Sejauh ini, kata Ridwan, Jabar telah melaksanakan kurang lebih 200 ribu tes. Tetapi, tingkat penambahan kasus positif di Jabar cukup rendah.

" Tingkat positifnya sedikit, sekitar 4,4 persen," kata dia.

Menurut Ridwan, tingkat kasus positif tertinggi saat ini ada di Jawa Timur. Sedangkan tingkat risiko terpapar Covid-19 secara nasional, kata dia, Jabar menempati urutan 27.

" Saya lihat masalahnya satu, masyarakatnya belum disiplin pakai masker," kata dia.

3 dari 6 halaman

Live Instagram Ridwan Kamil di 'New Normal & You' Dream.co.id

      View this post on Instagram

#NewNormalAndYou

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on

4 dari 6 halaman

Ridwan Kamil Gratiskan SPP Murid SMA/SMK dan SLB Negeri di Jabar

Dream - Tahun ajaran baru 2020/2021 menjadi momentum yang menggembirakan bagi oraang tua yang memiliki anak yang masih duduk dibangku SMA. Terhitung mulai Juli nanti, Pemerintah Provinsi Jabar menggratiskan biaya pendidikan untuk SMA, SMK, dan SLB negeri. Kebijakan gratis biasa SPP 

Hal itu disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di akun Instagramnya. Dia menjelaskan Pemprov Jabar menanggung iuran bulanan peserta didik atau yang biasa dikenal dengan Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) seluruh siswa SMK sederajat.

" Walau ekonomi jatuh oleh Covid, namun Pemprov Jabar sesuai komitmen tetap menganggarkan Rp1,42 triliun untuk Sekolah Gratis berupa pembebasan biaya Iuran Bulan Peserta Didik (IBPD) atau dulu disebut SPP," ujar Ridwan.

Siswa sekolah swasta dan Madrasah Aliyah juga akan mendapatkan bantuan pendidikan dari Pemprov Jabar. Tetapi, bantuan yang akan diterima tidak penuh, dianggarkan sebesar Rp550 ribu per siswa per tahun.

" Dan atas nama Sila ke-5, siswa tidak mampu yang bersekolah di swasta akan diberi bantuan penuh," kata Ridwan.

5 dari 6 halaman

Beasiswa Kuliah Rp50 Miliar

Selain itu, Ridwan juga mengatakan juga disediakan bantuan biaya pendidikan untuk mahasiswa Jabar yang kuliah di perguruan tinggi di seluruh Jabar. Bantuan tersebut disalurkan melalui masing-masing perguruan tinggi berupa beasiswa.

"Untuk mahasiswa Jabar kuliah di Jabar, silakan akses beasiswa Rp50 miliar. Silakan tanya ke PT (perguruan tinggi) masing-masing," kata Ridwan.

      Lihat postingan ini di Instagram

SEKOLAH GRATIS MULAI TAHUN AJARAN BARU JULI 2020 INI. Kabar Gembira untuk para orang tua siswa SMA/SMK/SLB. Sekolah2 ini sesuai kewenangan Provinsi. Walau ekonomi jatuh oleh covid, namun Pemprov Jabar sesuai komitmen tetap menganggarkan 1,42 Trilyun untuk Sekolah Gratis berupa pembebasan biaya Iuran Bulan Peserta Didik (IBPD) atau dulu disebut SPP. Untuk siswa sekolah swasta dan MA diberi bantuan walau tidak penuh. Dan atas nama Sila ke-5, siswa tidak mampu yang bersekolah di swasta akan diberi bantuan penuh. Untuk Mahasiswa Jabar kuliah di Jabar, silakan akaea beasiswa total 50 Milyar. Silakan tanya ke PT masing2. . Semoga cerita bersejarah untuk Jawa Barat ini akan membawa lompatan bagi kemajuan masa depan Jawa Barat. Hatur Nuhun.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ridwan Kamil (@ridwankamil) pada 

6 dari 6 halaman

Ridwan Kamil: Jamu is The New Espresso

Dream - Sebelum pandemi, kopi dan es kopi susu jadi minuman favorit banyak orang. Bermunculan berbagai kedai susu di tiap sudut area. Kini, semua orang mencari minuman peningkat imunitas yaitu jamu jahe.

Minuman yang mulai ditinggalkan kini malah paling dicari. Mungkin jadi bagian new normal yang kini tengah digaungkan. Bahkan menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, jamu bisa dianggap sebagai 'espresso yang baru. Hal ini diungkapkannya pada acara Silaturahome yang digelar Liputan6.com dan KLY secara daring pada hari ini Rabu 27 Mei 2020.

" Mungkin bisa jadi bisnis juga. Ke depan, jamu is the new espresso," kata dia.

Emil meyakini jamu akan semakin jadi tren ke depan, menyaingi kopi. Hal itu diamini oleh Aura Kasih yang menjadi lawan bicaranya dalam sesi bincang-bincang tersebut.

Ibu satu anak itu mengaku sudah mulai membuat jamu sendiri sejak duduk di bangku SMA. Kandungan jamunya terdiri dari kunyi, jahe, kapulaga, cengkih, dan kayu secang ditambah pemanis dari gula merah.

Konsumsi jamu tersebut disebutkannya bermanfaat untuk menaikkan imun. " Buat kulit juga bagus, masalah maag juga bagus," imbuhnya. Ia percaya, konsumsi jamu pun bisa menjaga ketahanan tubuh, terutama di saat sedang lelah-lelahnya.

" Sisi baiknya lebih lihat ke dalam, bukan lihat ke luar. Saya sedih banget Nyonya Meneer sudahan. Setelah ini orang nyari," tutur Aura.

 

Join Dream.co.id