25 Kota Akan Dilewati Gerhana Matahari Cincin Pada 26 Desember 2019

News | Sabtu, 14 Desember 2019 14:00
25 Kota Akan Dilewati Gerhana Matahari Cincin Pada 26 Desember 2019

Reporter : Maulana Kautsar

Ada 25 kota yang bisa menyaksikan fenomena ini.

Dream - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gerhana matahari cincin akan terjadi pada 26 Desember 2019. Sebanyak 25 pusat kota di tujuh provinsi di Tanah Air akan dilewati gerhana matahari cincin tersebut.

" Di Indonesia jalur cincin gerhana ini akan melewati 25 pusat kota dan kabupaten di 7 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur," kata BMKG, melalui Twitter resminya, @infoBMKG, Jumat, 13 Desember 2019.

 Ilustrasi gerhana matahari cincin

Gerhana paling awal, kata BMKG, akan terlihat di Sabang, Aceh pada pukul 10.03.11,9 WIB. Adapun kota terakhir yang merasakan gerhana matahari cincin ini yaitu Merauke, Papua, yaitu pukul, 14.37.10,4 WIT.

" Saat puncak gerhana paling awal adalah kota Sabang, yang terjadi pada pukul 11.49.32,9 WIB. Adapun kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir adalah Jayapura, yaitu pukul 15.51.19,7 WIT," ujar BMKG.

2 dari 5 halaman

Muncul di Kota yang Sama Pada 14 Oktober 2042

Meskipun peristiwa gerhana matahari cincin di suatu lokasi dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi tersebut dengan siklus tertentu.

Gerhana matahari cincin dapat lagi dirasakan masyarakat Indonesia pada 14 Oktober 2042.

Selain Indonesia, BMKG juga menyebut sejumlah negara yang kemungkinan dapat menyaksikan fenomena ini. Beberapa diantaranya, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, dan India, serta wilayah di Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Gerhana matahari cincin terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada pada titik yang segaris. Pada saat itu piringan bulan yang teramati dari bumi tampak lebih kecil daripada piringan matahari.

3 dari 5 halaman

Doa Niat Sholat Gerhana Bulan Beserta dan Tata Caranya

Dream - Gerhana bulan merupakan salah satu fenomena langit yang kerap terjadi. Fenomena ini berlangsung ketika bulan tertutupi bayangan bumi sehingga bagian yang tampak hanya sedikit.

Ketika gerhana bulan terjadi, terdapat sunah bagi umat Islam untuk melaksanakan sholat gerhana bulan atau khusuf. Hukum sholat ini adalah sunah muakad, artinya sangat dianjurkan.

Dikutip dari NU Online, secara umum, sholat gerhana bulan terdiri dari dua rakaat. Kemudian dilanjutkan dengan dua khutbah seperti sholat Ied.

Bedanya, setiap rakaat pada sholat gerhana bulan dikerjakan dengan dua rukuk. Sementara khutbahnya tidak dianjurkan dengan takbir.

Untuk jemaahnya adalah seluruh umat Islam sebagaimana sholat Ied. Sedangkan imamnya dianjurkan pemerintah atau naib (petugas bidang keagamaan) resmi pemerintah.

4 dari 5 halaman

Niat Sholat Gerhana Bulan

Terkait tata caranya, tidak jauh berbeda dengan sholat Ied. Sebelum takbiratul ikhram, diharuskan berniat dengan lafal ini.

 Niat Sholat Gerhana Bulan

Ushalli sunnatal khusuf rak'ataini imaman/makmaman lillahi ta‘ala.

Artinya,

" Saya sholat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT."

 

5 dari 5 halaman

Urutan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan

Sedangkan urutan tata caranya sebagai berikut,

1. Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.

2. Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.

3. Baca taawudz dan Surat Al Fatihah. Setelah itu baca Surat Al Baqarah atau selama surat itu, dibaca dengan jahar (lantang).

4. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 100 ayat Surat Al Baqarah.

5. Itidal, bukan baca doa i’tidal, tetapi baca Surat Al-Fatihah. Setelah itu baca Surat Ali Imran atau selama surat itu.

6. Rukuk dengan membaca tasbih selama membaca 80 ayat Surat Al Baqarah.

7. Itidal. Baca doa i’tidal.

8. Sujud dengan membaca tasbih selama rukuk pertama.

9. Duduk di antara dua sujud

10.Sujud kedua dengan membaca tasbih selama rukuk kedua.

11.Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.

12.Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama. Hanya saja bedanya, pada rakaat kedua pada diri pertama dianjurkan membaca surat An Nisa. Sedangkan pada diri kedua dianjurkan membaca Surat Al-Maidah.

13. Salam.

14.Imam atau orang yang diberi wewenang menyampaikan dua khutbah shalat gerhana dengan taushiyah agar jamaah beristighfar, semakin takwa kepada Allah, tobat, sedekah, memerdedakan budak (pembelaan terhadap kelompok masyarakat marjinal), dan lain sebagainya.

Sumber: NU Online

4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian
Join Dream.co.id