Berikan Beasiswa Tahfiz Quran, D'Masiv Lelang Barang Kesayangan

News | Selasa, 9 Juli 2019 17:00
Berikan Beasiswa Tahfiz Quran, D'Masiv Lelang Barang Kesayangan

Reporter : Ahmad Baiquni

Selain untuk beasiswa, hasil lelang juga akan dimanfaatkan untuk membangun rumah tahfiz.

Dream - Grup musik D'Masiv menggelar lelang barang kesayangan mereka saat menggelar konser amal di Kampus 3 IAIN Salatiga. Hasil lelang barang tersebut dimanfaatkan untuk beasiswa bagi para santri tahfiz Alquran.

" Manggung di IAIN Salatiga, lelang kaus yang pernah saya pakai beberapa kali buat manggung. Dan dibeli dengan harga Rp10 juta. Sepatu kesayangan Kiki (Gitaris D'Masiv) laku Rp1 juta. Semua akan disumbangkan untuk pembangunan rumah tahfizh dan beasiswa untuk para penghafal Al-Qur'an. @daarul_quran," tulis vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta.

 D'Masiv

Lelang tersebut dilaksanakan bersamaan dengan tabligh akbar dengan tema " Harmoni Cinta untuk Indonesia" pada Minggu, 7 Juli 2019 yang juga menghadirkan Syeikh Muhammad Jabeer sebagai penceramah.

Masyarakat Salatiga begitu antusias mengikuti lelang ini. Mereka bahkan turut bersedekah yang disalurkan kepada panitia lelang.

 D'Masiv

Kepala Cabang PPPA Daarul Quran Semarang, M. Nur Fauzan, bersyukur pelaksanaan konser amal ini mendapat respon positif dari masyarakat. Sejumlah tokoh dan institusi turut memberikan donasi lewat konser ini, seperti Wakil Rektor IAIN Salatiga, kepolisian, Direktur PDAM serta Dinas Pariwisata Kota Salatiga.

Donasi yang terkumpul mencapai Rp75 juta. Fauzan pun menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah terlibat memberikan donasi lewat tabligh akbar tersebut.

" Semoga Allah memberikan keberkahan dan melimpahkan segala kebaikan untuk kita semua," kata Fauzan.

 D'Masiv

Dalam kesempatan ini, Syeikh Muhammad Jabeer mengajak umat Islam untuk lebih dekat dengan Alquran. Adik Syeikh Ali Jabeer ini menjelaskan setiap huruf Alquran yang dibaca mengandung satu kebaikan.

" Bila satu ayat, satu halaman, hingga satu juz, maka akan mendapatkan kebaikan berlipat-lipat," kata Syeikh Muhammad Jabeer.

2 dari 6 halaman

Tekad Kuat Nenek 81 Tahun Jadi Hafizah Alquran

Dream - Suasana di Rumah Tahfiz Kayanahu, Bandung, Jawa Barat tampak berbeda pada Sabtu pekan lalu. Semua orang tampak sibuk.

Ada yang membuka Alquran sebentar, lalu menutup kembali dan mencoba menghafal apa yang baru saja dibaca. Sementara beberapa orang duduk menghadap meja pendek.

Rumah Tahfiz Kayanahu tengah punya hajatan ujian tahfiz Alquran. Ujian ini dilaksanakan sebagai persiapan mengikuti gelaran Wisuda Akbar Rumah Tahfiz ke-9 yang merupakan agenda rutin PPPA Daarul Quran.

Ujian tersebut diikuti sejumlah peserta dengan latar belakang beragam usia. Mulai dari anak-anak hingga para jompo.

Salah satu peserta yang mengikuti ujian ini adalah Masrium. Usianya yang sudah mencapai 81 tahun tidak menjadi penghalang Nenek Masrium untuk menjadi tahfiz.

Nenek Masrium memulai ujiannya dengan melafalkan hafalan Surat An Naba. Satu demi satu surat dia baca hingga genap juz 30. Ujian tersebut dia tutup dengan Surat An Nas.

