Nasib Turis `Terdampar` Karena Corona, Makan dan Mandi di Bandara

News | Senin, 1 Juni 2020 15:00
Nasib Turis `Terdampar` Karena Corona, Makan dan Mandi di Bandara

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Dalam kurun waktu 24 jam, Brazil dapat mencatat lonjakan hingga 26.417 kasus. Laporan jumlah kasus tersebut menjadikan Brazil sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi kedua

Dream - Kasus pasien positif Covid-19 di Brasil dDalam beberapa minggu terakhir mengalami lonjakan sangat tajam. Bahkan Negeri Samba ini melaporkan lonjakan kasus tertinggi kasus baru pasien poasitif Covid-19.

Dalam kurun waktu 24 jam, Brasil mencatat lonjakan hingga 26.417 kasus. Laporan jumlah kasus tersebut menjadikan negara yang banyak melahirkan pesepakbola terkenal dunia itu sebagai pencetak kasus Covid-19 tertinggi kedua setalah Amerika Serikat.

Kementerian Kesehatan Brasil juga mencatat 1.156 kematian baru dalam periode waktu yang sama, sehingga jumlah total kematian menjadi 26.754 dan jumlah total kasus menjadi 438.238.

Tak hanya pada pasien dan keluarganya, penambahan jumlah kasus Covid-19 juga berdampak pada orang lain yang tak memiliki hubungan kekerabatan apapun dengan pasien.

Inilah yang dialami ribuan orang yang terdampar di Bandara selama berhari-hari.

2 dari 4 halaman

Ratusan Orang Terdampar di Bandara

Stefany Carvallido dan putrinya yang berusia 2 tahun serta 200 warga Kolombia lainnya telah terjebak selama berhari-hari di bandara internasional Brasil, Bandara Internasional Guarulhos. Para penumpang ini tengah berusaha kembali ke negaranya masing-masing.

Sebagian besar negara yang sebelumnya memberlakukan lockdown, perlahan telah melonggarkan kebijakannya. Namun, di Amerika Latin sendiri masih sangat terisolasi dengan aturan pembatasan perjalanan keseluruh wilayah.

Salah satu negara yang masih terisolasi yaitu Kolombia. Negara tersebut telah menangguhkan semua penerbangan internasional hingga setidaknya 31 Agustus mendatang. Kolombia juga telah menangguhkan penyebrangan perbatasan melalui jalur laut dan darat termasuk negara tetangga, Brasil.

 

3 dari 4 halaman

Makan dan Mandi di Bandara

Carvallido mengatakan, ia dan putrinya, Maria Jose, telah menghabiskan hampir dua minggu di bandara pinggiran Sao Paulo, kota dengan jumlah kasus Covid-19 terbanyak di Brasil.

Pekan lalu, terjadi lonjakan jumlah penumpang ketika para pelancong berharap untuk bisa kembali melakukan penerbangan dan tidak terikat oleh larangan baru Amerika Serikat terhadap orang asing yang datang dari Brasil.

" Dalam situasi ini, kita ingin bersama keluarga kita dan putriku juga menginginkannya.. ini menjadi sangat, sangat sulit," jelas Carvallido sambil menangis.

Carvallido, 24 tahun, dan pelancong lainnya sedang menyantap makan siang dan sumbangan yang dibuat oleh dapur darurat yang didirikan di luar bandara. Mereka juga harus mandi di kamar mandi bandara dengan menggunakan selang kecil.

 

4 dari 4 halaman

Minta Dipulangkan ke Negara Asal

Ia dan pelancong lainnya meminta pemerintah Kolombia memulangkan mereka menggunakan penerbangan misi kemanusiaan. Namun, Kementerian Luar Negeri Kolombia pada hari Kamis, 28 Mei 2020 mengatakan, tidak ada penerbangan baru dari Brasil yang akan dijadwalkan hingga minggu depan.

Sejak akhir April, ada tiga penerbangan misi kemanusiaan yang telah membawa total 346 orang kembali ke Kolombia.

Meski disebut " penerbangan kemanusiaan" , para penumpang asal Kolombia tetap diharuskan membayar sekitar $350 (Rp5 juta) per penumpang untuk ikut penerbangan. Carvallido dan banyak penumpang lainnya mengaku tidak meiliki uang sebanyak itu. Seruan mereka untuk mendapatkan penerbangan pulang secara gratis pun tidak digubris.

" Berdasarkan peraturan saat ini, permintaan ini tidak mungkin," ujar konsulat Kolombia di Sao Paulo.

(Sumber: Channel News Asia)

Join Dream.co.id