Pelajari Islam Usai Diberi Kurma dan ZamZam, Warga AS Jadi Mualaf

News | Selasa, 11 Agustus 2020 09:01
Pelajari Islam Usai Diberi Kurma dan ZamZam, Warga AS Jadi Mualaf

Reporter : Ahmad Baiquni

Steve dibimbing mengucap syahadat langsung oleh Imam Besar Masjidil Haram dan menyatakan kagum pada ajaran Islam mengenai keadilan.

Dream - Seorang warga negara Amerika Serikat, diketahui bernama Steve, memutuskan untuk memeluk Islam ketika berkunjung ke Arab Saudi. Dia mengucapkan syahadat dibimbing langsung oleh Kepala Kepresidenan Umum Urusan Dua Masjid Suci merangkap Imam Besar Masjidil Haram, Sheikh Abdur Rahman As Sudais.

Dilaporkan Riyadh Daily, Steve begitu gembira dan menyampaikan terima kasih luar biasa atas keyakinan baru yang dipeluknya. Dia memuji Allah karena telah membuka mata hatinya hingga akhirnya memeluk Islam.

Sheikh Sudais kini menyatakan Steve sebagai 'saudaranya dalam Islam'. Menurut dia, Steve mendapatkan kesan mendalam karena kemurnian Islam dan ajaran mengenai Keesaan Tuhan.

Selain itu, Steve juga terkesan dengan toleransi dan kehidupan yang damai antar keyakinan di masyarakat Saudi. Pemuda tersebut, kata Sheikh Sudais, kagum dengan keramahan orang Saudi.

 

2 dari 5 halaman

Sempat Dihadiahkan Kurma dan Air ZamZam

Steve yang berprofesi di dunia pariwisata di Miami awalnya mengunjungi Abha, sebuah kota di wilayah Saudi, bersama beberapa teman dekatnya. Dia tinggal di lingkungan yang sama dengan Sheikh Sudais tatkala tokoh besar tersebut sedang berada di Abha.

Penerjemah bahasa Sheikh Sudais, Saad Al Matrafi, bertemu dengan Steve dan memberinya air Zamzam serta kurma. Dia mengatakan dua makanan itu adalah hadiah dari Sheikh Sudais.

Ternyata, Steve tertarik untuk mengetahui Islam lebih dalam. Dia pun terus membaca buku-buku tentang Islam.

 

3 dari 5 halaman

Terkesan dengan Toleransi

Usai mengucap kalimat syahadat, wajah Steve tampak gembira. Dia terkesan dengan ajaran Islam mengenai keadilan, toleransi, kasih sayang, dan belas kasihan.

Steve pun berterima kasih atas kebaikan masyarakat Saudi. Dia menggambarkan orang Saudi sebagai masyarakat sederhana dan begitu perhatian.

Lebih lanjut, Steve yang berkunjung ke Saudi untuk liburan mengatakan ingin menjelajahi keindahan seuruh penjuru negeri. Sekaligus belajar mengenai sejarah dari tempat lahirnya Islam.

Sumber: Riyadh Daily

4 dari 5 halaman

Ibu dan Dua Anak Peluk Islam, Dibimbing Ketum PBNU

Dream - Hidayah hadir dan mengetuk hati Sofiah, 43 tahun, bersama dua anaknya, Alleka Gabriela Waleleng, 12 tahun, dan Armando Timotheus Waleleng, 10 tahun. Ketiganya bersama mengucapkan kalimat syahadat.

Dikutip dari NU Online, mereka pengucapan syhadat di gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Mereka dibimbing langsung oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, disaksikan dua Ketua PBNU, Robikin Emhas dan KH Abdul Manan Ghani.

Setelah prosesi pengucapan syahadat, Kiai Said mengajak seluruh hadirin membaca Surat Al Fatihah. Kemudian dilanjutkan dengan doa oleh Kiai Manan.

Selain itu, Kiai Said memberikan nama baru kepada dua anak Sofiah. Alleka Gabriela Waleleng kini bernama Zulaikha Gabriela, sedangkan Armando Timotheus Waleleng resmi bernama Ahmad Ridho.

Sementara untuk Sofiah, Kiai Said tidak memberikan nama baru. Setelah itu, Kiai Said menghadiahkan masing-masing satu Alquran kepada ketiganya.

5 dari 5 halaman

Islam Agama Sempurna

Kiai Said mengatakan Islam adalah agama yang sempurna. Ajaran Islam orisinil baik aqidah, syariah, maupun akhlaknya.

" Kitab sucinya tidak berubah. Sholat, puasa, zakat, haji, dari dulu sampai sekarang sama," kata dia.

Sofiah, kata Kiaia Said, dulu seorang Muslimah. Wanita itu keluar dari ajaran agama yang disyiarkan Rasulullah Muhammad SAW karena mengikuti suaminya.

" Sofiah pernah keluar dari Islam, hari ini kembali ke Islam. Mudah-mudahan semuanya ada hikmahnya. Rahasia Tuhan yang sangat bernilai kembali ke Islam lagi," ucap Kiai Said.

Sumber: NU Online

Join Dream.co.id