" Nenek Masrium baca satu juz penuh, walau beberapa kali ada yang lupa," ujar Koordinator Daerah Rumah Tahfiz Center wilayah Bandung, Ustaz Irfan Sholahuddin, melalui keterangan tertulis Daarul Quran diterima Dream, Kamis 21 Februari 2019.

 

3 dari 6 halaman

Peserta Bocah 5 Tahun

Selain Nenek Masrium, ada lagi peserta ujian yang juga mengagumkan. Dia adalah Labiqa Alzena Kayyis.

Usia santriwati Rumah Tahfiz Mahkota Bunda ini masih 5 tahun. Tetapi bocah perempuan ini sudah menghafal seluruh surat dalam juz 30.

" Labiqa mengikuti ujian tahfiz kategori satu juz yakni juz 30," kata Irfan.

Seluruh santri tampak bersemangat mengikuti ujian ini. Tidak peduli usia, mereka punya tekad kuat menjadi penghafal Alquran. (ism)

4 dari 6 halaman

Air Mata Royu Nahriya, Hafizah Indonesia Terbaik III se-ASEAN

Dream - Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) se-ASEAN yang digelar di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta, pada 9-12 November 2018 lalu menjadi momen penuh kenangan bagi Royu Nahriya. Pertama kali ikut MHQ, Royu langsung meraih gelar sebagai Juara III Hafalan Alquran kategori 25 juz.

" Ini adalah MHQ perdana saya di tingkat ASEAN," ujar Royu melalui keterangan tertulis diterima Dream dari Daarul Quran.

Padahal, para pesaingnya tidak kalah jago. Malah berasal dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.

 Royu

Royu pun tak sanggup menahan tetesan air mata penuh keharuannya begitu namanya diumumkan. Royu merasa perjuangannya kini membuahkan hasil.

" Ikhtiar maksimal dan berujung pada pasrah bin tawakkal, Alhamdulillah saya bisa lolos seleksi dari tingkat provinsi, nasional dan akhirnya ASEAN," kata mahasiswi semester lima Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ini.

5 dari 6 halaman

Ingin Kuatkan Hafalan

Royu mengaku motivasinya mengikuti MHQ adalah memutqinkan (menguatkan) hafalan dengan cara mengujinya di hadapan banyak guru, kiai dan ulama yang berkompeten. Dia merasa metode murojaah yang dijalaninya sendirian selama ini belum afdlal.

" Kita tidak tahu letak kesalahan dan kekurangan bacaan kita di mana," kata dia.

Ketika berada di atas mimbar, Royu berusaha menetralkan pikirannya dan fokus pada hafalan. Termasuk segala hal yang berkaitan dengan lomba.

" Tujuan saya hanya satu, semua karena Allah saja," ucap Royu.

 Royu

Royu mempersembahkan pencapaiannya kepada orangtuanya. Yang paling utama, Royu mengaku sangat ingin membalas kebaikan ayahnya yang telah mendidiknya hingga kini.

" Ketika pengumuman saya diberi amanat meraih juara III di tingkat ASEAN, itu bertepatan dengan Hari Ayah," ucap dia.

6 dari 6 halaman

Jadi Ustazah di Sela Kuliah

Selanjutnya, Royu bercerita aktivitas sehari-harinya tidak hanya kuliah dan hafalan Alquran. Dia juga menjadi ustazah di Ma'had UIN Bandung.

Profesi sebagai pengajar dia jalani dengan penuh kegembiraan. Royu bahkan bersyukur bisa bertemu dengan banyak penghafal Alquran di Ma'had itu.

Sebab, dia bisa berinteraksi dengan para santrinya yang sama-sama menghafal Alquran. Sehingga, dia juga bisa belajar dari para santrinya.

" Dan pada intinya sama-sama belajar lagi dan banyak tambahan ilmu dari mereka juga," kata Royu.

Royu merupakan salah satu mahasiswi penerima Beasiswa Tahfizh Qur'an (BTQ) yang merupakan program PPPA Daarul Quran. Royu bersama para penerima beasiswa lainnya menjalani pembimbingan intensif dalam menghafal Alquran. Mereka juga ditatar untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan serta kepedulian terhadap sesama.

Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone
Join Dream.co.id