Bos Restoran di Bogor Meninggal Terinfeksi Covid-19, 7 Anggota Keluarga Positif

News | Minggu, 2 Agustus 2020 18:54
Bos Restoran di Bogor Meninggal Terinfeksi Covid-19, 7 Anggota Keluarga Positif

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Bos itu baru saja menggelar hajatan di restoran miliknya. Bagaimana pelanggannya?

Dream - Pemilik sebuah restoran di Jalan Pandawa Raya Bogor, Jawa Barat, meninggal dunia pada Sabtu 1 Agustus 2020, sekitar pukul 2015 WIB. Bos rumah makan itu meninggal setelah terpapar Covid-19.

" Iya tadi pagi pemilik (restoran) meninggal di RSUD Kota Bogor," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor, Dedie Rachim, dikutip dari Liputan6.com, Minggu 2 Agustus 2020.

Bos rumah makan itu menjalani tes usap pada 21 Juli 2020. Hasilnya dinyatakan positif terjangkir corona. Berdasarkan temuan itu, tim Gugus Tugas melakukan tracing dan mengambil sampel dahak dengan metode PCR kepada keluarga bos restoran tersebut.

" Setelah swab test keluar bertambah 7 orang dari keluarga itu yang dinyatakan positif. Jadi total dengan pemilik restoran itu 8 orang," kata Wakil Wali Kota Bogor tersebut.

2 dari 4 halaman

Keluarga bos restoran yang dinyatakan terinfeksi virus corona tersebut saat ini menjalani perawatan di RSUD Kota Bogor. Sebagian lainnya, melakukan isolasi mandiri di rumah.

Beberapa waktu lalu, tambah Dedie, bos restoran tersebut sempat menggelar acara resepsi pernikahan di tempat usahanya. Kegiatan resepsi dilakukan sebelum pemilik restoran dinyatakan positif Covid-19.

Dedie menduga pemilik restoran itu tertular Covid-19 dari orang yang ikut menghadiri acara tersebut.

" Dari pertanyaan yang kita layangkan, ternyata keluarga itu sebelumnya mengadakan ngunduh mantu di restoran itu. Beberapa hari kemudian pemiliknya sakit dan dinyatakan positif setelah di tes swab," ujar dia.

3 dari 4 halaman

Berdasarkan hasil penelusuran Tim Deteksi Aktif Covid-19, ada 17 kontak erat dengan keluarga ini pada saat resepsi pernikahan. Selanjutnya dilakukan tes swab dan mengisolasi agar virus corona tidak menyebar luas.

" Kami masih lakukan pendataan siapa lagi yang kira-kira berkontak erat dengan keluarga tersebut," kata dia.

Sementara, untuk pegawai restoran itu sendiri, Didie mengatakan sampai saat ini masih menunggu hasil swab test. " Hasilnya belum keluar," kata dia.

4 dari 4 halaman

Menurut Didie, restoran yang menjadi klaster penyebaran Covid-19 itu ditutup sementara selama 14 hari. Pemkot Bogor saat ini masih menunggu hasil swab test ke pegawai restoran tersebut.

" Restoran itu sudah ditutup sementara selama 14 hari. Kita juga sudah lakukan penyemprotan dan langkah selanjutnya dilakukan pengecekan secara rutin," kata dia.

Join Dream.co.id