BKMG Peringatkan Adanya Peningkatan Aktivitas Gempa di Mentawai

News | Selasa, 20 Oktober 2020 12:00
BKMG Peringatkan Adanya Peningkatan Aktivitas Gempa di Mentawai

Reporter : Ahmad Baiquni

Kepulauan Mentawai diguncang "doubled earthquakes" atau "gempa kembar".

Dream - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika, mengingatkan masyarakat untuk waspada menyusul adanya peningkatan aktivitas gempa bumi yang dirasakan di Pagai Selatan, Kepulauan Mentawai, Senin 19 Oktober 2020.

Pada waktu yang tidak berselang lama, Kepulauan Mentawai diguncang dua gempa dengan magnitudo cukup tinggi, 5,6 dan 5,7. Jeda antara gempa pertama dan ke dua hanya sekitar 16 menit dengan episenter di laut pada jarak sekitar 33 km arah Barat Daya Pagai Selatan kedalaman hiposenter 13 km dan 17 km.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyebut dua gempa tersebut dengan istilah doublet earthquakes yang berarti 'gempa kembar'. Cirinya, dua gempa memiliki kekuatan hampir sama dan terjadi dalam waktu berdekatan.

" Hanya dalam waktu 16 menit saja terjadi dua kali gempa signifikan, dan kedua gempa ini dirasakan di Pagai, Kepulauan Mentawai, Padang, Painan, Bengkulu, dan Kepahiang, hingga membuat masyarakat panik," ujar Daryono di laman Instagramnya, @daryonobmkg.

2 dari 6 halaman

Ada Rentetan Gempa Sejak 15 Oktober 2020

Menurut Daryono, hasil monitoring BMKG menunjukkan sejak 15 Oktober 2020 di Pagai Selatan telah terjadi peningkatan aktivitas gempa tektonik. Hingga Senin kemarin, gempa tercatat telah terjadi sebanyak 13 kali dalam magnitudo yang bervariasi dengan kedalaman dangkal.

Urutan peristiwanya, pada 15 Oktober 2020 terjadi 4 kali gempa, 17 Oktober 2020 terjadi 4 kali gempa, 18 Oktober 2020 terjadi 1 kali gempa, dan 19 Oktober 2020 terjadi 4 kali gempa.

" Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa semua gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Zona Megathrust Mentawai-Pagai," kata Daryono.

3 dari 6 halaman

Mekanisme Gempa

Dari analisis sumber, kata Daryono, gempa yang muncul memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Ini merupakan ciri khas aktivitas gempa di zona megathrust.

" Rentetan aktivitas gempa yang episenternya membentuk kluster di sebelah barat Pagai Selatan ini tentu patut diwaspadai, karena dikhawatirkan rentetan gempa ini merupakan gempa pembuka (foreshocks) sebelum terjadinya gempa utama (mainshock)," ucap Daryono.

Dia mengimbau masyarakat untuk waspada namun tidak perlu khawatir berlebihan. Gempa kuat belum dapat diprediksi dengan akurat kapan terjadinya.

" Kewaspadaan sangat diperlukan agar kita dapat merespon setiap informasi serta peringatan dini dengan baik dan rasional," terang Daryono.

4 dari 6 halaman

BMKG: Tsunami 20 Meter di Selatan Jawa Adalah Skenerio Terburuk

Dream - Tim riset dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penelitian yang hasilnya memperkirakan akan ada potensi tsunami 20 meter di Selatan Pulau Jawa. Hal itu disebabkan oleh gempa megathrust akibat pergerakan lempeng tektonik di wilayah Indo-Australia dengan Eurasia.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menekankan bahwa potensi tsunami 20 meter merupakan skenario terburuk. Ia meminta masyarakat tak perlu panik. Riset tersebut nantinya akan digunakan sebagai mitigasi bencana.

" Hasil penelitian yang dilakukan BMKG, ITB, dan KKP itu mengungkapkan bahwa ada zona yang selama ini terkunci dan belum lepas. Sehingga energi gempa itu tertahan. Nah zona itu ada di Selatan Jawa barat dan Selatan Jawa Timur. Jika kuncinya lepas bareng-bareng, maka energi gempa yang diakibatkan bisa mencapai magnitudo 9 dan menimbulkan tsunami 20 meter," kata Dwikorita dikutip dari Merdeka.com

 

 

5 dari 6 halaman

Bukan untuk Menakuti

Dwikorita mengingatkan masyarakat untuk benar-benar memahami pernyataannya. Gempa dengan magnitudo 9 dan tsunami 20 meter merupakan kemungkinan terburuk yang akan terjadi, yakni jika 'kunci' di dua zona itu terlepas berbarengan.

Mengenang Keajaiban Masjid Baiturrahman Saat Tsunami© MEN

Dia pun membeberkan alasan BMKG mengumumkan skenario terburuk itu ke masyarakat. Tujuannya kata dia, agar semua pihak bisa semaksimal mungkin mempersiapkan mitigasi bencana. Sehingga, bisa meminimalisir jumlah korban jiwa maupun kerugian materi.

" Kita mengumumkan skenario terburuk bukan untuk membuat panik masyarakat, namun agar kita bisa bersama-sama semaksimal mungkin mencegah dampak yang akan terjadi dari bencana itu," ujarnya.

 

6 dari 6 halaman

Antisipasi Maksimal

Untuk kepastian apakah gempa megathrust dengan magnitudo 9 dan tsunami 20 meter akan terjadi, Dwikorita menegaskan bahwa dirinya maupun BMKG tidak tahu. Menurutnya, perihal kepastian suatu bencana alam hanyalah Tuhan yang tahu. Sehingga, ketidakpastian itu perlu diantisipasi, yakni dengan membuat persiapan maksimal.

" Jadi kalau ditanya 'apakah bencana itu akan terjadi?' ya saya tidak tahu. Tidak ada yang bisa mendahului Tuhan, tapi kan manusia bisa menghitung. Kita menghitung skenario dan dampak terburuknya," kata Dwikorita.

Selain itu, kata dia, makna dari " Potensi tsunami 20 meter" bukan berarti seluruh Selatan Pulau Jawa akan tergulung tsunami. Ia menjelaskan, hanya pantai yang ketinggiannya di bawah 20 meter saja yang akan berpotensi terkena tsunami. Sementara itu, pantai yang ketinggiannya di atas 20 meter akan aman.

" Ketinggian suatu lahan pantai kan tidak seragam. Ada yang tinggi dan rendah. Jadi jangan membayangkan seluruh Banten akan tergulung tsunami 20 meter. Hanya pantai yang topografinya di bawah 20 meter saja yang berpotensi terkena tsunami," tegasnya.

" Ingat, 'berpotensi' loh. Berpotensi belum tentu terjadi," tambahnya.

 

Terkait
Join Dream.co.id