Pesan Ma'ruf Amin untuk para Khatib: Harus Paham Syariah dan Fikih

News | Rabu, 15 Januari 2020 11:00
Pesan Ma'ruf Amin untuk para Khatib: Harus Paham Syariah dan Fikih

Reporter : Maulana Kautsar

Wapres juga ingatkan pentingnya komitmen kebangsaan.

Dream - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, menggelar silaturahmi dan audiensi dengan Majelis Pimpinan Pusat (MPP) Ikatan Khatib Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Ma'rum menyampaikan pentingnya peran khatib dalam berdakwah.

“ Khotbah Jumat merupakan ibadah yang bersifat rukun, keharusan menentukan sah atau tidaknya kewajiban sholat Jumat," ujar Ma'ruf, Selasa 14 Januari 2020.

Di samping itu, kata dia, khatib sangat berpengaruh terhadap jemaahnya dalam menyampaikan pesan keagamaan " Karenanya bagaimana pesan dan isi khutbah benar-benar sesuai dengan syariah dan fikihnya," tambah Ma'ruf Amin.

Menurut Ma'ruf, setiap khatib perlu mempunyai kualitas dan kompetensi di bidang keagamaan yang mumpuni dan mendalam, memiliki kefasihan dalam melafalkan dan memahami Alqur'an dan Assunnah, serta komitmen kebangsaan dan keumatan dengan membawa rahmat bagi semesta.

“ Itulah pentingnya standar kualitas kompetensi, yang akan memengaruhi keabsahan dan kekhusuan ibadah, sekaligus manfaah dan kemaslahatannya bagi jamaah masjid dan lingkungannya," kata dia.

2 dari 7 halaman

Aplikasi Khatib

Atas dasar itulah, MPP IK DMI, setelah menggelar Halaqah Juru Dakwah Wasathiyah, akan menetapkan program peningkatan kualitas, penjaminan mutu, dan keabsahan profesi seorang khatib.

“ Ikatan Khatib DMI akan bekerjasama dengan Kemenag RI, DMI Pusat dan MUI serta Ormas Keagamaan dan Universitas dan Pesantren, untuk menyiapkan program dan sistem untuk menerbitkan Khatib Bersertifikat”, Ketua Umum MPP IK DMI, Hamdan Rasyid.

Hamdan mengatakan, Ikatan Khatib Dewan Masjid Indonesia (IK-DMI) bersifat terbuka, inklusif, dan merupakan badan otonom Dewan Masjid Indonesia yang berazaskan Pancasila dan berakidah Islam menurut mabda' Ahlussunah Wal Jama'ah merupakan berbentuk Organisasi Kemasyarakatan Profesional yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan dan sosial.

Manajer Program, Munawar Fuad, untuk mengembangkan dakwah, akan ada aplikasi Khatib Indonesia. Aplikasi itu untuk menyiapkan sebanyak mungkin khatib profesional yang memang memenuhi syarat sebagaimana disampaikan Wakil Presiden KH Maruf Amin.

" Bahkan didukung oleh sistem digital sebagaimana kebutuhan di era industri 4.0,” ucap Munawar Fuad.

3 dari 7 halaman

Diundang Vatikan, Khatib Aam PBNU: Agama Harus Jadi Solusi Atasi Masalah

Dream - Khatib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, akan menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Agama-agama Ibrahim yang digelar di Vatikan 14 hingga 17 Januari 2020. Dia diminta menyampaikan pandangan untuk membangun gerakan bersama menciptakan perdamaian dunia.

" Kali ini saya harus hadir karena agendanya luar biasa penting,” kata Gus Yahya melalui keterangan tertulis diterima Dream, Senin 13 Januari 2020.

Pria yang akrab disapa Gus Yahya itu mengatakan undangan ini merupakan kali kedua yang diterimanya dari Vatikan. Pada Oktober silam, dia diundang dalam pertemuan dunia membahas isu seputar euthanasia, namun berhalangan hadir.

Menurut Gus Yahya, forum kali ini diinisiasi oleh Multi-Faith Neighbours Network, organisasi antaragama berbasis di Amerika Serikat. Organisasi ini didirikan bersama oleh Imam Eksekutif All Dulles Area Muslim Society (ADAMS) Center, Mohamed Magid, pendiri Gereja Northwood di Keller, Texas, Pastor Bob Roberts, dan Presiden World Union for Progressive Judaism, Rabbi David Saperstein.

