Cara Pemprov DKI Bersihkan Udara Jakarta

News | Selasa, 13 Agustus 2019 18:03
Cara Pemprov DKI Bersihkan Udara Jakarta

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an

Pemrov DKI Jakarta akan mewajibkan seluruh mobil melakukan uji emisi

Dream - Dalam beberapa hari ini kualitas udara Jakarta menjadi yang sangat buruk di dunia, khususnya ketika pagi hari. Buruknya udara di Jakarta disumbangkan dari polusi kendaraan bermotor dan industri.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merespon hal itu. Ia meluncurkan aplikasi e-uji emisi yang datanya terintegrasi dengan database hasil uji emisi kendaraan di Ibu Kota, nantinya setiap kendaraan bisa diketahui sudah melakukan uji emosi atau belum.

" Ke depan, seluruh kedaraan pribadi maupun angkutan umum yang beroperasi di wilayah Jakarta diwajibkan lulus uji emisi," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dikutip dari laman Liputan6.com, Selasa 13 Agustus 2019.

Ia mengatakan, dalam aplikasi e-uji emisi juga memiliki fitur terkait peraturan uji emisi, ada juga informasi lokasi bengkel tempat pelaksanaan uji emisi.

Aturan untuk melakukan uji emisi juga tertuang dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Menurut Andono, Pemrprov DKI Jakarta tengah menyusun Peraturan Gubernur Nomor 92 Tahun 2007 tentang Uji Emisi dan Perawatan Kendaraan Bermotor, yang mengharuskan setiap kendaraan harus melakukan uji emisi.

" Jika sebelumnya status kelulusan uji emisi menggunakan sticker yang ditempel di bagian depan kendaraan. Ke depan, status kelulusan cukup diketahui oleh petugas maupun pemilik kendaraan melalui fitur ‘cek hasil’ di aplikasi e-uji emisi. Aplikasi ini langsung terhubung dengan database di Dinas Lingkungan Hidup," ucap dia.

(Sumber: Liputan6.com/Delvira Hutabarat)

2 dari 7 halaman

Baru 5,6 Persen Mobil yang Sudah Uji Emisi

Dari data Dinas Lingkungan Hidup per Juli 2019, hanya ada 196.440 mobil dari totoal 3,5 juta atau baru 5,6 persen yang sudah melakukan uji emisi.

Berdasarkan data tersebut juga diketahui baru tersedia bengkel yang bisa memberikan layanan uji emisi. Menurut Andono, idealnya bengkel yang tersedia itu ada 933.

" Diperlukan penambahan fasilitas pelaksana uji emisi sebanyak 778 unit dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kami menyusun revisi regulasi ini," kata dia.

3 dari 7 halaman

Polusi Udara Jakarta 3 Hari Terakhir Masih yang Terburuk di Dunia

Dream - Kuliatas Jakarta pada Senin, 12 Agustus 2019 pukul 07.04 WIB masih yang terburuk di dunia. Dikutip dari laman Liputan6.com, mengambil data dari AirVisual, index kualitas udara atau air quality index (AQI) Jakarta sebesar 159.

Di posisi kedua, ada Tashkent, Uzbekistan dengan AQI 157 dan di posisi ke tiga negara dengan Lahore, Pakistan dengan AQI 155.

Dari data AirVisual, kualitas udara selama tiga hari di Jakarta masih menjadi yang terburuk di banding kota-kota lain di dunia.

Polutan yang ada di Jakarta berukuran sangat kecil dengan diameter kurang dari 2,5 mikrometer atau PM 2,5 yang merupakan salah satu indikator pencemaran udara mencapat 71 mikrogram per meter kubik.

Dalam data tersebut, diketahui kawasan Pagadungan, kalideres, Jakarta Barat penyumbang kualitas udara terburuk dengan AQI 191, penyumbang udara buruk ke dua berada di Rawamangun, Jakarta Timur dengan AQI 169 dan yang ketiga berada di Pejaten Barat, Jakarta Selatan dengan AQI 159.

(Sumber: Liputan6.com/Nafiysul Qodar)

4 dari 7 halaman

Wajarkah Kualitas Udara yang Buruk di Jakarta? Ini Kata Ahli FKUI

Dream - Kualitas udara yang buruk di Jakarta dan sekitarnya menjadi perhatian masyarakat selama beberapa pekan terakhir.

Menurut data Air Visual, kualitas udara Jakarta bisa mencapai 200 meskipun di akhir pekan.

Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Agus Dwi Susanto mengatakan, angka tersebut tidak bisa menjadi acuan karena indeks kualitas udara karena terus berubah.

" Kualitas udara terus berubah setiap hari dan hampir seluruh kota besar di Indonesia juga akan mengalami kondisi seperti ini. Bahkan di seluruh dunia," kata Agus, di Aston at Kuningan Suites, Jakarta Selatan, Senin, 5 Agustus 2019.

Sebuah penelitian juga menyatakan 92 persen orang di dunia menghirup udara buruk setiap harinya.

 

5 dari 7 halaman

Polusi Sebabkan Penyakit Mematikan

 (Foto: Dream.co.id)

(Foto: Dream.co.id)

Meski terbilang wajar, memburuknya kualitas udara di Jakarta dapat menjadi perhatian karena polusi menjadi penyebab utama kelima dari penyakit mematikan.

" Dari data WHO tahun 2015, lima hal yang menjadi penyebab utama penyakit mematikan adalah kolesterol, gula darah, hipertensi, rokok dan polusi udara, khususnya adalah Particle Meter (PM)," ujar dia.

Meski begitu, polusi juga berdampak pada kesehatan. Polusi di dalam ruangan, kata dia, bisa menyebabkan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), faringitis, batuk, sesak nafas, bersin dan lain-lain. 

6 dari 7 halaman

Efek Jangka Panjang Polusi Udara

" Sedangkak efek jangka panjangnya adalah penyakit paru-paru, asma, jantunh, steoke dan kanker, terutama kanker paru-paru," ucap dia.

Gas dari polusi, kata dia, bukan penyebab penyakit kronis tersebut, melainkan PM2,5 yang mengandung bahan karsinogen dan bersifat oksidatif. Bahan ini menimbulkan peradangan sistemik pada pembuluh darah.

 " Untuk polusi di dalam ruangan, sebaiknya jangan melakukan hal yang menambah polusi seperti merokok, jangan membuka ventilasi terlalu lebar, menjaga kebersihan, memakai air purifier dan pakai masker," ujar dia.

 

7 dari 7 halaman

Cara Atasi Polusi Udara Jakarta

Agus mengatakan, membuka ventilasi terlalu lebar dapat menyebabkan udara di dalam ruangan tercemar dengan udara luar. Dia menyarankan, setiap ruangan gunakan air purifier atau aloe vera sebagai pembersih udara alami.

Sedangkan untuk menghindari pengaruh buruk polusi di luar ruangan, Agus menyarankan, masyarakat agar memantau kualitas udara di sekitar, meminimalisir kegiatan di luar ruangan ketika udara kurang sehat, jangan menambah polusi dengan menggunakan kendaraan pribadi, atau membakar sampah, memakai masker, dan menjaga kesehatan tubuh.

" Kalau di dalam ruangan, pakai simple mask yang biasa digunakan sehari-hari. Kalau di luar ruangan pakai masker yang mampu memfiltrasi polutan minimal 95 persen. Dan jangan lupa makan makanan yang bersifat antioksidan," ujar dia.

Alasan Nada Zaqiyyah Terjun Sebagai Desainer Fashion Muslim
Join Dream.co.id