Petugas Damkar Depok Berani Bongkar Kasus Dugaan Korupsi, Malah Diminta Mundur

News | Rabu, 14 April 2021 14:30
Petugas Damkar Depok Berani Bongkar Kasus Dugaan Korupsi, Malah Diminta Mundur

Reporter : Razdkanya Ramadhanty

Sandi menyatakan akan membongkar kasus dugaan korupsi di lingkungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan Kota Depok.

Dream - Petugas Damkar Kota Depok, Sandi, sedang menjadi pembicaraan publik. Dia mengungkap adanya dugaan korupsi di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan Kota Depok dan berencana melaporkannya ke polisi. Sandi berjanji mengungkap semua fakta terkait dugaan tersebut.

Beberapa waktu lalu, Sandi melakukan aksi di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Kota Depok. Dalam aksi yang viral di media sosial, ada dua foto petugas berseragam Dinas DPKP Kota Depok berdiri di depan mobil pemadam beredar di media sosial.

Pada foto pertama dia membentangkan poster bertuliskan " Pak Presiden Jokowi Tolong Usut Tindak Pidana Korupsi Dinas Pemadam Kebakaran Depok #StopKorupsiDamkar" .

Pada foto ke dua dia membentangkan poster dengan tulisan, " Bapak Kemendagri Tolong Untuk Tindak Tegas Pejabat Di Dinas Pemadam Kebakaran Depok Kita Dituntut Kerja 100% Tapi Peralatan Di Lapangan Pembeliannya Tidak 100% Banyak Digelapkan!!!" .

Komandan Regu DPKP Posko Wali Kota Depok, Leo, membenarkan bahwa Sandi adalah anak buahnya.

" Kalau peristiwa poster itu (protes) kalau tidak salah dua hari yang lalu (8 April 2021). Dia melakukan sendiri, mungkin tidak ada kepuasan sama pemimpin," ucapnya dikutip dari merdeka.com, Rabu 14 April 2021. 

2 dari 5 halaman

Berujung SP

Menuurt informasi terbaru yang dilansir wartadepok.com, Rabu 14 April 2021, aksi Sandi berujung pemanggilan dan diberi surat peringatan (SP) dengan alasan tidak jelas.

“ Begitu juga saya, kemarin saya dikasih SP, Danru saya nanya ‘Kenapa anak buah saya dikasih SP, dalam hal apa?’. Terus saya juga pertanyakan SP saya dalam hal apa, kalau dalam kerjaan saya kerja rajin, saya masuk terus, sampai saya sakit saya bekerja, enggak pernah enggak masuk, pejabat cuma intinya ngasih SP,” imbuh Leo.

Tidak hanya itu, Sandi juga diminta mengundurkan diri setelah mempertanyakan perihal pemotongan insentif.

“ Ya ditanya seperti itu, ‘Sudah kamu enggak ngerti, kalau kamu protes mulu ya bikin surat pengunduran diri aja, masih banyak yang mau kerja di Damkar’. Anak-anak kalau secara seperti itu, sudah 5 tahun omongan mereka seperti itu,” ungkapnya.

 

 

3 dari 5 halaman

Dugaan Korupsi

Salah satu dugaan korupsi yang diungkap Sandi adalah pengadaan sepatu safety. Menurutnya, petugas Damkar tidak mendapatkan sepatu lapangan yang sesuai spesifikasi padahal yang dihadapi adalah bahaya.

" Kalau untuk motif saya hanya memperjuangkan hak dan memang apa adanya kenyataan fakta di lapangan," katanya, Jumat 9 April 2021, dikutip merdeka.com. 

Sebagai contoh, Sandi menduga selang yang diadakan mutunya di bawah standar. Padahal pagu pembeliannya mencapai jutaan rupiah. 

" Tapi hanya beberapa tekanan saja sudah jebol. Untuk pengadaan barang Damkar itu hampir semua tidak sesuai spek yang kita terima, tapi kita dituntut bekerja 100 persen tapi barang-barang yang kita terima itu tidak 100 persen," jelasnya.

4 dari 5 halaman

Insetif Dipotong

Tidak hanya soal baju dan sepatu, Sandi juga mengeluhkan adanya pemotongan insentif mitigasi dan penyemprotan disinfektan. Seharusnya, setiap petugas mendapatkan insentif sebesar Rp 1,7 juta, tapi yang diterima hanya Rp 850 ribu.

“ Temen-temen protes setelah itu ada duit mitigasi dan penyemprotan, 2 kegiatan di situ. Kita pertanyakan duit kegiatan tandatangan kita Rp 1,7 juta sekian, tapi nerima duitnya hanya Rp 850 ribu, separuhnya, jadi dibagi dua kepada teman,” ujarnya.

 

 

5 dari 5 halaman

Penjelasan Damkar Depok

Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok membantah dugaan korupsi yang diungkap oleh salah satu petugas, Sandi. Kepala Dinas Damkar Depok, Gandara, menyatakan perlengkapan Damkar sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

“ Tidak benar apa yang disampaikan. Perlengkapan sesuai dengan aturan,” ujar Gandara.

Sementara itu, Gandara mengklarifikasi soal pemotongan insentif yang juga disoal oleh Sandi. Menurutnya, insentif dipotong untuk BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

“ Penjelasan dari bidang yang menangani, sebetulnya potongan itu buat BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan yang menjadi kewajiban anggota dan potongan tidak sebesar itu. Teknisnya bisa tanya ke bidang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gandara mengatakan pihaknya akan memanggil Sandi terkait aksi protesnya yang membongkar dugaan korupsi tersebut.

“ Teguran dan pemanggilan oleh atasannya,” ujarnya.

Sumber: makassar.terkini.idwartadepok.com, dan merdeka.com

Join Dream.co.id