4 dari 7 halaman

Saatnya Semua Bergerak Bersama

Dalam pertemuan nanti, Gus Yahya akan mendorong digalakkannya dialog antaragama secara terus menerus. Juga diwujudkan dalam tindakan nyata, tidak hanya sebatas kutipan-kutipan dari Kitab Suci maupun pernyataan para tokoh agama.

" Sudah terlalu lama umat manusia menunggu para tokoh agama bicara sejujur-jujurnya tentang masalah-masalah yang nyata-nyata sedang menimpa umat manusia dewasa ini, termasuk permusuhan dan konflik yang bengis di antara kelompok-kelompok berbeda agama," kata Gus Yahya.

Ulama kelahiran Rembang, Jawa Tengah, itu menegaskan, hakikat agama diturunkan ke bumi untuk menolong manusia mencari jalan keluar dari setiap persoalan. Tetapi karena lemahnya sifat dasar manusia, agama tereduksi sebatas menjadi identitas kelompok dan digunakan untuk bersaing dan bertarung dengan yang berbeda.

" Pada titik itulah, agama menjadi sumber konflik," kata dia.

Dia menambahkan, agama harus dimerdekakaan dari jeratan posisi sebagai sumber masalah. " Mengembalikannya kepada tujuan hakiki sebagai landasan memecahkan masalah," ucap Gus Yahya.

5 dari 7 halaman

PBNU Apresiasi Sikap Anggota Banser yang Tak Terprovokasi

Dream - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, mengapresiasi ketenangan Eko, anggota Badan Ansor Serba Guna (Banser) yang mendapat persekusi di Jakarta Selatan.

" Sikap sahabat Eko patut dipuji. Tenang, sabar, dan tidak terpancing provokasi berupa olokan, cacian, paksaan dan tindakan yang mengesankan diri paling tahu Islam," ujar Robikin dalam keterangan tertulisnya, Rabu 11 Desember 2019.

Dengan bersikap tenang, kata dia, membuktikan bahwa Eko memiliki kedalaman ilmu pemahaman yang lebih baik.

" Respons kader Banser tersebut justru membuktikan kedalaman kualitas pemahaman keagamaan warga nahdliyyin dan keluhuran akhlaknya. Sesuatu sebagaimana diajarkan oleh agama," kata dia.

Robikin mengatakan, Islam melarang pengafiran orang lain, apalagi sesama Muslim.

" Mudahnya menjatuhkan vonis kafir ini boleh jadi disebabkan karena ideologi takfiri yang belakangan berkembang di Indonesia," ujar dia.

6 dari 7 halaman

Dipersekusi, Kader Banser PBNU Lapor Polisi

Dream - Anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) mengalami persekusi pada Selasa, 10 Desember 2019. Peristiwa itu beredar di dunia Twitter.

Koordinator Jaringan Gusdurian, Alissa Wahid membagikan video tersebut ke akun Twitternya @AlissaWahid.

" Orang-orang ini tidak hanya mengganggu kelompok warga negara yg bukan muslim. Kelompok muslim seperti Banser NU pun diganggunya. Sejatinya, yang mereka perjuangkan bukan kebenaran, tapi kepentingan dirinya sendiri, dengan atas namakan agama,"  tulis Alissa.

7 dari 7 halaman

Diserahkan ke Polisi

Dalam video yang beredar, dua anggota Banser dipaksa untuk menunjukkan keislamannya. Dua anggota Banser dimintai kartu identitas dan dipaksa mengucap takbir.

" Lu takbir dulu kalau muslim," kata pria yang mempersekusi.

Dilaporkan NU Online, peristiwa itu terjadi di Jalan Ciputat Raya, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Korban persekusi yaitu berasal dari Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser salah satu kecamatan di Depok, Jawa Barat.

Banser Jakarta Selatan melaporkan aksi persekusi ini ke kepolisian. " Jangan ambil tindakan sendiri-sendiri," kata Kepala Satuan Koordinator Cabang Banser, Jakarta Selata, Yaya Khoirudin.

Join Dream.co.id