Gempa 4,8 M Guncang Pesisir Selatan Sumbar

News | Kamis, 14 November 2019 16:32
Gempa 4,8 M Guncang Pesisir Selatan Sumbar

Reporter : Maulana Kautsar

Gempa berada di kedalaman 16 kilometer.

Dream - Gempa bumi mengguncang pesisir selatan Sumatera Barat sekitar pukul 3 sore tadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 4,8 magnitudo itu berada di 64 kilometer barat daya pesisir selatan.

Gempa berada di kedalaman 16 kilometer. Dari laporan diketahui gempa dirasakan hingga Solok, Padang Panjang, Padang, dan Pariaman.

BMKG mencatat, gempa ini tergolong Modified Mecalli Intensity (MMI) II. Gempa dengan status MMI II akan dirasakan beberapa orang.

Beberapa benda ringan yang digantung akan bergoyang karena terdampak getaran gempa.

Belum ada laporan kerusakan akibat gempa di pesisir selatan Sumatera Barat ini.

2 dari 6 halaman

Gempa Bermagnitudo 5 Guncang Cilacap

Dream - Gempa berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Cilacap, Jawa Tengah pada Senin, 14 Oktober 2019, pukul 18.33:58 WIB. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer.

Akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berlokasi di 8.45 LS,109.28 BT.

" 85 kilometer tenggara Cilacap-Jawa Tengah," tulis BMKG.

 Gempa

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Belum terdapat informasi mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa ini.

Meski demikian, sejumlah warganet membagikan keresahan yang muncul karena getaran gempa. Getaran gempa disebut terasa hingga Kebumen, Yogyakarta, Purworejo, dan Magelang.

3 dari 6 halaman

Sebelum Gempa, Jutaan Ikan di Cilacap Mati Misterius

Dream - Warga Cilacap dan Kebumen baru saja merasakan guncangan gempa sebesar 5 Magnitudo, Senin, 14 Oktober 2019. Dua hari sebelum gempa tersebut masyarakat dihebohkan dengan kabar jutaan ikan mati dan terdampar di Pantai Jetis.

Kabar itu dibagikan akun Facebook, Paijo Kbm. Akun tersebut mengunggah sembilan foto penampakan ikan mati yang terdampar.

Dalam keterangan fotonya, dia mengabarkan bahwa ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan ikan mati dan menepi ke pantai. Ia mengaku belum tahu jenis ikan yang terdampar. Yang jelas, semuanya sejenis.

“ Puluhan atau mugkin ratusan warga sekitaran Pantai Cemarasewu, Jetis. Cilacap, berbondong-bondong untuk mengambil ikan-ikan tersebut,” tulis Paijo Kbm

Foto itu memperlihatkan warga berusia tua-muda, menggunakan karung beras mengumpulkan ratusan ribu ikan yang mati. Ada pula warga yang mengklaim mendapatkan satu mobil pick-up ikan terdampar.

Warga sempat berspekulasi mengenai peristiwa hebat yang datang.

Sumber: Liputan6.com/Muhamamad Ridlo

4 dari 6 halaman

Biota Laut Terdampar di Maluku Akibat Upwelling Bukan Gempa, Fenomena Apa Itu?

Dream - Gempa berkekuatan 5,0 magnitudo mengguncang Cilacap, Jawa Tengah pada Senin, 14 Oktober 2019, pukul 18.33:58 WIB. Kedalaman gempa mencapai 10 kilometer.

Akun Twitter resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa berlokasi di 8.45 LS,109.28 BT.

" 85 kilometer tenggara Cilacap-Jawa Tengah," tulis BMKG.

 Gempa

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Belum terdapat informasi mengenai kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa ini.

Meski demikian, sejumlah warganet membagikan keresahan yang muncul karena getaran gempa. Getaran gempa disebut terasa hingga Kebumen, Yogyakarta, Purworejo, dan Magelang.

5 dari 6 halaman

Biota Laut Terdampar di Maluku Akibat Upwelling Bukan Gempa, Fenomena Apa Itu?

Dream - Warga di Kecamatan Tanimbar Utara, Maluku resah akibat fenomena terdamparnya ratusan ikan berbagai jenis biota laut di pantai Desa Lelingulan, pada 13 Oktober 2019 lalu. 

Kejadian langka tersebut memicu spekulasi adanya kaitan dengan gempa yang menguncang disusul beberapa getaran perut bumi di Maluku beberapa waktu lalu. 

Menanggapi fenomena tersebut, ahli tsunami Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, memastikan belum ada keterkaitan antara biota laut permukaan dengan aktivitas kegempaan dari laut yang biasanya bersumber pada lempeng dengan kedalaman lebih dari 1.000 meter.

" Biota-biota yang selama ini seringkali mati dalam jumlah besar kemudian terdampar di pantai adalah biota permukaan atau biota laut dangkal-karang, bukan biota laut dalam," ujar Muhari, Senin, 14 Oktober 2019.

Muhari menjelaskan, fenomena terdamparnya biota laut dangkal sering kali disebabkan fenomena upwelling.

Fenomena ini adalah arus naik ke permukaan yang biasanya membawa planton atau zat hara yang menjadi makanan biota laut dangkal, bukan merupakan efek aktivitas lempeng atau sesar.

Fenomena yang terjadi tidak merujuk pada tanda-tanda akan muncul gempa besar.

6 dari 6 halaman

Ribuan Unit Rumah Rusak

Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo mengatakan, BMKG mencatat 1.516 gempa susulan pascagempa Maluku M 6,5 yang terjadi pada 26 September lalu.

Dari jumlah tersebut, 175 gempa susulan dirasakan oleh warga. Terkait dengan gempa tersebut, perkembangan terkini per 14 Oktober 2019 BNPB mencatat 148.619 warga masih mengungsi.

Total rumah rusak di wilayah terdampak, yaitu Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat dan Kota Ambon mencapai 6.355 unit dengan rincian total rusak berat 1.273 unit, rusak sedang 1.837 unit dan rusak ringan 3.245 unit.

Korban meninggal tercatat 41 jiwa dan mereka yang masih terluka sebanyak 1.602.

Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat masih melakukan upaya penanganan darurat. Sedangkan Provinsi Maluku dan Kota Ambon sudah melakukan upaya-upaya transisi darurat ke pemulihan.

Pengalaman Hidup Berharga Chiki Fawzi di Desa Ronting
Join Dream.co.id