Buka Muktamar ke-34 NU, Jokowi: Terima Kasih Telah Bantu Tenangkan Umat di Masa Pandemi

News | Rabu, 22 Desember 2021 10:55

Reporter : Ahmad Baiquni

Berkat ulama NU Jatim, umat di seluruh daerah akhirnya mau menggunakan vaksin AstraZeneca,

Dream - Presiden Joko Widodo secara resmi membuka Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung pada Rabu, 22 Desember 2021. Jokowi menyampaikan terima kasih atas peran NU dalam membantu Pemerintah dalam penanganan Covid-19,

" Atas nama Pemerintah, atas nama masyarakat, atas nama Negara, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada Nahdlatul Ulama yang telah membantu Pemerintah dalam menenangkan umat, menenangkan masyarakat dalam masa pandemi ini," ujar Jokowi dalam pidato pembukaan Muktamar NU, disiarkan Sekretariat Presiden.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih NU telah mengajak masyarakat taat protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi. Jokowi merasakan betul ajakan para kiai dan ulama berdampak besar pada meningkatnya keinginan masyarakat mengikuti vaksinasi.

Dia ingat saat awal-awal Indonesia menggunakan vaksin AstraZeneca. Menurut Jokowi, saat itu banyak daerah yang menolak memakai vaksin tersebut padahal stok yang tersedia saat itu hanya AstraZeneca.

" Tetapi begitu, saat itu ada telepon dari para kiai di Jawa Timur, 'Pak Presiden, silakan semuanya vaksin dikirim ke Jawa Timur, kami terima', besoknya saya ke Jawa Timur," ucap Jokowi.

 

Buka Muktamar ke-34 NU, Jokowi: Terima Kasih Telah Bantu Tenangkan Umat di Masa Pandemi
Presiden Joko Widodo Membuka Muktamar Ke-34 NU Di Lampung (YouTube Sekretariat Presiden)
2 dari 5 halaman

Kuatnya Pengaruh Ulama

Saat itu, kata Jokowi, para kiai di Jawa Timur berkumpul dan seluruhnya mau menerima vaksin AstraZeneca yang dinyatakan haram oleh MUI. Setelah itu, semua daerah mau menggunakan vaksin tersebut.

" Inilah pengaruh para ulama, para kiai, dalam mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi," kata Jokowi.

Jokowi kemudian bercerita kondisi di bulan Juli yang saat itu sangat mencekam. Dia sampai merasa ngeri menceritakan fakta di mana kasus Covid-19 melonjak sangat tinggi.

" Semua rumah sakit di Jawa dan Bali penuh, oksigen kurang, obat habis, kekurangan, kasus harian saat itu 56 ribu," terang Jokowi.

Jokowi pun bersyukur mendapat dukungan dari NU saat itu. Sehingga kasus positif harian berangsur-angsur menurun.

" Alhamdulillah, berkat dukungan dari NU, kemarin kasusnya Alhamdulillah, Alhamdulillah, hanya 216 kasus per hari di seluruh Tanah Air," ucap Jokowi.

3 dari 5 halaman

Jelang Muktamar NU, Sejumlah Nama Mencuat Jadi Kandidat Ketum, Ada Gus Baha

Dream - Nahdlatul Ulama sebentar lagi menggelar hajat besar berupa Muktamar. Hajat besar dari ormas Islam terbesar Indonesia ini ditetapkan digelar di Lampung pada akhir Desember 2021.

Momen ini juga menjadi hajatan untuk pergantian kepengurusan organinasi. Pada muktamar nanti, kepemimpinan KH Said Aqil Siradj akan berakhir.

Muncul sejumlah nama yang masuk bursa ketua umum PBNU. Nama Kiai Said pun masuk dalam daftar tersebut.

Lembaga survei Indostrategic sempat menggelar survei seputar kandidat Ketua Umum PBNU. Survei tersebut digelar pada periode 25 Maret-5 April 2021 melibatkan 1.200 responden.

Tingkat kepercayaan survei sebesar 95 persen. Sementara margin of error 3 persen.

 

4 dari 5 halaman

Daftar Kandidat Ketum

Direktur Eksekutif Indostrategic, Ahmad Khoirul Umam, menyatakan survei ini memiliki beberapa catatan yang salah satunya mendasarkan pada crossed-tabulation. Beberapa nama muncul akibat keterbukaan dukungan warga Nahdliyin pada lingkup daerah tertentu.

Ini terjadi pada Jawa Timur. Dampaknya, muncul dua nama kiai asal Jawa Timur yaitu KH Marzuki Mustamar dan KH Hasan Mutawakil Alallah.

Secara keseluruhan, ada delapan nama masuk dalam bursa Ketum PBNU. Nama ini seluruhnya muncul dari responden.

Delapan nama itu secara berurutan berdasarkan tingkat keterpilihan yaitu KH Marzuki Mustamar (24,7 persen), KH Hasan Mutawakil Alallah (22,2 persen), KH Said Aqil Siradj (14,8 persen), KH Bahaudin Nursalim atau Gus Baha (12,4 persen), KH Yahya Cholil Staquf (3,7 persen), KH Marsyudi Syuhud, KH Ahmad Fahrur Rozi Burhan, dan KH Ali Maschan Moesa (ketiganya meraih 1,2 persen).

 

5 dari 5 halaman

Regenerasi

" Nama KH Said Aqil Siradj memang termasuk masih populer dan usulan nama beliau muncul secara merata dari berbagai wilayah," ujar Khoirul.

Meski demikian, muncul aspirasi dari sebagian warga Nadliyin agar terjadi regenerasi di tubuh NU. Dorongan tersebut yang menjadi dasar kemunculan nama-nama kiai muda, salah satunya Gus Baha.

" Munculnya nama-nama baru dengan dukungan warga nahdliyin yang memadai di bursa ini, juga bisa dipengaruhi oleh kuatnya aspirasi regenerasi kepemimpinan, untuk menghadirkan warna NU yang lebih fresh dan dinamis," kata Khoirul.

Join Dream.co.id